Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Klinik Kesehatan Kota pd Kehamilan Hidrosefalus

Judul Tesis : Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo

 

A. Latar Belakang

Blum (1994) menjelaskan bahwa determinan derajat kesehatan meliputi empat faktor, yaitu faktor lingkungan, faktor perilaku, faktor pelayanan kesehatan, dan faktor genetik. Kualitas dan kuantitas setiap faktor dapat muncul secara berbeda-beda dalam mempengaruhi status kesehatan. Lingkungan yang buruk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan di masyarakat. Tingginya angka kesakitan penyakit infeksi berbasis lingkungan masih merupakan masalah utama di Indonesia (Soemirat, 2009). Berdasarkan dua pernyataan diatas dapat disimpulkan lingkungan merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan perkotaan.

Kondisi lingkungan perkotaan saat ini mengalami kemunduran. Industrialisasi merupakan salah satu faktor yang memicu kemunduran lingkungan perkotaan Dampak industrialisasi terhadap lingkungan perkotaan adalah meningkatnya pencemaran lingkungan di kota, dan urbanisasi. Urbanisasi menyebabkan sempitnya lahan pemukiman yang berdampak terhadap menurunya derajat kesehatan masyarakat perkotaan, serta memburuknya sanitasi lingkungan. (www.depkes.go.id).

 

B. Perumusan Masalah

Kehamilan kongenital merupakan penyebab ke empat kematian bayi di Indonesia. Kehamilan kongenital dapat disebabkan karena faktor genetik, lingkungan, dan gabungan antara genetik dan lingkungan. Hidrosefalus merupakan salah satu dari kelainan kongenital. Lingkungan yang tercemar dan kotor serta kebersihan yang tidak dijaga dapat meningkatkan angka kejadian hidrsosefalus. Oleh sebab itu diperlukan sebuah asuhan keperawatan untuk mengatasinya.

 

C. Tinjauan Pustaka

Deskripsi Mayarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Menurut Mansyur (2008) masyarakat kota adalah masyarakat yang anggotaanggotanya terdiri dari manusia yang bermacam-macam lapisan atau tingkatan hidup, pendidikan, kebudayaan dan lain-lain serta mayoritas penduduknya hidup berjenis-jenis usaha yang bersifat non agraris. Menurut Anshor & Sudarsono (2008) masyarakat perkotaan merupakan satuan kehidupan sosial manusia, menempati wilayah yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial-ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis, atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejaia pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan pedesaan.

Deskripsi Kehamilan dengan Hidrosefalus

Kehamilan dengan hidrosefalus adalah suatu keadaan dimana ibu mengandung janin yang mengalami hidrosefalus. Kehamilan dengan hidrosefalus hanya dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan hidrosefalus melalui USG melalui penampang transversal kepala pada berbagai berbagai tingkatan, mulai dari verteks sampai dasar tengkorak. Pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan bila kepala berada dalam posisi oksiput melintang (Wiknjosastro, 2009)

Asuhan Keperawatan Hidrosefalus

Kehamilan dengan janin hidrosefalus memerlukan penatalaksanaan khusus. Menurut Bobak, Lowdermilk dan Jensen (2004) kehamilan dengan janin hidrosefalus dapat menyebabkan distosia persalinan. Distosia persalinan adalah persalinan yang panjang, sulit, atau abnormal, yang timbul karena berbagai kondisi yang berhubungan dengan persalinan yang disfungsional, perubahan struktur pelvis, sebab-sebab pada janin, posisi ibu serta respon psikologis ibu. Salah satu penatalaksanaan kehamilan dengan hidrosefalus adalah operasi caesar.

 

D. Metodelogi Penelitian

Hasil analisis pada kasus ibu dengan kehamilan hidrosefalus memiliki kecemasan terhadap bayi yang akan dilahirkan nanti.

Kurang pengetahuan ibu dan keluarga mengenai hidrosefalus merupakan salah satu faktor munculnya kecemasan.

Pemberian pendidikan kesehatan seputar hidrosefalus dan perawatan bayi dengan hidrosefalus dapat menurunkan kecemasan pada ibu dan keluarga.

 

E. Kesimpulan

  1. Lingkungan perkotaan dapat mempengaruhi berbagai kondisi kesehatan, salah satunya adalah kehamilan hidrosefalus.
  2. Nyonya S mengalami kehamilan dengan hidrosefalus. Diagnosa keperawatan yang dialami klien pada saat prenatal adalah ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan terkait kondisi janin suspect hidrosefalus dan juga persalinan seksio sesarea. Diagnosa keperawatan yang dialami klien pada saat postnatal adalah gangguang rasa nyaman nyeri, ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan ibu terkait kondisi kesehatan bayinya, diskontuinitas pemberian ASI, dan perilaku sehat berhubungan dengan pemulihan postnatal.
  3. Kondisi cemas yang dialami klien dapat diatasi dengan cara pemberian pendidikan kesehatan seputar hidrosefalus dan perawatan bayi hidrosefalus.

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati