Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Praktik Kesehatan Warga Kota pd Pasien Fraktur

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V RSPAD Gatot Soebroto

 

A. Latar Belakang

Kehidupan perkotaan memberikan dampak pada kesehatan masyarakat kota pada umumnya. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di area perkotaan merupakan ancaman tersendiri bagi kesehatan. Kendaraan bermotor di Indonesia meningkat 8-12% per tahun (Kurniasih, 2011). Seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di perkotaan, jumlah kecelakaan kendaraan bermotor pun meningkat tajam. Badan pusat statistik mencatat, jumlah kecelakaan tahun 2010 sebanyak 66.488 dan naik pada tahun 2011 menjadi 108.696 kasus kecelakaan. Sedangkan data dari badan kesehatan dunia (WHO) didapatkan bahwa lebih dari 7 juta orang meninggal akibat insiden kecelakaan dan sekitar 2 juta orang mengalami kecacatan fisik (WHO, 2005).

Usman (2012) menyebutkan bahwa hasil data Riset Kesehatan Dasar (RIKESDAS) tahun 2011, di Indonesia terjadinya fraktur yang disebabkan oleh cedera antara lain karena jatuh, kecelakaan lalu lintas dan trauma tajam / tumpul. Dari 45.987 peristiwa terjatuh yang mengalami fraktur sebanyak 1.775 orang (3,8 %), dari 20.829 kasus kecelakaan lalu lintas, mengalami fraktur sebanyak 1.770 orang (8,5 %), dari 14.127 trauma benda tajam / tumpul, yang mengalami fraktur sebanyak 236 orang (1,7 %) (Depkes 2009). Dari data Depkes tahun 2005 di Kalimantan Timur korban fraktur karena kecelakaan sekitar 10,5%.

 

B. Perumusan Masalah

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di area perkotaan menyebabkan peningkatan kejadian kecelakaan bermotor. Salah satu dampak yang muncul karena kecelakaan bermotor adalah Fraktur atau patah tulang. Salah satu jenis fraktur yang paling banyak terjadi adalah fraktur ekstremitas bawah. Fraktur dapat mengakibatkan perubahan pada bagian yang terkena cedera. Immobilisasi yang lama akan mempengaruhi mobilitas fisik. Pencegahan komplikasi akibat immobilisasi yang lama membutuhkan perhatian dari perawat khususnya perawat bedah untuk melakukan asuhan keperawatan mengenai sistem orthopedi khususnya dengan tindakan pemberian latihan rentang pergerakan sendi untuk mengurangi risiko komplikasi immobilisasi dan menjaga fleksibilitas, kekuatan dan stabilitas klien.

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan memiliki ciri dan karakter tersendiri. Hal ini membuat masyarakat perkotaan memerlukan perhatian tersendiri dalam perawatan kesehatannya. Sehingga dibuatlah domain tersendiri yaitu keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan. Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, keberagamana strata sosial ekonomi, dan kecenderungan materialistik yang tinggi (Bintarto, 2004).

Konsep dasar Fraktur Tibia

Fraktur memiliki banyak pengertian dari berbagai referensi. Fraktur atau patah tulang diartikan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya (Smeltzer & Bare, 2002). Sumber lain menyatakan fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa. Fraktur biasanya disebabkan oleh trauma atau tegangan fisik (Mansjoer ,2002).

Latihan Rentang Pergerakkan Sendi

Latihan rentang gerak dapat aktif (klien menggerakan semua sendinya dengan rentang gerak tanpa bantuan), pasif (klien tidak dapat menggerakan setiap sendi dengan rentang gerak), atau berada di antaranya. Rencana keperawatan harus meliputi menggerakan ekstremitas klien dengan rentang gerak penuh. Latihan rentang gerak pasif harus dimulai segera pada kemampuan klien menggerakan ekstremitas atau sendi menghilang. Pergerakan dilakukan dengan perlahan dan lembut dan tidak menyebabkan nyeri.

 

D. Metodelogi Penelitian

Setelah dilakukan pengkajian keperawatan, data-data hasil pengkajian keperawatan dianalisis untuk merumuskan masalah keperawatan.

Data-data didapatkan dari anamnesis, pengkajian fisik maupun diagnostik. Analisis data yang dijabarkan berikut ini berdasarkan pengkajian klien pada tanggal 25 Mei 2013.

Saat pengkajian dilakukan, klien mengatakan kaki kanan nyeri berdenyut, saat istirahat nyeri masih dirasakan skala 3, saat digerakkan nyeri dirasakan skala 6.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan asuhan keperawatan yang telah dilakukan pada klien dengan Fraktur Tibia Dextra didapatkan beberapa simpulan. Faktor risiko yang memungkinkan Nn N mengalami fraktur tibia Nn N meliputi usia dan gaya hidup yang terpapar dengan kendaraan bermotor. Fraktur Tibia Nn N disebabkan karena kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan bermotor di area perkotaan. Masalah keperawatan yang muncul pada Nn N akibat masalah kesehatan yang dialami adalah nyeri, ansietas dan hambatan mobilitas fisik. Implementasi yang sudah dilakukan meliputi latihan mobilisasi dengan latihan pergerakan sendi, manajemen nyeri dan pendidikan kesehatan dari pre operasi hingga perencanaan pulang. Latihan pergerakan sendi setelah operasi ORIF pada Nn N terbukti mampu menghindarkan komplikasi terkait immobilisasi yang ditandai dengan meningkatnya luas gerak sendi (LGS) fleksi lutut kanan klien dari 27o menjadi 35o.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati