Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Komitmen Kerja: Employer Brand trhdp Intensi Voluntary Turnover Karyawan

Judul Tesis : Pengaruh Employer Brand Terhadap Intensi Voluntary Turnover Karyawan dengan Mediasi dari Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja (Studi Kasus : PT. Asuransi Jiwa XYZ)

 

A. Latar Belakang

Dalam penelitian ini, peneliti hanya meneliti pengaruh dari employer brand terhadap internal perusahaan (existing employees). Employer brand membentuk brand loyalty, di dalam literatur marketing didefinisikan sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli produk yang sama dalam jangka panjang, yang diasosiasikan sebagai bentuk loyalitas karyawan kepada perusahaan yang mempekerjakannya dan mengindikasikan seberapa besar komitmen karyawan terhadap perusahaan yang mempekerjakannya saat ini (Backhaus & Tikoo, 2004).

Selain brand loyalty, employer brand juga berperan menciptakan dan menambah kepuasan. Menurut Mittal dan Kamakura (2001) dalam Backhaus dan Tickoo (2004) kepuasan meramalkan perilaku di masa depan terhadap brand. Kepuasan karyawan terhadap pekerjaan dan perusahaan merupakan variabel yang berguna untuk mengindikasikan intensi karyawan meninggalkan organisasi. Kedua variabel di atas, komitmen organisasi dan kepuasan kerja,memediasi hubungan antara employer brand dengan intensi voluntary turnover karyawan.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan pembahasan di atas, secara umum perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh employer brand terhadap intensi voluntary turnover karyawan?
  2. Apakah komitmen organisasi dan kepuasan kerja memediasi employer branding dengan intensi voluntary turnover karyawan?
  3. Apakah komitmen organisasi dan kepuasan kerja mempengaruhi intensi voluntary turnover karyawan?

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Employer Brand

Istilah employer brand di dalam literatur manajemen sumber daya manusia untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Ambler dan Barrow (1996) yang mendefinisikan istilah ini sebagai “paket” dari benefit fungsional, ekonomi dan psikologis yang ditawarkan oleh suatu pekerjaan dan diidentikan dengan perusahaan yang menawarkan pekerjaan tersebut. Konsep employer brand dalam manajemen sumber daya manusia diadopsi dari bidang pemasaran. Konsep ini membantu perusahaan fokus dalam bagaimana mereka mengidentifikasi perusahaan mereka di dalam pasar tenaga kerja dengan bertindak sebagai pihak yang mempekerjakan karyawan-karyawan yang dimiliki saat ini, sebagai perusahaan potensial bagi calon karyawan baru dan sebagai pemasok atau partner bagi konsumen (Harding, 2003).

Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja adalah pernyataan yang secara emosional positif atau menyenangkan yang mendefinisikan sejauh mana pekerjaan memenuhi atau memungkinkan pemenuhan nilai-nilai penting atas pekerjaan seseorang yang dihasilkan dari penilaian atau pengalaman kerja. Secara sederhana, kepuasan kerja adalah tingkat sejauh mana karyawan menyukai pekerjaannya (Spector, 1997).

Intensi Turnover Intensi

Turnover didefinisikan sebagai pernyataan yang jelas dari seseorang bahwa mereka tidak memiliki pemikiran untuk keluar tetapi merupakan proses awal dari seseorang untuk keluar dari perusahaan saat ini. Karyawan ini sudah memutuskan untuk keluar dari organisasi tetapi belum benar-benar keluar dari organisasi tersebut. Intensi turnover merupakan proses psikologis yang dilalui individu ketika mulai mempertimbangkan pilihan pekerjaan alternatif disebabkan oleh ukuran ketidakpuasan dengan kondisi pekerjaan saat ini. Keputusan akhir untuk keluar dari tempat kerja saat ini terjadi saat ketidakpuasan terhadap pekerjaan mencapai tingkat tertentu dimana di kondisi ini karyawan telah mendapat keputusan ingin keluar dan menyadari terdapat kemudahan untuk pindah ke organisasi lain (March & Simon, 1995).

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini bersumber dari konsep penelitian yang sebelumnya diajukan oleh Kristin Backhaus dan Surinder Tikoo yang berjudul “Conceptualizing and Researching Employer Branding” pada tahun 2004.

Variabel terikat dalam penelitian ini intensi voluntary turnover karyawan. Objek yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT.XYZ yang merupakan perusahaan asuransi jiwa yang berlokasi di Jakarta.

Metode sampling yang digunakan adalah non-probability sampling.

Data yang dikumpulkan oleh peneliti dapat diklasifikasikan menjadi data primer dan data sekunder.

 

E. Kesimpulan

  1. Employer brand memiliki pengaruh signifikan terhadap intensi voluntary turnover karyawan, dimana dengan semakin positif persepsi karyawan terhadap employer brand perusahaan mereka akan semakin rendah intensi voluntary turnover perusahaan.
  2. Pengaruh employer brand terhadap intensi voluntary turnover karyawan dimediasi oleh komitmen organisasi, dimana persepsi karyawan terhadap employer brand perusahaan yang positif akan membuat komitmen karyawan terhadap organisasi atau perusahaan akan meningkat sehingga intensi voluntary turnover karyawan di perusahaan tersebut menjadi lebih rendah.
  3. Komitmen organisasi memiliki pengaruh signifikan yang negatif terhadap intensi voluntary turnover karyawan, dimana semakin tinggi komitmen seseorang maka semakin rendah ia memiliki intensi untuk meninggalkan perusahaan. Sementara kepuasan kerja juga memiliki pengaruh negatif terhadap intensi voluntary turnover karyawan tetapi dalam penelitian di PT. XYZ hubungan ini tidak signifikan. Kepuasan kerja dapat tidak mempengaruhi intensi voluntary turnover bila karyawan mendapati bahwa mereka memiliki peluang untuk mengubah indikator kepuasan kerja. Dalam penelitian ini PT. XYZ memiliki sistem peningkatan karier yang cepat dan adil bagi setiap karyawannya. Selain itu PT. XYZ masih di dalam tahap pertumbuhan yang memungkinkan karyawan-karyawan di perusahaan tersebut mendapatkan peluang karier juga sistem kompensasi dan benefit yang lebih baik . Sehingga saat ini kepuasan kerja tidak mempengaruhi intensi voluntary turnover karyawan.

 

Contoh Tesis Komitmen Organisasi

  1. Hubungan Antara Followership dan Komitmen Organisasi pada Karyawan Bank X
  2. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Kompensasi dengan Komitmen Organisasi Pegawai di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Grogol Petamburan
  3. Pengaruh Employer Brand Terhadap Intensi Voluntary Turnover Karyawan dengan Mediasi dari Komitmen Organisasi Dan Kepuasan Kerja (Studi Kasus PT. Asuransi Jiwa Xyz)
  4. Analisis Hubungan Antara Budaya Organisasi dan Kecerdasan Emosional dengan Komitmen Organisasi Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga
  5. Analisis Perbedaan Hubungan Identifikasi Organisasi dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT Por di Unit Kerja A Dan Unit Kerja X
  6. Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja dengan Komitmen Organisasi Aparat Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Tamansari Dua
  7. Hubungan Antara Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi dengan Kepuasan Kerja pada Tenaga Edukatif Universitas Muhammadiyah Surakarta di Solo