Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Praktik Klinik Perkotaan pd Anak dgn Gizi Buruk

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati

 

A. Latar Belakang

Depkes (2011) menyatakan bahwa gizi buruk menggambarkan keadaan gizi anak yang ditandai dengan satu atau lebih tanda berikut yaitu sangat kurus, edema (minimal pada kedua punggung kaki), BB/PB atau BB/TB < -3 SD, LLA < 11.5 cm untuk anak usia 6-59 bulan. Dua gejala ekstrim yang terjadi pada anak dengan gizi buruk berat adalah marasmus dan kwashiorkor. Gizi buruk atau kurang energi protein (KEP) terus menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia sampai saat ini, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun (Hockenberry & Wilson, 2009).

Kelompok anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sehingga menyebabkan lebih mudah terkena masalah nutrisi. (Nurhalinah, 2006; Davis & Sherer, 1994 dalam Fitriyani, 2009). Hal ini dapat diperparah jika bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah sehingga pertumbuhan dan perkembangan terganggu sebagai akibat dari kekurangan nutrisi. Anak usia di bawah lima tahun yang sehat atau kurang gizi dapat diketahui dari pertambahan berat badannya. Bila pertambahan berat badan sesuai dengan pertambahan umur menurut suatu standar organisasi kesehatan dunia, anak tersebut dapat dikatakan bergizi baik. Bila sedikit di bawah standar dikatakan bergizi kurang dan bila jauh di bawah standar dikatakan gizi buruk.

 

B. Perumusan Masalah

Depkes (2011) menyatakan bahwa gizi buruk menggambarkan keadaan gizi anak yang ditandai dengan satu atau lebih tanda berikut yaitu sangat kurus, edema (minimal pada kedua punggung kaki), BB/PB atau BB/TB < -3 SD, LLA < 11.5 cm untuk anak usia 6-59 bulan. Gizi buruk atau kurang energi protein (KEP) terus menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia sampai saat ini, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun (Hockenberry & Wilson, 2009). KEP rentan terjadi terutama pada anak di bawah lima tahun. Hal ini ditunjukkan dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 yang menunjukkan bahwa prevalensi masalah kurang gizi pada balita di DKI Jakarta sebesar 11,3% (Nasional 17,9%) sementara masalah postur pendek sebesar 26,6% (Nasional 35,6%) dan masalah kekurusan 11,3% (Nasional 13,3%). Selain itu, hasil South East Asia Nutritions Surveys (SEANUTS) oleh Dr. Sandjaja, MPH menunjukkan sekitar 24.1% anak laki-laki dan 24.3% anak perempuan Indonesia mengalami ukuran tubuh pendek (stunting) (Redaksi, 2012). Data di atas juga diperkuat dengan data di ruang rawat anak Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati yang mencatat bahwa setidaknya ada 14 anak dengan gizi buruk yang dirawat pada bulan Januari sampai Mei 2013. Gizi buruk pada balita perlu segera ditangani karena gizi buruk dapat mengganggu perkembangan fisik dan kecerdasan anak, menyebabkan kelainan pada organ tubuh, menyebabkan gangguan pada sistem endokrin, bahkan kematian bila disertai penyakit infeksi (Pudjiadi, 2000 dalam Sulistiyawati, 2011).

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Gizi Buruk

Depkes (2003, dalam Sulistiyawati, 2011) menjelaskan bahwa gizi buruk adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan karena kurang asupan energi dan protein juga mikronutrien dalam jangka waktu lama dan disebabkan oleh faktor langsung dan tidak langsung.

Status Gizi

Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh adanya keseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan zat gizi oleh tubuh untuk berbagai proses biologis yang terlihat melalui suatu indikator gizi (Depkes (2009) & Waspadji (2003) dalam Sulistiyawati, 2011).

Diagnosis Keperawatan Terkait Masalah Gizi Buruk

Berdasarkan buku diagnosis keperawatan NANDA (2012) dan Carpenito (2008), diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada balita dengan gizi buruk yaitu ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, kurang pengetahuan keluarga, dan risiko infeksi. Bila anak dirawat di rumah sakit dan dilakukan tindakan invasif serta telah terpapar penyakit infeksi seperti diare dan tuberculosis, diagnosis tambahan yang dapat ditegakkan yaitu risiko penyebaran infeksi, kekurangan volume cairan, atau risiko kekurangan volume cairan. Tidak semua diagnosis tersebut terdapat dalam satu pasien dan pada setiap pasien diagnosis yang ada dapat berbeda tergantung dari penyakit penyerta dan kondisi pasien tersebut.

 

D. Metodelogi Penelitian

Data yang diambil berasal dari dua orang anak gizi buruk, yaitu An. A (9 bulan) dan An. M (8 bulan). Gejala yang didapatkan dari hasil pengkajian meliputi tampak kurus, indeks BB/PB -3 SD, LLA < 11.5 cm, dan terdapat baggy pants.

 

E. Kesimpulan

  1. Pada balita dengan gizi buruk pengkajian yang perlu dilakukan yaitu pemeriksaan antropometri, riwayat diet anak, penampilan anak secara klinis, dan hasil laboratorium. Pada kasus kelolaan, hasil pengkajian yang didapatkan meliputi anak tampak kurus, BB/PB < -3 SD, LLA < 11.5 cm, terdapat baggy pants, asupan makan anak tidak sesuai usia, hasil pemeriksaan trigliserida di atas normal.
  2. Rencana keperawatan untuk balita dengan gizi buruk terutama terkait ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan perlu mempertimbangkan penyakit penyerta dan kondisi anak.
  3. Keterlibatan keluarga dalam implementasi yang dilakukan dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berperan penting dalam mempengaruhi keberhasilan terapi.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati