Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Komunikasi: Iklan Politik Caleg dlm Persepsi Pemilih Pemula

Judul Tesis : Iklan Politik Caleg dalam Persepsi Pemilih Pemula (Study Deskriptif Kualitatif Tentang Iklan Politik Caleg DPRD II Surakarta Melalui Media Luar Ruang dalam Persepsi Pemilih Pemula di SMA Negeri III Surakarta)

 

A. Latar Belakang

Menjelang Pemilihan Umum tahun 2009 mendatang, iklim politik Indonesia pun mulai memanas. Beberapa manuver politik telah dilakukan oleh sejumlah partai dengan para tokoh politiknya untuk menduduki jabatan politik yang diinginkan. Beberapa nama tokoh politik nasional pun bermunculan sebagai calon presiden. Sementara itu, partai politik (parpol) juga mempersiapkan para kadernya untuk menduduki jabatan di lembaga legislatif, baik tingkat pusat (DPR RI), tingkat provinsi (DPRD I), maupun tingkat kabupaten kota (DPRD II). Pada pemilu sebelumnya, masa kampanye parpol dilakukan satu sampai dua bulan sebelum hari pelaksanaan pemilu digelar. Namun pada pemilu 2009, pelaksanaan kampanye parpol sudah mulai digelar 9 bulan sebelum pemilu dilaksanakan. Pemilu 2009 dilaksanakan pada 5 April 2009, namun parpol sudah diperbolehkan berkampanye tiga hari setelah ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2009 pada 9 Juli 2008 lalu, sehingga masa kampanye parpol sudah dimulai sejak 12 Juli 2009.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana bentuk iklan politik caleg DPRD II Surakarta melalui media luar ruang?
  2. Bagaimana persepsi pemilih pemula di SMA Negeri III Surakarta terhadap iklan caleg DPRD II Surakarta melalui media luar ruang?

 

C. Landasan Teori

Deskripsi Kota Surakarta Secara Umum

Kota Surakarta yang sering disebut dengan nama Kota Solo secara astronomis terletak antara 110°46’49” – 110°51’30” Bujur Timur dan antara 7°31’43” – 7°35’38” Lintas Selatan. Secara geografis, Surakarta terletak di antara dua gunung api, yakni gunung Lawu dan gunung Merapi dan di bagian timur dan selatan dibatasi oleh Sungai Bengawan Solo. Wilayah Kota Surakarta merupakan dataran rendah dengan ketinggian + 92 m dari permukaan laut, yang berbatasan di sebelah utara dengan Kabupaten Boyolali, sebelah Timur dengan Kabupaten Karanganyar, sebelah selatan dengan Kabupaten Sukoharjo dan di sebelah Barat dengan Kabupaten Sukoharjo.

Perekonomian Daerah

Krisis Moneter nasional pada tahun 1998 yang dialami Indonesia juga berdampak pada kondisi perekonomian daerah, dimana laju pertumbuhan ekonomi daerah Surakarta menurun sejak adanya krisis moneter. Dengan berbagai upaya pemulihan krisis ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta mulai positif kembali sejak tahun 1999. Laju pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta mulai tahun 1999 dan 2000 masing-masing adalah 1,44% dan 4,15%. Demikian pula pada tahun 2001 dan 2002 perekonomian daerah Kota Surakarta telah mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3,84 % dan 5,12 %.

 

Kepariwisataan

Kegiatan kepariwisataan di Kota Surakarta sangat ditunjang dengan keberadaan Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Puro Mangkunegaran. Selain kedua objek wisata tersebut, kegiatan pariwisata di Kota Surakarta juga didukung objek-objek wisata Museum Radya Pustaka, Taman Sriwedari dengan kesenian Wayang Orang Sriwedari dan Taman Hiburan Rakyat Sriwedari, Taman Satwa Taru Jurug, Taman Balekambang dan Monumen Pers.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam yang dibantu juga dengan FGD (Focus group discussion) untuk memperkuat data.

Pengambilan sample penelitian ini adalah melalui purposive sampling yaitu pemilihan secara sengaja dengan maksud   menemukan apa yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Dalam penelitian ini, responden penelitian disebut sebagai informan. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini yaitu 4 orang calon anggota legislatif DPRD II Surakarta dan 12 orang pemilih pemula di SMA Negeri III Surakarta.

 

E. Kesimpulan

  1. Seleksi

Pemilih pemula cukup sering melihat iklan politik di media luar ruang. Mereka banyak melihat iklan tersebut di pinggir-pinggir jalan, perempatan maupun pertigaan jalan serta di dinding-dinding kosong maupun dinding toko dan warung. Adapun jenis iklan yang sering dilihat adalah baliho, poster atau banner, spanduk, bendera dan poster pada mobil.

  1. Interpretasi

Foto caleg dinilai sebagai salah satu instrumen penting untuk mengenali wajah caleg. Foto caleg mampu mencerminkan kesan tertentu, seperti kesan berwibawa. Ekspresi cemberut dalam foto diri caleg kurang disukai. Namun, pencantuman foto diri caleg juga dinilai negatif, yaitu sebagai bentuk dari narsisme politik.

  1. Reaksi

Penilaian bagus dan kurang bagusnya iklan caleg oleh pemilih pemula dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan pemilih pemula. Adapun beberapa poin yang digunakan untuk menilai bagus dan kurang bagusnya suatu iklan politik caleg antara lain : ukuran besar kecilnya iklan, kuantitas iklan, letak penempatan iklan, foto diri caleg dalam iklan, ilustrasi gambar, pemakaian background warna desain dan profil partai asal caleg. Iklan yang berukuran besar dan tersebar merata lebih disukai oleh pemilih pemula. Jargon politik caleg bukanlah faktor yang berpengaruh pada penilaian bagus dan kurang bagusnya suatu iklan caleg. Secara umum pemilih pemula menilai iklan caleg berguna untuk mengetahui sekilas informasi dan visi misi caleg.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Fungsi Humas Sebagai Media Communications Relations Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen
  2. Kegiatan Humas PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta dalam Mensosialisasikan Penghematan Listrik
  3. Iklan Politik Caleg dalam Persepsi Pemilih Pemula Study Deskriptif Kualitatif Tentang Iklan Politik Caleg
  4. Proses Produksi Berita di Radio PTPN Rasitania Surakarta
  5. Fungsi Publisitas dalam Penyelenggaraan Regular Event di Boshe VVIP Club