Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kombinasi Bisnis: Penerapan Prinsip-Prinsip Akuntansi Kombinasi Bisnis pd Transaksi

Judul Tesis : Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Akuntansi Kombinasi Bisnis pada Transaksi yang Dilakukan oleh PT ABC

 

A. Latar Belakang

Permasalahan akuntansi dan audit dalam dunia nyata umumnya kompleks dan tidak hanya membutuhkan kemampuan akuntansi namun juga membutuhkan pemahaman yang baik akan prinsip-prinsip akuntansi. Untuk membantu mendapatkan pemahaman yang baik dalam menghadapi permasalahan tersebut maka sering digunakan metode studi kasus. Studi kasus atas suatu peristiwa akuntansi yang nyata dipandang sebagai metode pembelajaran yang paling efektif (Beattie, 2012). Maka dari itu dalam pembahasan permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya, Penulis akan menggunakan metode studi kasus dengan mengambil kasus nyata atas transaksi kombinasi bisnis yang berlangsung pada tahun 2010 hingga 2011 pada PT ABC, bukan nama sebenarnya (selanjutnya disebut dengan “Perusahaan” atau “ABC” dalam pembahasan karya akhir ini).

Dimulai pada tanggal 28 Desember 2010, PT ABC mengadakan dua perjanjian jual beli dengan PT DEF (“DEF”), bukan nama sebenarnya. Perjanjian yang pertama adalah kesepakatan untuk membeli sejumlah aset dari DEF. Atas perjanjuan jual beli aset tersebut, ABC akan mendirikan suatu perusahaan baru, PT ASET (“ASET”), untuk menampung aset-aset yang diakuisisi dari DEF. Perjanjian yang kedua adalah kesepakatan untuk mengakuisisi 100% kepemilikan atas sembilan entitas pertambangan, pemegang Ijin Usaha Pertambangan (“IUP”) (selanjutnya disebut dengan “9 IUP” dalam pembahasan kasus ini).

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Mengidentifikasi apakah transaksi antara ABC, DEF, dan XYZ merupakan satu kesatuan transaksi sehingga diperhitungkan sebagai satu transaksi atau diperhitungkan sebagai dua transaksi terpisah. Hal ini penting untuk ditentukan pada awal analisa karena akan mempengaruhi penentuan pihak pengakuisisi;
  2. Menentukan pihak mana yang diakuisisi dalam transaksi yang terjadi antara ABC, DEF, dan XYZ. Setelah menentukan pihak mana yang merupakan pihak yang diakuisisi, maka selanjutnya perlu dianalisa apakah pihak tersebut dipandang sebagai suatu “bisnis” dan diperlakukan sebagai transaksi kombinasi bisnis atau bukan;
  3. Setelah menentukan pihak yang diakuisisi, maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi siapa yang menjadi pihak pengakuisisi dalam transaksi antara ABC, DEF, dan XYZ;
  4. Menentukan tanggal akuisisi;

 

C. Landasan Teori

Akuntansi Kombinasi Bisnis

Dalam konsep akuntansi, kombinasi bisnis merupakan aktivitas untuk menyatukan dua atau lebih entitas bisnis ke dalam satu entitas pelaporan keuangan (Schroeder, 2009). Terdapat dua metode akuntansi kombinasi bisnis yaitu, pooling-of-interests method dan purchase method (dikenal juga dengan metode akuisisi).

Identifikasi kombinasi bisnis

Dalam PSAK 22R ditekankan pentingnya untuk melakukan identifikasi apakah suatu transaksi atau peristiwa merupakan kombinasi bisnis atau bukan. Penentuan apakah suatu rangkaian aktivitas yang diakuisisi adalah suatu “aset” atau “bisnis” sebaiknya dilakukan due diligence atau financial feasibility study pada tahap sangat awal dalam proses bahkan ketika dilakukannya dikarenakan adanya perlakuan yang berbeda atas transaksi yang merupakan akuisisi bisnis dengan transaksi yang merupakan akuisisi aset atau kelompok aset. Perbedaan perlakuan tersebut dapat mempengaruhi pengakuan dan pengukuran dari nilai aset atau bisnis yang diakuisisi.

 

Menentukan tanggal akuisisi

Tanggal akuisisi adalah tanggal ketika pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi (PSAK 22R, para8). Umumnya pengendalian diperoleh ketika pihak pengakuisisi secara hukum menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya dan memperoleh aset serta mengambil-alih liabilitas dari pihak yang diakuisisi. Walau demikian, pengendalian dapat diperoleh sebelumnya, tergantung kapan pengendalian atas pihak yang diakuisisi tersebut dialihkan kepada pihak pengakuisisi.

 

D. Metode Penelitian

Metodologi penelitian dilakukan melalui 3 tahap yaitu: studi literatur, pengolahan data, dan penyusunan karya akhir.

 

E. Kesimpulan

  1. Transaksi antara ABC, DEF, dan XYZ merupakan satu kesatuan transaksi yang mana penyelesaian transaksi akuisisi bisnis antara ABC dan XYZ tergantung pada penyelesaian transaksi akuisisi bisnis antara ABC dan DEF. Walau demikian atas transaksi antara ABD, DEF, dan XYZ terdapat dua transaksi kombinasi bisnis yang bertahap, yaitu terjadi pertama pada tingkat XYZ dengan mengakuisisi 9 IUP dan DEF, kemudian pada tingkat ABC yaitu dengan mengakuisisi XYZ, 9 IUP, dan DEF.
  2. Dengan mempertimbangkan ciri-ciri dari perusahaan yang diakuisisi, maka pihak yang diakuisisi dalam transaksi yang terjadi antara ABC dan XYZ adalah XYZ, sedangkan pihak yang diakuisisi dalam transaksi antara ABC dan DEF adalah 9 IUP dan ASET. Selanjutnya dengan mempertimbangan unsur-unsur dari suatu “bisnis”, maka disimpulkan bahwa XYZ dan 9 IUP merupakan “bisnis” sedangkan ASET merupakan “aset”. Demikian transaksi akuisisi atas XYZ dan 9 IUP merupakan transaksi kombinasi bisnis, sedangkan transaksi akuisisi atas ASET merupakan transaksi jual beli aset.
  3. Walaupun pihak-pihak yang bertransaksi dalam akuisisi 9 IUP dan ASET adalah ABC dan DEF, namun pihak yang mengakuisisi 9 IUP dan ASET tersebut adalah XYZ. Hal ini dikarenakan pemilik akhir paska kombinasi bisnis atas 9 IUP dan ASET adalah XYZ. Selain itu, intensi manajemen dari ABC dalam mengakuisisi 9 IUP dan ASET tersebut adalah untuk kemudian dialihkan kepada XYZ. Maka dari itu XYZ merupakan pihak pengakuisisi dari 9 IUP dan ASET. Sedangkan pihak yang mengakuisisi XYZ adalah ABC.
  4. Tanggal akuisisi adalah tanggal 14 Desember 2011, dimana pada tanggal tersebut ABC telah mengendalikan kebijakan finansial dan operasional XYZ melalui penempatan direkturnya sebagai executive director.

 

Contoh Tesis Kombinasi Bisnis

  1. Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Akuntansi Kombinasi Bisnis pada Transaksi yang dilakukan oleh PT ABC