Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Klinik Kesehatan Kota pd Pasien Sistemik Lupus

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan RSUP Fatmawati Jakarta

 

A. Latar Belakang

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang saat ini terjadi di negara Indonesia (Kompas, 2006 dalam (Hidayat, 2008). Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehatan bangsa, sebab anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Berdasarkan alasan tersebut, masalah kesehatan anak diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa (Kompas, 2006 dalam (Hidayat, 2008).

Pembangunan bangsa yang semakin hari semakin pesat yang ditunjukkan dengan kemajuan teknologi, pangan, dan papan banyak berdampak kepada perubahan pola fikir, gaya hidup yang tanpa disadari hal tersebut akan berdampak kepada status kesehatan. Pola hidup adalah hubungan antara anggota masyarakat, komunitas, dan lingkungan sekitarnya yang bergantung pada kebiasaan melakukan hubungan antar pribadi, melaksanakan nilai- nilai budaya, dan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang dianggap telah menjadi tradisi. Terkadang pola hidup seseorang bukan merupakan gaya hidup atau kebiasaan yang dipilihnya, namun ini berhubungan dengan lingkungan dimana orang tersebut hidup dan berinteraksi. Pola hidup masyarakat menggambarkan suatu kondisi kehidupan yang dipengaruhi oleh lingkungan (Eckersley, 1992; Lawrence, 1999 dalam (M. E., Melanie, Nies, & A, 2001).

 

B. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penulisan karya ilmiah ini adalah asuhan keperawatan pada anak dengan SLE (Sistemik Lupus Eritematosus) di ruang rawat anak lantai tiga gedung Teratai Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta.

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Sistemik Lupus Eritematosus (SLE)

Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) merupakan penyakit multisistem yang kronik, penyakit autoimun dari jaringan ikat dan pembuluh darah yang ditandai dengan adanya inflamasi pada jaringan tubuh (Hockenberry & Wilson, 2009). SLE juga dikatakan sebagai penyakit autoimun menahun yang menyerang daya tahan tubuh dan peradangan seperi pada kulit dan persendian (Puskom, 2011). SLE adalah penyakit autoimun sistemik yang ditandai dengan adanya autoantibodi terhadap autoantigen, pembentukan kompleks imun, dan disregulasi sistem imun, menyebabkan kerusakan pada beberapa organ tubuh.

Etiologi

Penyebab atau etiologi dari SLE tidak diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor predisposisi yang dapat menimbulkan penyakit SLE, yaitu faktor jenis kelamin, hormonal, dan faktor faktor genetik dapat menjadi predisposisi terjadinya SLE, hal ini dibuktikan konkordansi penyakit SLE pada kembar identik adalah sekitar 20-25% dan bahwa dalam kembar dizigot adalah sekitar 5% (Mok & Lau, 2013).

Perencanaan Pulang (Discharge Planning)

Discharge planning telah menjadi bagian dari keperawatan dan diakui sebagai aspek penting dari perawatan pasien saat masuk sampai dengan pemulangan. Perencanaan pulang adalah proses dimana pasien dibantu untuk mengembangkan rencana perawatan untuk pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, bahkan setelah ia dapat keluar dari rumah sakit (Felong, 2008).

 

D. Laporan Kasus

Pengkajian keperawatan dilakukan pada tanggal 8 Juni 2013, yaitu pada hari rawat ke-5.

Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada klien menunjukkan bahwa klien tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis, berat badan saat pengkajian adalah 41 kg, tinggi bahan 153 cm.

Rencana asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah keperawatan tersebut diatas, penulis berfokus kepada penanganan hipertermia, yaitu dengan melakukan tepid water sponge (TWS), kedua adalah penatalaksanaan nyeri dengan melakukan pengkajian nyeri secara berkala pada pasien, pendidikan kesehatan kepada keluarga mengenai persepsi nyeri yang dirasakan klien, intervensi distraksi relaksasi nafas dalam.

 

E. Simpulan

  1. Penderita SLE tepat sesuai dengan teori bahwa angka kejadian SLE pada usia sekitar 9-15 tahun dengan perbandingan perempuan:laki-laki 9:1. Klien kelolaan berusia 13 tahun dan berjenis kelamin perempuan.
  2. Pengkajian keperawatan dan penegakan diagnosis SLE sesuai dengan kriteria American College Of Rheumatology
  3. Diagnosa keperawatan klien dengan SLE sangat khas dengan tanda dan gejala klinis yang diderita oleh penderita SLE, yaitu hipertermia, nyeri akut pada sendi, gangguan integritas kulit, dan risiko penyebaran infeksi.
  4. Aplikasi discharge planning memberikan dampak positif terhadap klien dan keluarga dalam mengenal masalah SLE dan bagaimana perawatan SLE dirumah

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati

 

Incoming search terms: