Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Klinik Kesehatan Kota pd Pasien Kejang Demam

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati

 

A. Latar Belakang

Kejang demam adalah peristiwa neurologis umum di antara anak-anak di seluruh dunia, tetapi lebih banyak ditemukan pada daerah tropis (Birbeck, 2010). Di negara berkembang, penduduk perkotaan sering tinggal di permukiman kumuh besar yang kekurangan sanitasi dasar dan utilitas seperti air dan listrik (Unit For Sight, 2013). Kurangnya infrastruktur dasar tersebut dapat memperburuk tingkat penyakit menular atau infeksi yang merupakan pencetus timbulnya kejang demam. Kesadaran untuk menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun juga masih tergolong rendah pada masyarakat perkotaan (Mikail, 2011). Hal ini turut menjadi penyebab balita di perkotaan memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi sehingga lebih berisiko menderita kejang demam.

Epilepsy Foundation of America menyatakan 3-4% dari semua anak mengalami setidaknya satu kali kejang demam dalam hidupnya (Epilepsy Foundation of America, 2012). Tiga puluh sampai 40% dari mereka yang mengalami kejang ini akan memiliki kekambuhan, namun, sebagian besar pulih pada usia 5 tahun dan dapat berkembang secara normal. Kasus kejang demam tersebut relatif sedikit untuk selanjutnya berkembang menjadi epilepsi. Hanya 9% anak-anak yang mengalami tiga kali atau lebih kejang demam dengan faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi (Epilepsy Foundation of America, 2012). Beberapa faktor tersebut yaitu kejang pertama yang terjadi sebelum usia 18 bulan, kejang terjadi dalam beberapa jam, demam yang mencapai 38oC- 39oC, dan riwayat kejang demam keluarga dekat.

 

B. Perumusan Masalah

Kejang demam, sebagai kasus yang memiliki angka kejadian yang cukup tinggi setiap tahunnya, membutuhkan penanganan yang tepat. Tindakan yang utama adalah mencegah kejadian kejang berulang dengan cara mengurangi timbulnya demam. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan di rumah sakit bertanggung jawab terhadap tindakan baik mandiri maupun kolaboratif yang dapat mendukung proses penyembuhan anak dengan kejang demam. Salah satu tindakan mandiri perawat yang dapat diberikan adalah dengan melakukan kompres hangat atau tepid water sponge untuk membantu proses penurunan suhu tubuh anak saat demam.

 

C. Tinjauan Pustaka

Kejang Demam

Kejang demam adalah kejang yang muncul akibat demam pada bayi atau anak kecil (National Institute of neurological Disorders and Stroke/ NINDS, 2013). Anak sering kehilangan kesadaran selama kejang demam, dan tampak bergetar, bergerak kaki di kedua sisi tubuh. Anak mungkin menjadi kaku atau bergetar hanya sebagian dari tubuh, seperti tangan atau kaki, atau di sebelah kanan atau sisi kiri saja, tetapi ini lebih jarang terjadi.

Kejang Parsial

Kejang parsial dimulai dengan pelepasan listrik di satu daerah tertentu dari otak. Beberapa hal berbeda dapat menyebabkan kejang parsial, misalnya cedera kepala, infeksi otak, stroke, tumor, atau perubahan dalam cara daerah otak dibentuk sebelum lahir (disebut displasia kortikal). Penyebab kejang parsial masih belum jelas tetapi faktor genetik mungkin berperan (Schachter, 2013). Kejang parsial diklasifikasikan lagi menjadi tiga yaitu kejang parsial sederhana, kejang sensori khusus, dan kejang parsial kompleks (Wong, 2004).

Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Kejang Demam

Pengkajian keperawatan pada anak dengan kejang demam, selain identitas pasien, berfokus pada riwayat kesehatan anak, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Perawat perlu mengetahui riwayat kesehatan anak terutama yang berkaitan dengan kejadian prenatal, perinatal, dan nenonatal (Wong, 2004). Adanya infeksi virus menjadi penyebab utama yang sering dialami anak dengan kejang demam (Ricci dan Kyle, 2009). Demam tinggi dapat menandakan anak sedang terinfeksi namun dibutuhkan pemeriksaan laboratorium darah untuk memastikannya. Kadar leukosit yang tinggi (>17500 sel/L) menunjukkan bahwa tubuh anak terkena infeksi.

Analisis Situasi

Ruang rawat anak gedung teratai lantai III selatan merupakan salah satu ruang rawat penyakit dalam anak di RSUP Fatmawati yang terdiri dari ruang rawat inap kelas III, ruang immunocompromised, dan ruang isolasi. Ruang ini memiliki kapasitas kamar untuk untuk kelas III sebanyak 5 kamar, 2 kamar immunocompromised, dan 2 kamar isolasi. Kapasitas tempat tidur yang ada di ruang III selatan yaitu 40 tempat tidur.

Penyakit yang cukup sering didiagnosis pada pasien di ruangan ini salah satunya adalah kejang demam dengan jumlah 36 kasus dalam rentang periode April-Juni di RSUP Fatwawati. Sebagian besar pasien berusia 1-2 tahun dengan lama hari rawat 3-5 hari.

Tes urinalisa juga dapat dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi pada saluran kemih atau urogenital. Hasil dari pemeriksaanpemeriksaan tersebut penting untuk menandakan bahwa infeksi bukan berasal dari sistem saraf pusat.

 

E. Kesimpulan

Gambaran umum anak dengan kejang demam diperoleh data, anak memiliki riwayat kejang, spasme otot saat kejang, suhu tubuh fluktuatif dan cenderung demam, anak tampak lemas, dan nafsu makan berkurang. Proses infeksi menjadi penyebab timbulnya kejang demam. Peningkatan suhu di atas normal yang terjadi dengan cepat menjadi pencetus timbulnya kejang. Asuhan keperawatan kejang demam telah diberikan pada An. A untuk mengatasi masalah keperawatan risiko infeksi, ketidakefektifan termoregulasi, dan risiko cedera. Ketiga masalah keperawatan tersebut telah teratasi. Penerapan aplikasi tepid sponge terbukti lebih cepat dalam menurunkan suhu tubuh anak. Suhu sebelum diberi terapi yaitu 38,6oC dan setelah diberi terapi tepid sponge dan antipiretik mengalami penurunan sebanyak 2oC dalam 60 menit pertama. Selama hari perawatan telah dilakukan pemantauan tanda-tanda vital terutama suhu dan mencegah penyebaran infeksi. An. A diberikan terapi antibiotik untuk perawatan dirumah dan dianjurkan untuk datang mengikuti rawat jalan di rumah sakit.

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati