Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Praktik Klinik Perkotaan pd Klien dgn Ibu Hamil

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta

 

A. Latar Belakang

Bekerja dengan kondisi hamil dapat meyebabkan risiko terhadap ibu dan janinya. Penelitian yang dilakukan Crisna (2005) menyatakan bahwa perempuan yang bekerja sangat rentan mengalami stres fisik dan mental. Stres terhadap beban kerja di kantor dan dirumah serta aktivitas kantor yang melelahkan menjadi salah satu masalah serius bagi ibu hamil. Loomans et all (2012) mengemukakan ibu hamil yang mengalami masalah psikososial seperti stres akan lebih rentan melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR) dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami masalah psikologis. Lebih lanjut penelitian tersebut menyatakan tekanan pekerjaan menjadi salah satu penyebab stres yang dialami oleh ibu hamil.

Berdasarkan hal tersebut di atas, fenomena ibu hamil yang bekerja sangat menarik untuk diberikan asuhan keperawatan yang holistik meliputi biopsikososial dan kultural khususnya dalam keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan (KKMP) mengingat banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan, baik terhadap kesehatan ibu bekerja itu sendiri maupun bayi yang dikandungnya. Konsep asuhan keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan merupakan salah satu bagian integral dari pelayanan kesehatan dimana fokus asuhan keperawatan yang diberikan tidak hanya meliputi lingkup asuhan keperawatan individu namun juga melibatkan lingkungan dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling terkait. Pada pemberian asuhan keperawatan KKMP pada ibu hamil bekerja yang dilakukan selama periode kehamilan, persalinan dan menyusui, diharapkan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi.

 

B. Rumusan Masalah

Dewasa ini, kaum perempuan khususnya yang tinggal di perkotaan cenderung untuk berperan ganda baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai perempuan karir. Seiring meningkatnya pertumbuhan dan kepadatan penduduk di daerah perkotaan berdampak pada persaingan ekonomi yang semakin ketat sehingga menyebabkan setiap individu dalam masyarakat perkotaan dituntut untuk lebih berusaha dan bekerja lebih keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada akhirnya tidak sedikit perempuan tetap bekerja dalam kondisi hamil demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Semakin meningkatnya jumlah perempuan yang bekerja akan meningkatkan risiko perempuan terpapar bahaya selama bekerja terutama pada perempuan dengan kehamilan (Kalsum, 2005).

 

C. Tinjauan Pustaka

Ibu Bekerja

Menurut Ihromi (1990) yang dimaksud ibu bekerja adalah wanita yang sudah bersuami dalam kehidupan atau kegiatan sehari-harinya bekerja diluar rumah mencari nafkah baik sebagai pegawai negeri atau swasta. Matlin (1987) mendefinisikan wanita bekerja sebagai wanita yang bekerja diluar rumah, menerima uang untuk apa yang mereka kerjakan atau mendapatkan gaji dari apa yang mereka lakukan.

Ibu Bekerja dan Menyusui

Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu (Biancuzzo, 2000). Menyusui menjadi sebuah tantangan bagi ibu bekerja. Pada akhirnya, ibu-ibu sering kali berhenti menyusui pada awal kehidupan bayi dan lebih memilih untuk memberikan susu formula pada bayi-bayi mereka. Tempat bekerja memberikan kontribusi kepada penurunan angka menyusui wanita bekerja (Murtagh & Mounton, 2011). Ibu pekerja akan melakukan penyapihan dini kepada bayinya jika tempat bekerja tidak mendukung dan memfasilitasi pekerja perempuan untuk memberikan ASI kepada bayinya.

Pemerahan dan Penyimpanan ASI

Memeras ASI direkomendasikan setiap tiga sampai empat jam saat ibu dan bayi berpisah. Bayi mengosongkan ASI dari payudara ibu dengan gerakan peristaltik lidah yang memberikan tekanan sekaligus perasan pada area sekitar puting (areola) sehingga ASI memancar ke mulut bayi. Bayi menghisap ASI dengan memberikan tekanan pada payudara sekitar 50-220 mmHg. Mesin dapat memberikan tekanan yang lebih besar, sehingga kerap kali menimbulkan rasa tidak nyaman kepada ibu.

 

D. Metodelogi Penelitian

Berbagai masalah keperawatan yang ditemukan pada klien kelolaan pada masa antenatal (ansietas dan kesiapan meningkatkan nutrisi) hingga postnatal (risiko infeksi dan kesiapan meningkatkan pemberian ASI). Menyusui eksklusif seringkali menjadi kendala bagi ibu postnatal yang kembali bekerja. Implementasi yang dilakukan selama 3 kali (1 kali di RSUPN Cipto Mangunkusumo dan 2 kali kunjungan rumah) pertemuan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu memberikan edukasi dan demonstrasi perawatan payudara, pemerahan dan penyimpanan ASI.

 

E. Kesimpulan

Ibu hamil bekerja merupakan fenomena yang sangat umum terjadi pada masyarakat perkotaan karena mengingat populasi ibu bekerja yang semakin berkembang, khususnya dalam menjalani masa kehamilan. Ibu hamil yang bekerja memiliki risiko mengalami komplikasi kehamilan atau persalinan yang lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak bekerja. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian khusus dalam upaya meningkatkan status kesehatan pada pekerja perempuan.

Kasus kehamilan pada ibu bekerja di wilayah perkotaan, misalnya kasus pada klien kelolaan yang menjalani masa kehamilannya sambil bekerja. Klien melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta. Berbagai masalah keperawatan yang ditemukan pada masa antenatal hingga postnatal.

Masalah keperawatan yang ditemukan pada klien saat pengkajian antenatal yaitu ansietas dan kesiapan meningkatkan nutrisi. Masalah keperawatan tersebut diatasi dengan melakukan intervensi keperawatan. Klien diberikan pendidikan kesehatan mengenai nutrisi untuk ibu hamil.

Selain itu, masalah keperawatan yang ditemukan pada klien saat pengkajian postnatal yaitu risiko infeksi dan kesiapan meningkatkan pemberian ASI. Klien diberikan pendidikan kesehatan mengenai perawatan perineum di rumah dan mengenai ASI serta manajemen laktasi. Hasil intervensi selama 3 kali pertemuan termasuk kunjungan rumah didapat klien mampu menyusui bayinya dengan sedikit bantuan dari perawat sehingga masalah keperawatan yang terjadi dapat teratasi.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati