Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kinerja Keuangan: Pengaruh Merger & Akuisisi trhdp Kinerja Keuangan dgn Metode EVA

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Merger & Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan dan dengan Metode Economic Value Added (EVA) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI pada Periode 2004-2008

 

A. Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi dan industri perdagangan saat ini telah menyebabkan tingginya persaingan dan munculnya berbagai produk dan jasa di pasar dalam negeri maupun luar negeri yang makin meramaikan persaingan bisnis (Kompas, November 2012). Didukung dengan perkembangan tehnologi yang begitu pesat semakin mendorong pemilik atau manajemen perusahaan untuk mengembangkan usahanya dengan strategi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu perusahaan perlu mengembangkan suatu strategi yang tepat agar perusahaan bisa mempertahankan eksistensinya dan memperbaiki kinerjanya. Salah satu langkah yaitu dengan pengabungan usaha (business combine) yang pada umumnya di lakukan dalam bentuk akuisisi, merger dan konsolidasi. Menurut Sudarsanam (1999) alasan perusahaan lebih tertarik memilih merger dan akuisisi sebagai strateginya daripada pertumbuhan internal (organic growth) adalah karena merger dan akuisisi dianggap langkah cepat untuk mewujudkan tujuan perusahaan di mana perusahaan tidak perlu memulai dari awal pada bisnis baru. Sesuai dengan peraturan pemerintah Republik Indonesia No.27 menyebutkan akuisisi sebagai pengambil alihan, merger sebagai penggabungan dan konsolidasi sebagai peleburan (Moin, 2004).

Di Indonesia akuisisi mulai berlangsung pada tahun 1970, di lakukan oleh bank-bank dengan harapan agar dapat memperkuat struktur modal dan memperoleh keringanan pajak. Hal ini didukung pemerintah dengan aturan-aturan hukumnya. Di Indonesia akuisisi lebih sering terjadi dibandingkan dengan merger, karena pemilik perusahaan lebih nyaman dengan kepemilikian asset dan saham secara pribadi dalam jumlah besar (Yudyatmoko dan Na’im, 2000).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan kinerja perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 2004-2008?
  2. Apakah terdapat perbedaan kinerja perusahaan pasca merger dan akuisisi antara akuisisi konglomerat dan non-konglomerat yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 2004-2008?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Penggabungan Usaha

Penggabungan usaha merupakan salah satu strategi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan mengembangkan perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Nomor 12 (PSAK No.22) mendefinisikan penggabungan badan usaha sebagai:

“Bentuk penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain ataupun memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain (Ikatan Akuntan Indonesia, 1999).”

Macam Penggabungan Usaha

Menurut Ross (2005), ada berbagai macam bentuk penggabungan badan usaha yang dilaksanakan oleh perusahaan yaitu:

1. Merger

Merger merupakan penggabungan dua perusahaan atau lebih dimana perusahaan pelaku merger akan mengambil alih seluruh aset dan kewajiban perusahaan target.

2. Akuisisi

Akuisisi atau pengambilalihan yaitu perusahaan pengakuisisi mengambil alih kendali atas perusahaan targetnya. Perusahaan yang diakuisisi tidak perlu dibubarkan ataupun merubah operasional perusahaan, namun perusahaan akan kehilangan eksistensinya karena perubahan yang pasti terjadi adalah kepemilikan atas perusahaan yang diakuisisi.

3. Konsep Economic Value Added (EVA)

Economic Value Added (EVA) merupakan suatu sistem manajemen keuangan yang digunakan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan, yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta jika perusahaan  mampu memenuhi semua biaya operasi (operating cost) dan biaya modal (cost of capital).

 

D. Metodelogi Peneltian Tesis 

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian karya akhir ini menggunakan uji deskripsi dan uji statistik.

Metode penelitian ini menggunakan rasio keuangan yang digunakan untuk membandingkan kinerja sebelum dan sudah terjadinya akuisisi sampai periode tahun 2011.

Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur go public yang melakukan akuisisi pada periode tahun 2004-2008.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat kuantitatif mengenai laporan keuangan tahunan dan harga saham.

 

E. Kesimpulan

  1. Untuk uji perhitungan kinerja dengan menggunakan wilcoxon signed rank test, menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat 3 parameter yang mengalami perubahan yang signifikan yaitu EVA, ROE, Total Asset Turnover antara 3 tahun sebelum dan sesudah melakukan merger dan akuisisi. Hal ini disebabkan karena pada umumnya pihak yang mendapatkan benefit dari proses akuisisi adalah perusahaan target, dimana kebanyakan perusahaan pengakuisisi memiliki nilai ekonomis yang lebih besar daripada perusahaan target.
  2. Hasil pengujian berikutnya dengan menggunakan T-test menunjukkan bahwa hanya beberapa rasio yang mengalami perubahan secara signifikan antara akuisisi konglomerat dan non-konglomerat yaitu Current ratio, Quick ratio, Debt to equity. Dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara perusahaan multi segmen dan perusahaan yang memiliki segmen tunggal. Kinerja perusahaan yang melakukan diversifikasi terbukti lebih rendah daripada perusahaan yang fokus pada 1 bisnis. Hal ini berarti strategi diversifikasi perusahaan yang dilakukan oleh mayoritas perusahaan manufaktur belum memberikan hasil yang optimal terhadap kinerja.
  3. Untuk hasil perhitungan EVA didapatkan 10 perusahaan yang mengalami kenaikan pada EVA secara signifikan, dengan kenaikan terbesar yang dialami oleh PT Indofood Sukses Makmur. Sedangkan 7 perusahaan sisanya mengalami penurunan pada tingkat total EVA, dengan penurunan terbesar yang dialami oleh PT Barito Pacific Timber. Dapat disimpulkan bahwa, pada perusahaan manufaktur yang melakukan merger & akuisisi telah berhasil meningkatkan nilai ekonomis perusahaan.

 

Contoh Tesis Kinerja Keuangan

  1. Analisis Pengaruh Kinerja Jasa Penyelenggaraan Diklat Terhadap Kepuasan Peserta Dan Perilaku Minat Pasca Diklat (Studi Kasus pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anggaran, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan)
  2. Analisis Pengaruh Kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
  3. Analisis Pengaruh Merger Dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan dan Dengan Metode Economic Value Added (EVA) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI
  4. Analisis dan Pengukuran Kinerja Keuangan untuk Meningkatkan Profitabilitas PDAM Dati II Kab. Tangerang
  5. Analisis Atas Sistem Pelaporan Keuangan Pertamina dan Dampaknya terhadap Penilaian Kinerja Perusahaan
  6. Analisa Pengaruh Eksternal terhadap Kinerja Keuangan Bank Syariah (Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia)
  7. Analisa Kinerja Trafik Sentralisasi Proses Administrasi Lelang Menggunakan 3 Koneksi VPN (Virtual Private Network) pada Aplikasi E-Auction di DJPLN Departemen Keuangan RI
  8. Analisa Kinerja Keuangan Bank Syariah Ditinjau dari Pengaruh Eksternal (Studi Kasus Bank Syariah Mandiri Periode Januari 2001 – Juni 2003)
  9. Analisa Kinerja Keuangan Sebuah Perusahaan Kontrak Production Sharing Pertamina X