Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Klinik Kesehatan Kota pd Pasien Post Operasi

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di RSUP Fatmawati

 

A. Latar Belakang

Apendisitis atau radang apendiks merupakan kasus infeksi intraabdominal yang sering dijumpai pada anak. Di Amerika 60.000-80.000 kasus apendisitis didiagnosa per tahun, rata-rata usia anak yang mengalami apendisitis adalah 10 tahun. Di Amerika Serikat angka kematian akibat apendisitis 0.2-0.8% (Santacroce & Craig, 2006). Di Indonesia Apendisitis menjadi penyakit terbanyak diderita dengan urutan keempat tahun 2006 setelah dyspepsia, gastritis dan duodenitis (DepKes RI, 2006). Kelompok usia yang umumnya mengalami apendisitis yaitu pada usia 10 – 30 tahun. Satu dari 15 orang pernah mengalami apendisitis dalam hidupnya (Sisk, 2004).

Apendisitis lebih sering terjadi di negara-negara maju, pada masyarakat barat. (Sulu, Gunerhan, Ozturk & Arslan, 2010). Sebuah hasil penelitian menunjukkan masyarakat urban Afrika Selatan yang mengkonsumsi makanan rendah serat daripada orang Caucasian, insiden apendisitis terjadi lebih rendah pada orang Caucasian (Carr, 2000). Urbanisasi mempengaruhi transisi demografi dan terjadi perubahan pola makan dalam masyarakat seiring dengan peningkatan penghasilan yaitu konsumsi tinggi lemak dan rendah serat (Sjamsuhidajat & Jong, 2005).

 

B. Rumusan Masalah

Kasus apendisitis yang terjadi di Indonesia cukup tinggi mrnrmpsti urutsn keempat penyakit yang banyak diderita setelah dyspepsia, gastritis dan duodenitis. Apendisitis menjadi penyebab utama tindakan bedah intraabdominal pada anak. Berdasarkan data dan kondisi tersebut penulis tertarik untuk menulis karya ilmiah akhir mengenai asuhan keperawatan anak post operasi laparatomi appendiktomi yang disebabkan oleh apendisitis perforasi.

Apendisitis yang mengalami perforasi akan menimbulkan risiko infeksi yang akan mengakibatkan anak mengalami demam yang hilang timbul. Salah satu cara untuk menurunkan suhu adalah dengan cara melakukan tepid sponge dan disertai pemberian antipiretik. Tepid sponge dikombinasikan dengan pemberian antipiretik diharapkan mampu memberikan hasil yang efektif dan lebih cepat menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam.

 

C. Tinjauan Pustaka

Apendisitis

Apendisitis merupakan peradangan pada appendiks dan menjadi penyebab umum terjadinya tindakan emergency bedah abdomen pada anak (Hockenberry & Wilson, 2008). Definisi lain Apendisitis merupakan peradangan pada appendiks, sebuah kantung buntu yang berhubungan dengan bagian akhir secum yang umumnya disebabkan oleh obstruksi pada lumen appendiks (Luxner, 2005). Jadi dapat disimpulkan apendisitis merupakan peradangan yang terjadi pada appendiks (kantung buntu yang berhubungan dengan akhir secum) yang disebabkan oleh obstruksi pada lumen appendiks.

Apendisitis Akut

Peradangan pada appendiks dengan gejala khas yang memberikan tanda setempat. Gejala apendisitis akut antara lain nyeri samar-samar dan tumpul yang merupakan nyeri visceral di daerah epigastrium di sekitar umbilicus. Keluhan ini disertai rasa mual muntah dan penurunan nafsu makan. Dalam beberapa jam nyeri akan berpindah ke titik McBurney. Pada titik ini nyeri yang dirasakan lebih tajam dan lebih jelas letaknya sehingga merupakan nyeri somatic setempat (Sjamsuhidayat, 2005).

 

Managemen Terapeutik Apendisitis

Tata laksana apendisitis sebelum terjadinya perforasi antara lain; rehidrasi, pemberian antibiotik, dan tindakan bedah appendiktomi (pengangkatan appendiks). Biasanya antibiotik diberikan sebelum prosedur operasi. Cairan intra vena dan elektrolit diberikan sebelum operasi. Khususnya pada anak yang mengalami dehidrasi yang ditandai dengan anorexia yang merupakan karakteristik apendisitis (Hockenberry & Willson, 2007).

 

D. Laporan Kasus Kelolaan Utama

Berdasarkan pemeriksaan fisik pada An. W ditemukan data; kesadaran klien compos mentis, klien tampak merintih menangis, dan teraba hangat pada kulit klien.

Status nutrisi An. W dengan berat badan 14 Kg dan tinggi badan 101 cm menurut grafik growth chart CDC 2000 status nutrisi klien berada pada persentile 87.5 % tergolong dalam gizi sedang.

Hasil pemeriksaan kultur pus klien dengan pengiriman sampel pada tanggal 12 Juni 2013 dan hasil diterima tanggal 14 Juni 2013 ditemukan bakteri Eschericia Coli.

 

E. Kesimpulan

Gambaran umum anak dengan post operasi laparatomi et causa apendisitis perforasi didapatkan data, anak tampak menangis merintih mengeluhkan nyeri pada luka operasi. Luka post operasi laparatomi apendiktomi sepanjang 15 cm berisiko mengalami infeksi. Anak mengalami demam naik turun. Dan anak harus menjalani puasa sebelum pergerakan peristaltic usus anak kembali normal. Asuhan keperawatan post operasi laparatomi appendiktomi telah diberikan pada An.W untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri akut, ketidakseimbangan thermoregulasi, dan risiko penyebaran infeksi. Masalah keperawatan terkait nyeri akut dan ketidakseimbangan thermoregulasi telah teratasi. Penerapan aplikasi terapi tepid sponge terbukti mampu menurunkan suhu tubuh anak lebih cepat. Suhu sebelum diberi terapi yaitu 38.6°C dan setelah diberi terapi tepid sponge disertai pemberian antipiretik terjadi penurunan suhu sebanyak 0.9°C dalam 60 menit pertama. Namun ada satu masalah yang tidak terselesaikan yaitu risiko penyebaran infeksi pada luka post operasi. An. W dipulangkan oleh pihak dokter setelah dirawat selama 7 hari di ruang rawat lantai 3 utara. Kondisi luka post operasi An.W masih terbuka dan menghasilkan pus. Selama perawatan telah dilakukan perawatan luka setiaphari dengan menggunakan absorben pada dressing untuk mengangkat produksi pus. An.W diberikan terapi antibiotik yang dikonsumsi di rumah dan disarankan untuk menjalani rawat jalan.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati