Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Klinik Kesehatan Kota pd Pasien Kehamilan dgn SIDA

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (SIDA) di RSUPN Cipto Mangunkusumo

 

A. Latar Belakang

Pemerintah Indonesia telah menerapkan Program Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT) untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas maternal dan neonatal akibat HIV/AIDS pada masa perinatal. Ada empat elemen program ini diantaranya adalah memberikan dukungan psikologis, sosial dan perawatan kepada ibu HIV positif ke anak saat persalinan (Komisi Penanggulangan AIDS, 2010). Cara persalinan harus berdasarkan pedoman yang sudah ditentukan dengan memperhatikan usia kehamilan, kondisi kesehatan ibu dan janin, jumlah virus di dalam tubuh, pengobatan yang didapatkan ibu selama kehamilan (American College of Obstetricians and Gynecologist, 2000).

Ibu hamil yang menderita HIV/AIDS jumlahnya sekitar 2,5% dari mereka yang positif menderita HIV/AIDS. Bayi yang dikandung seorang ibu HIV positif, kemungkinan besar akan tertular baik selama kehamilan, persalinan, maupun setelah persalinan. Terdapat beberapa faktor penting yang memegang peranan dalam proses penularan HIV, yang pertama adalah faktor maternal (faktor ibu), kedua faktor bayi yang dikandung, dan ketiga cara penularannya. Faktor yang paling utama mempengaruhi resiko penularan HIV dari ibu ke bayi adalah kadar virus HIV di dalam darah. Faktor bayi yang mempengaruhi penularan HIV adalah usia kandungan saat bayi dilahirkan dan berat bayi saat lahir. Faktor lain yang mempengaruhi penularan HIV dari ibu ke anak adalah cara penularannya, dimana sebagian besar terjadi saat persalinan berlangsung. Cara persalinan ibu hamil HIV positif yang lebih dianjurkan adalah dengan operasi, sebab dengan persalinan melalui operasi akan meminimalkan kontak kulit dan mukosa membran bayi dengan serviks (leher rahim) dan vagina, sehingga semakin kecil resiko penularan (Mulyana,2008).

 

B. Rumusan Masalah

Jumlah kasus ibu hamil dan melahirkan dengan HIV dari tahun ke tahun semakin meningkat baik di dunia maupun di Indonesia. Resiko kematian, berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur adalah kondisi yang terjadi pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV. Bayi berat lahir rendah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara, termasuk Indonesia. Tingginya angka kejadian BBLR akan berdampak pada meningkatnya morbiditas dan mortalitas. Pada prinsipnya perawatan bayi prematur mencakup pemenuhan kebutuhan termoregulasi, kebutuhan nutrisi, dan pencegahan infeksi. Perawatan bayi prematur oleh ibu sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diperoleh ibu dan keluarga dalam melakukan perawatan bayi prematur, hal ini menjadi alasan pentingnya ibu dengan SIDA dan keluarga mendapat asuhan keperawatan.

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan

Penyebaran HIV/AIDS terutama di kota metropolitan seperti Jakarta terjadi akibat adanya mobilitas penduduk. Perpindahan penduduk sering melibatkan pemisahan antar suami dengan istri untuk jangka waktu lama sehingga sang suami menggunakan jasa pekerja seks komersial selama terpisah dari istri. Mobilitas itu sendiri tidak dapat disalahkan, namun “lingkungan” di sekitar penduduk yang berpindah tersebut membuat mereka menjadi rentan (Chantavanich, Beesey & Paul, 2000; Skeldon, 2000).

Kehamilan dengan SIDA

Cara terbaik untuk mengetahui seseorang terdeteksi HIV yaitu dengan melakukan pemeriksaan test HIV karena pada stadium awal pasien tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi HIV yaitu pemeriksaan antibodi HIV. Dalam kebijakan operasional Kementrian Kesehatan RI tes HIV yang digunakan adalah Rapid Test karena memiliki keuntungan lebih cepat memberikan hasil, sensitivitas dan spesifiditas diatas 98%. Perkembangan virus HIV dipantau dengan pemeriksaan CD4 dalam tubuh penderita (Kemenkes RI, 2011).

Pengobatan HIV Pada Ibu Bersalin

Selama ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV & AIDS, obatobatan Antiretroviral (ARV) hanya berfungsi menekan kadar HIV dalam darah (viral load) dengan cara menghentikan proses penggandaan diri virus sehingga tidak menginfeksi sel-sel baru (Yayasan Spiritia, 2009). Menurut Kemenkes RI (2011) tujuan terapi ARV: mengurangi laju penularan HIV di masyarakat, menurunkan angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan HIV, memperbaiki kualitas hidup ODHA, memulihkan dan memelihara fungsi kekebalan tubuh dan menekan replikasi virus secara maksimal. Pada ibu yang hamil dan akan melahirkan, pengobatan bertujuan untuk mempertahankan kesehatan ibu dan mencegah penularan HIV ke janin.

Analisa Kasus

Populasi HIV/AIDS dikategorikan sebagai population at risk diartikan sebagai kumpulan individu-individu atau kelompok yang memiliki aktivitas atau karakteristik meskipun sedikit atau kecil yang dapat menyebabkan peningkatan resiko atau potensial terjadinya penyakit, injuri, atau masalah kesehatan (Stanhope & Lanchaster, 2004; Hitchcock, Schubert & Thomas, 1999).

Beberapa faktor resiko dapat berkontribusi terhadap munculnya kondisi sehat atau tidak sehat dan tidak setiap orang yang terpapar dengan peristiwa yang sama akan memiliki akibat yang sama.

 

E. Kesimpulan

  1. Masalah perkotaan yang dapat terjadi penularan HIV yaitu adanya mobilitas penduduk, urbanisasi dan mayoritas penduduk didominasi oleh para pemukim laki-laki sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan perbandingan penduduk perempuan dan laki-laki dan mengarah pada marak dan menyebarnya industri seks komersial yang menjadi titik persebaran penyakit menular. Wanita sangat bersiko terkena HIV. Jumlah pasien HIV wanita semakin meningkat karena masalah rumah tangga dan kehamilan. Ibu hamil dengan SIDA harus mendapat PMTCT.
  2. Asuhan keperawatan Ibu hamil dengan SIDA dilakukan secara komprehensif yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencaan, implementasi dan evaluasi. Pengkajian dilakukan selama ibu berada dalam perawatan ibu nifas di RSCM sampai pulang ke rumah. Pengkajian tentang status obstetrik, pemeriksaan fisik ibu nifas dan pengobatan ARV selama kehamilan dan perawatan bayi di rumah.
  3. Diagnosa keperawatan postnatal yaitu nyeri akut berhubungan dengan efek involusi uterus, diskontinuitas pemberian ASI berhubungan dengan penyakit SIDA pada Ibu A dan kesiapan meningkatkan kemampuan menjadi orang tua berhubungan dengan perawatan bayi prematur di rumah.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati