Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Praktik Klinik Kesehatan Kota pd Klien Ibu Hamil

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta

 

A. Latar Belakang

Kehidupan modern masyarakat daerah perkotaan dewasa ini menuntut wanita berperan ganda dalam mengurus rumah tangga dan bekerja diluar rumah. Saat wanita menjalani karirnya ia dituntut untuk dapat berperan sebagai seorang istri juga sebagai seorang pekerja. Tidak jarang peran ganda ini akhirnya menimbulkan konflik peran pada wanita karir yang telah berkeluarga. Alteza & Hidayati (2009) menyatakan penyebab munculnya work family conflict pada wanita pekerja bersumber baik dari pekerjaan mapun keluarga. Menurut Ingranurindani (2008) peran ganda sebagai pekerja maupun ibu rumah tangga memberikan tuntutan yang lebih besar dari biasanya. Dalam menjalankan tanggungjawabnya wanita pekerja sangat rentan mengalami masalah psikologis. Stress dapat timbul ketika wanita pekerja menghadapi tekanan yang tinggi dari tempatnya bekerja maupun dari keluarganya yang kemudian tidak diiringi kemampuan untuk menyeimbangkan tugas-tugasnya. Lebih lanjut Alteza & Hidayati mengemukakan dampak negatif work family conflict yang dirasakan oleh wanita pekerja adalah gangguan psikologis dan gangguan kesehatan yang akan berpengaruh terhadap kemampuannya menyelesaikan pekerjaan di kantor maupun dirumah.

Karir bagi seorang wanita menjadi salah satu cara untuk memanfaatkan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki serta sarana aktualisasi diri. Siregar (2007) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa alasan utama ibu untuk bekerja adalah memanfaatkan pendidikan yang dimiliki. Sebagian wanita bekerja karena kondisi rumah tangga yang menuntut agar mereka ikut berperan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Basri (2013) menyatakan kecenderungan ibu memilih kembali bekerja setelah melahirkan tidak semata-mata karena perasaan senang bekerja melainkan untuk ikut berperan mendukung ekonomi rumah tangga.

 

B. Perumusan Masalah

Dewasa ini wanita dituntut berperan ganda dalam mengurus rumah tangga dan bekerja diluar rumah. Seiring meningkatnya pertumbuhan dan kepadatan penduduk di daerah perkotaan berdampak pada persaingan ekonomi yang semakin ketat sehingga menyebabkan setiap individu dalam masyarakat perkotaan dituntut untuk lebih berusaha dan bekerja lebih keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada kondisi rumah tangga menengah kebawah, bekerja menjadi suatu keharusan sebagai bentuk dukungan finansial secara ekonomi untuk keluarganya. Pada akhirnya tidak sedikit wanita tetap bekerja dalam kondisi hamil demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Masyarakat

Koentjaraningrat (2002) menjabarkan definisi masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama. Menurut Selo Soemardjan dalam Soekanto (2006) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut (Horton & Hunt, 2006).

Definisi Bayi Prematur

Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang atau sama dengan 37 minggu tanpa memperhatikan berat badan lahir (Wong, 2009). Menurut Nelson (2000) bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dihitung mulai hari pertama menstruasi terakhir dan dianggap sebagai periode kehamilan memendek. Prematuritas dan berat lahir rendah biasanya terjadi secara bersamaan terutama pada bayi dengan berat 1500 gram atau kurang saat lahir. Keduanya berkaitan dengan terjadinya peningkatan morbilitas dan mortalitas neonatus.

Defenisi BBLR

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram (Prawirohardjo, 2007). Klasifikasi bayi berat lahir rendah menurut umur kehamilan (proverawati & Ismawati, 2010), yaitu:

  • Prematuritas murni dengan karakteristik bayi lahir dengan umur kehamilan kurang dari 37 minggu dan mempunyai berat badan sesuai dengan berat badan untuk masa kehamilan atau disebut Neonatus Kurang Bulan – Sesuai Masa Kehamilan (NKB-SMK).
  • Dismaturitas, dengan karakteristik bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan. Dismatur ini dapat juga disebut Neonatus Kurang Bulan – Kecil untuk Masa Kehamilan (NKB- KMK), Neonatus Cukup Bulan-Kecil Masa Kehamilan (NCBKMK), Neonatus Lebih Bulan-Kecil Masa Kehamilan (NLB-KMK) (Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, 2002).

 

D. Metode Penelitian

Hasil pengkajian didapatkan klien kurang mendapatkan informasi mengenai perawatan payudara, teknik memerah ASI, dan penyimpanan ASI. Implementasi yang dilakukan selama 3 kali (1 kali di RSUPN Cipto Mangunkusumo dan 2 kali kunjungan rumah) pertemuan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melakukan edukasi dan demonstrasi cara perawatan payudara, teknik memerah ASI, dan penyimpanan ASI.

 

E. Kesimpulan

Kehidupan masyarakat daerah perkotaan menuntut wanita ikut berperan dalam mendukung ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan bekerja. Faktor-faktor yang mendorong wanita untuk bekerja adalah kurangnya pendapatan suami dan biaya hidup yang tinggi di daerah perkotan. Hal tersebut juga menjadi alasan bagi wanita hamil untuk tetap bekerja walaupun dalam kondisi hamil. Peran ganda sebagai seorang pekerja maupun ibu rumah tangga memberikan tuntutan yang lebih besar dari biasanya dan menjadi penyebab munculnya work family conflict pada wanita pekerja. Stress terhadap beban kerja di kantor dan di rumah serta aktivitas kantor yang melelahkan menjadi faktor risiko bagi ibu hamil pekerja untuk melahirkan bayi prematur dan BBLR.

Kasus ibu hamil pekerja di daerah perkotaan, misalnya kasus Ny. R (27 tahun) dengan status sebagai karyawan swasta dalam kondisi hamil 32 minggu melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Berbagai masalah keperawatan ditemukan selama periode antenatal hingga postpartum. Masalah keperawatan utama pada klien adalah diskontinuitas pemberian ASI. Fokus intervensi keperawatan dengan masalah diskontinuitas pemberian ASI adalah perawatan payudara, teknik memerah ASI, dan penyimpanan ASI. Hasil pengkajian didapatkan klien kurang mendapatkan informasi mengenai perawatan payudara, teknik memerah ASI, dan penyimpanan ASI.

Perawat melakukan edukasi mengenai perawatan payudara, teknik memerah ASI, dan penyimpanan ASI sebagai implementasi keperawatan yang dilakukan selama klien menjalani perawatan di rumah sakit dan kunjungan rumah yang dilakukan pada periode post partum. Evaluasi yang didapatkan adalah klien dapat memahami informasi mengenai perawatan payudara, teknik memerah ASI, dan penyimpanan ASI. Klien juga dapat memberikan ASI pada bayinya yang masih dirawat di rumah sakit namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Kegagalan pemberian ASI pada klien terjadi karena ASI klien sudah tidak keluar dan ia harus kembali bekerja serta kurangnya pengawasan yang ketat dari perawat untuk masalah tersebut.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati