Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Praktik Klinik Warga Kota pd Pasien Kolelitiasis

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 RSPAD Gatot Soebroto

 

A. Latar Belakang

Adaptasi masyarakat terhadap kondisi dan lingkungan membuat masyarakat mengubah perilaku dan gaya hidup mereka. Salah satu perubahan perilaku dan gaya hidup yang dilakukan oleh masyarakat adalah terkait kebiasaan dalam mengkonsumsi makanan cepat saji, berlemak, dan berkolesterol. Makanan yang berlemak dan berkolesterol dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung koroner dan kolelitiasis. Kolelitiasis atau dikenal sebagai penyakit batu empedu merupakan penyakit yang di dalamnya terdapat batu empedu yang dapat ditemukan di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu atau pada kedua-duanya. Mowat (1987) dalam Gustawan (2007) mengatakan kolelitiasis adalah material atau kristal tidak berbentuk yang terbentuk dalam kandung empedu.

Komposisi dari batu empedu merupakan campuran dari kolesterol, pigmen empedu, kalsium dan matriks inorganik (Gustawan, 2007). Kandung empedu merupakan sebuah kantung yang terletak di bawah hati yang mengonsentrasikan dan menyimpan empedu sampai dilepaskan ke dalam usus. Fungsi dari empedu sendiri sebagai ekskretorik seperti ekskresi bilirubin dan sebagai pembantu proses pencernaan melalui emulsifikasi lemak oleh garam-garam empedu (Smeltzer dan Bare, 2002). Selain membantu proses pencernaan dan penyerapan lemak, empedu juga berperan dalam membantu metabolisme dan pembuangan limbah dari tubuh, seperti pembuangan hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan

 

B. Perumusan Masalah

Cepatnya urbanisasi populasi masyarakat dari desa ke perkotaan membuat masyarakat harus beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan yang ada. Adaptasi masyarakat terhadap kondisi dan lingkungan membuat mayarakat mengubah perilaku dan gaya hidup mereka. Salah satu perubahan perilaku dan gaya hidup yang dilakukan oleh masyarakat adalah terkait kebiasaan dalam mengkonsumsi makanan cepat saji, berlemak, dan berkolesterol. Makanan berlemak dan berkolesterol merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan batu empedu. Kasus kolelitiasis yang meningkat pada masyarakat di Indonesia dan Afrika dilaporkan karena kebiasaan makan (peningkatan asupan kalori, kolesterol tinggi/lemak) dan perubahan gaya hidup. Di RSPAD Gatot Soebroto, rata-rata pasien yang mengalami kolelitiasis dan dirawat dilantai 5 bedah dari bulan Februari sampai Juni berjumlah empat orang.

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Dasar KKMP

Perkembangan dan pertumbuhan masyarakat di daerah perkotaan dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi dari desa ke kota-kota besar. Cepatnya urbanisasi populasi masyarakat dari desa ke perkotaan membuat masyarakat harus beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan yang ada. Adaptasi masyarakat terhadap kondisi dan lingkungan menjadi salah satu yang menentukan derajat kesehatan masyarakat itu sendiri. Hal ini sesuai dengan hasil Riskesdas tahun 2007 yang menyebutkan bahwa derajat kesehatan masyarakat yang masih belum optimal pada hakikatnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan genetika. Kalangan ilmuwan umumnya berpendapat bahwa determinan utama dari derajat kesehatan masyarakat tersebut, selain kondisi lingkungan, adalah perilaku masyarakat (Jaji, 2012). Oleh karena itu, untuk mengurangi perilaku masyarakat yang kurang sehat diperlukan informasi kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan mayarakat.

Pengertian Kolelitiasis

Kolelitiasis atau dikenal sebagai penyakit batu empedu merupakan penyakit yang di dalamnya terdapat batu empedu yang dapat ditemukan di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu atau pada kedua-duanya. Mowat (1987) dalam Gustawan (2007) mengatakan kolelitiasis adalah material atau kristal tidak berbentuk yang terbentuk dalam kandung empedu.

Proses Keperawatan Pengkajian

Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien (Lyer et al (1996) dalam Setiadi (2012)). Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metode, yaitu wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik.

 

D. Laporan Kasus Kelolaan Utama

Ny. S usia 65 tahun masuk ke RSPAD Gatot Soebroto pada tanggal 23 April 2013 dengan diagnosa medis Cholelitiasis Simptomatik.

Diagnosa keperawatan prioritas yang diambil adalah defisiensi pengetahuan terkait diet rendah lemak berhubungan dengan kondisi klien postop laparaskopi kolesistektomi dan terpasang T-tube.

Evaluasi keperawatan dari intervensi pendidikan kesehatan tentang Diet Rendah Lemak yang kedua berdasarkan data subjektif adalah klien mengatakan sudah paham dan mengerti.

 

E. Kesimpulan

Pada kasus kolelitiasis yang dialami oleh klien dapat disimpulkan bahwa penyebab kolelitiasis klien adalah usia klien yang berumur 65 tahun, riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal, dan kebiasaan makan klien yang sering mengkonsumsi makanan berlemak dan bersantan.

Dari hasil data penyebab kolelitiasis yang dialami klien, batu empedu yang mungkin dialami klien adalah batu kolesterol. Batu kolesterol yang terbentuk terjadi ketika konsentrasi kolesterol dalam saluran empedu melebihi kemampuan empedu untuk mengikatnya dalam suatu pelarut, kemudian terbentuk kristal yang selanjutnya membentuk batu. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan sekresi kolesterol oleh hati dan penurunan sintesis asam empedu yang dapat mengakibatkan supersaturasi getah empedu oleh kolesterol yang kemudian keluar dari getah empedu, mengendap, dan membentuk batu. Cairan empedu yang berfungsi sebagai pembantu proses penyerapan lemak dengan cara emulsifikasi lemak tidak berfungsi secara optimal karena kadar kolesterol yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukannya informasi kepada klien tentang diet rendah lemak untuk mencegah terjadinya hipersaturasi cairan empedu kembali pasca pembedahan.

Berdasarkan hasil pengkajian, klien belum tahu tentang apa yang dimaksud dengan diet rendah lemak, pentingnya diet rendah lemak untuk dirinya, dan makanan apa saja yang mengandung lemak. Oleh karena itu, masalah keperawatan yang muncul pada klien adalah defisiensi pengetahuan. Klien diberikan pendidikan kesehatan terkait diet rendah lemak.

Evaluasi keperawatan setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan tentang diet rendah lemak adalah klien mengerti, paham, dan dapat menyebutkan tentang diet rendah lemak, pentingnya diet rendah lemak untuk dirinya, makanan apa saja yang mengandung lemak, diet atau nutrisi apa saja yang baik untuk klien dan pembuatan menu harian yang dilakukan oleh klien dan keluarga.

Masalah yang ditemui saat pemberian implementasi adalah lingkungan dan kondisi klien yang kurang kondusif untuk diberikan pendidikan kesehatan.

Lingkungan dan kondisi klien ini menyebabkan konsentrasi klien tidak optimal dalam menerima materi yang disampaikan. Oleh karena itu, pentingnya kontinuitas pengulangan materi sebagai pengingat untuk klien terhadap materi yang telah disampaikan.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati