Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kinerja Pegawai : Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai di Pengembangan SDM

Judul Tesis : Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Pengembangan SDM Kementerian Keuangan

 

A. Latar Belakang Masalah

Di masa sekarang ini instansi pemerintahan dituntut untuk menciptakan kinerja pegawai yang tinggi untuk pengembangan pelayanan publik. Pemerintah harus bisa membangun sekaligus meningkatkan kinerja di dalam lingkungannya. Keberhasilan pemerintah dipengaruhi beberapa faktor, salah satu faktor yang sangat berperan adalah sumber daya manusia, karena sumber daya manusia merupakan pelaku dari keseluruhan tingkat perencanaan sampai dengan evaluasi yang mempu memanfaatkan sumber daya lainnya yang dimiliki oleh pemerintah. Keberadaan sumber daya manusia dalam suatu insansi pemerintah memegang peranan sangat penting. Sumber daya manusia memiliki potensi yang besar untuk menjalankan aktivitas pemerintahan. Potensi setiap sumber daya manusia yang ada di dalam instansi pemerintah harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan hasil kerja yang optimal.

Tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh instansi pemerintahan tidak hanya tergantung peralatan yang modern serta sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru tergantung lebih tergantung kepada manusia atau pegawai yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan suatu instansi sangat besar dipengaruhi oleh kinerja individu pegawainya. Setiap intansi pemerintahan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja pegawainya dengan harapan apa yang menjadi tujuan pemerintahan dapat tercapai.

 

B. Pokok Permasalahan

Terkait dengan persoalan kompensasi PNS, saat ini juga dapat dipandang sebagai persoalan pemerintah yang layak diagendakan sebagai suatu policy issuedan menuntut secepatnya dilakukan perbaikan. Adapun faktor-faktor yang mendasarinya yaitu : Pertama, kompensasi PNS memiliki implikasi yang berdimensi luas terhadap negara dan masyarakat. Kondisi kompensasi saat ini yang tidak adil dan layak akan berakibat pada rendahnya produktivitas PNS. Sebagai dampaknya, pelayanan terhadap masyarakat menjadi buruk, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Ini berarti secara tidak langsung kompensasi mempengaruhi kepentingan yang sangat luas, yaitu kepentingan msayarakat atau publik. Jika pelayanan masyarakat terus menerus buruk, maka tentunya akan menganggu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kedua, sistem kompensasi saat ini belum memiliki dampak terhadap kinerja PNS. Hal ini tentu juga akan menimbulkan persoalan, terutama terhadap kelancaran pelayanan publik. PNS hanya akan menjadi beban bagi pemerintah dan menjadikan anggaran tidak efektif, karena tidak memberikan kontribusi yang diharapkan.

Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Pengembangan SDM Kementerian Keuangan.”

 

C. Kerangka Teori

Definisi MSDM Sektor Publik

Dalam sektor publik, MSDM diartikan sebagai instrumen pendukung bagi proses transformasi organisasi yang merubah input menjadi output yang nantinya akan mempunyai nilai tambah bagi organisasi atau instansi serta masyarakat luas. MSDM sektor publik memusatkan kajiannya pada pencapaian kepuasan massyarakat sebagai customer yang harus dilayani. Tugas Manajemen Kepegawaian menurut (Musanef, 1992 :30) adalah :

  1. Mendapatkan pegawai yang cakap sesuai dengan kebutuhan organisasi.
  2. Menggerakkan pegawai untuk tercapainya tujuan organisasi.
  3. Memelihara dan mengembangkan kecepatan serta kemampuan pegawai untuk mendapatkan prestasi kerja yang sebaik-baiknya.

Kompensasi

Banyak pendapat mengenai konsep kompensasi,kompensasi karyawan adalah setiap bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan kepada karyawan dan timbul dari dipekerjakannya karyawan itu (Dessler, 1997: 85). Menurut Mangkunegara kompensasi merupakan sesuatu yang dipertimbangkan sebagai suatu yang sebanding. Dalam kepegawaian, hadiah yang bersifat uang merupakan kompensasi yang diberikan kepada pegawai sebagai penghargaan dari pelayanan mereka (Mangkunegara, 2001: 83). Hasibuan mendefinisikan kompensasi merupakan pengeluaran dan biaya bagi perusahaan. Perusahaan mengharapkan agar kompensasi yang dibayarkan memperoleh imbalan prestasi kerja yang lebih dari karyawan (Hasibuan, 2003: 117). Jadi, nilai prestasi kerja karyawan harus lebih besar dari kompensasi yang dibayar perusahaan, supaya perusahaan mendapatkan laba dan kontinuitas perusahaan terjamin. Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atau jasa yang diberikan kepada perusahaan.

Definisi Kinerja

Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaram, tujuan, visi, dan misi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi.Kinerja merupakan implementasi dari rencana yang telah disusun.Implementasi kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi, dan kepentingan (Wibowo, 2007:4). Istilah kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun keompok individu. Kinerja bisa diketahu hanya jika individu atau kelompok individu tersebut mempunyai criteria keberhasilan yang telah ditetapkan.Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan atau target-target tertentu yang hendak dicapai.Tanpa ada tujuan atau target, kinerja seseorang atau organisasi tidak mungkin dapat diketahui karena tidak ada tolak ukurnya (Mahsun, 2006:25).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif. Jenis penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan tujuan penelitian, manfaat penelitian, dimensi waktu penelitian, dan teknik pengumpulan data. Penelitian ini bersifat eksplanasi, yaitu penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variable-variabel yang diteliti serta pengaruh variable satu dengan variable lain.

Datahanya dikumpulkan untuk waktu tertentu saja untuk menggambarkan kondisipopulasi. Penelitian ini dilakukan padabulan Desember tahun 2012. Teknik Pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah surveidengan cara menyebarkan kuesioner untuk mendapatan data primer serta pengumpulan data maupun arsip yang terkait dengan bahan penelitian sebagai data sekunder. Menurut Rosady Ruslan, pengumpulan data merupakan suatu langkah dalam metode ilmiah melalui prosedur sistematik, logis, dan proses pencarian data yang valid, baik diperoleh secara langsung (data primer) maupun data yang tidak langsung (data sekunder) untuk keperluan analisis dan pelaksanaan pembahasan suatu riset secara benar untuk menemukan kesimpulan, memperoleh jawaban dan sebagai upaya untuk memecahkan suatu persoalan yang dihadapi oleh peneliti. (Ruslan, 2004: 27).

Pengertian dari data primer adalah data yang dihimpun secara langsung dari sumbernya dan diolah sendiri oleh lembaga yang bersangkutan untuk dimanfaatkan (Ruslan, 2004:38).

 

E. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai di Bagian Pengembangan SDM Kementerian Keuangan dapat diambil kesimpulan bahwa kompensasi mempunyai korelasi yang signifikan antara variable kompensasi dengan variable kinerja, artinya semakin baik kompensasi yang diterima pegawai akan membuat kinerja pegawai di Kementrian Keuangan Bagian Pengembangan SDM menjadi semakin meningkat.

 

Contoh Tesis Kinerja Pegawai

  1. Analisis Hubungan Pelayanan dan Kinerja Pegawai terhadap Citra Organisasi Samsat (Studi Kasus di Samsat Wilayah Jakarta Utara)
  2. Kinerja Penyidik Pegawai Negeri Sipil Pemda dalam Penegakan Peraturan Daerah (Studi Kasus Kantor Pemda Kabupaten Bekasi)
  3. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Pengembangan SDM Kementerian Keuangan
  4. Pengaruh Person-Job Fit terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediator (Studi Kasus pada Kelompok Wilayah I Direktorat Jenderal Pajak)