Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Praktik Klinik Kesehatan Perkotaan pd Pasien DM

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati

 

A. Latar Belakang

Perawatan kaki secara teratur dapat mengurangi penyakit kaki diabetik sebesar 50-60% yang mempengaruhi kualitas hidup (The Centers for Disease Control and Prevention [2009], dalam Heitzman, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Ariyanti (2012), menunjukkan bahwa perawatan kaki mandiri merupakan variabel yang paling berhubungan dengan resiko ulkus kaki diabetes dan penggunaan alas kaki yang baik mampu mencegah resiko ulkus kaki diabetes. Singh, Armstrong, & Lipsky (2005) menyatakan manajemen perawatan kaki secara mandiri yang tepat meningkat dari 32% menjadi 48% dan ada kecenderungan penurunan amputasi ekstremitas bawah. Sehingga peran perawat sebagai penyuluh sangatlah penting dalam memberikan edukasi kepada penderita DM untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang perawatan kaki.

Berdasar data-data tersebut peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dan penyuluh sangatlah penting dalam usaha preventif dan promotif bagi penderita DM yang dilakukan salah satunya dengan memberikan edukasi mengenai perawatan DM. Kemauan melakukan perawatan kaki diabetik maka diabetisi harus mempunyai niat yang tinggi karena perawatan kaki diabetik ini harus dilakukan secara teratur jika ingin benar-benar mendapatkan kualitas hidup yang baik. Pemeriksaan dan perawatan kaki diabetes merupakan semua aktivitas khusus (senam kaki, memeriksa dan merawat kaki) yang dilakukan individu yang beresiko sebagai upaya dalam mencegah timbulnya ulkus diabetikum.

 

B. Perumusan Masalah

Komplikasi jangka panjang pada DM mengakibatkan timbulnya gangguan pembuluh darah, gangguan persyarafan, dan infeksi. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya masalah kaki diabetik. Masalah kaki diabetik dapat dimanifestasikan sebagai ulkus, gangren dan artropati Charcot. Masalah kaki diabetik yang timbul dapat dicegah dengan salah satu upaya pemberian edukasi tentang perawatan kaki. Tetapi upaya-upaya tersebut belum optimal. Perawat berperan penting dalam upaya preventif dan promotif untuk meningkatkan pengetahuan diabetisi dengan memberikan edukasi mengenai perawatan kaki diabetik.

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Kesehatan masyarakat perkotaan

Keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan keperawatan langsung (direction) terhadap individu, keluarga dan kelompok didalam konteks komunitas serta perhatian lagsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat dan mempertimbangkan masalah atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi individu, keluarga serta masyarakat.

Konsep Diabetes Mellitus

Diabetes Militus adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat (Price & Wilson, 2005). Menurut Robbin & Cottrans (2010), diabetes mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multi sistem dan mempunyai karakteristik hyperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. Berdasar kedua definisi tersebut diabetes mellitus terjadi akibat 2 faktor utama yaitu adanya defisiensi insulin dan faktor kedua karena kerja insulin yang tidak adekuat. Pada akhirnya hyperglikemi yang terjadi lama menyebabkan gangguan multi sistem.

 

Perawatan Kaki Diabetik

Pemeriksaan kaki dan pelajaran tentang perawatan kaki penting untuk dilakukan ketika menghadapi pasien yang berisiko tinggi mengalami infeksi kaki. Beberapa ciri resiko tinggi seperti lama penyakit diabetes yang melebihi 10 tahun, usia pasien yang lebih dari 40 tahun, riwayat merokok, penurunan denyut nadi perifer, penurunan sensibilitas, kontrol gula darah yang rendah, kerusakan penglihatan, deformitas anatomis atau bagian yang menonjol (seperti bunion dan kalus), dan riwayat ulkus kaki atau amputasi (Singh, Armstrong, & Lipsky, 2005)

 

D. Metodelogi Penelitian

Edukasi perawatan kaki dilakukan karena saat pengkajian ditemukan keluhan adanya rasa baal dan kebas pada kedua kaki, riwayat penyembuhan luka yang lama, riwayat amputasi plantar digiti 1 dextra, dan klien tidak mengetahui tentang perawatan kaki.

Tindakan amputasi bisa dihindari melalui deteksi dini yang dilakukan dengan cara memeriksakan kaki secara teratur setiap hari.

Pemeriksaan kaki diabetik perlu dilakukan secara menyeluruh, baik sebelum luka muncul maupun setelah terjadi luka, untuk itu sangat penting bagi diabetisi mendapat edukasi mengenai perawatan kaki.

 

E. Kesimpulan

Peningkatan kejadian DM berhubungan dengan peningkatan faktor risiko akibat perubahan gaya hidup seiring dengan perkembangan dunia yang makin modern, pertumbuhan populasi dan peningkatan usia harapan hidup. Diabetes adalah penyebab utama ke-empat kematian secara global dan diabetik neuropati perifer adalah salah satu faktor predisposisi yang paling umum menyebabkan ulserasi kaki dan yang paling sering menyebabkan klien diabetes masuk ruang perawatan rumah sakit.

Penderita diabetes melitus (DM) dalam perjalanan penyakitnya akan mengalami komplikasi ulkus diabetika terutama ulkus kaki diabetika bahkan sampai memerlukan tindakan amputasi. Tindakan amputasi bisa dihindari melalui deteksi dini dengan cara memeriksakan kaki secara teratur setiap hari. Edukasi yang diberikan dalam upaya meningkatkan kemandirian klien baik dalam upaya promotif, preventif, maupun kuratif. Keperawatan kesehatan komunitas merupakan proses keperawatan yang digunakan untuk dapat mencapai tingkat kesehatan yang optimal yang meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan resosialitatif.

Masalah yang didapatkan pada kasus Tn H.S di dapatkan 5 masalah keperawatan, yaitu 2 masalah keperawatan aktual dan 3 masalah keperawatan resiko. Manajemen perawatan kaki dilakukan untuk mengatasi masalah keperawatan resiko injuri: cedera kaki berhubungan dengan kurang pengetahuan akan perawatan kaki dan neuropati perifer. Manajemen perawatan kaki yang dilakukan mencakup pengkajian kaki diabetik, cara menjaga kebersihan kaki, memeriksa kondisi kaki, mencegah cedera, memotong kuku kaki yang benar, penggunaan alas kaki, dan cara latihan kaki yang baik.

Hasil evaluasi yang didapatkan pada Tn H.S terlihat kaki klien lebih lembab, kulit tidak kering lagi, kaki terlihat bersih. Klien mengatakan nyaman setelah dilakukan perawatan kaki dengan dibersihkan sabun dan diberi lotion. klien mampu menyebutkan dan mendemonstrasikan ulang cara perawatan kaki sederhana dan cara pemeriksaan kaki sendiri. Mampu menyebutkan ulang cara modifikasi mencegah faktor resiko dan cedera yang memperburuk masalah kaki. Klien mampu mendemostrasikan ulang cara latihan pergerakan sendi aktif di ekstremitas saat tirah baring. Evaluasi ini menunjukkan implementasi yang dilakukan diharapkan dapat mencegah terjadinya ulkus diabetik pada penderita DM.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati