Tesis Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Asuhan Ketidakseimbangan pd Anak Usia Sekolah

Judul Tesis : Asuhan Keperawatan Ketidakseimbangan pada Anak Usia Sekolah Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Karya Ilmiah Akhir Tiningsih Damarwati, S.Kep Fakultas Ilmu Keperawatan Keperawatan Keluarga Bapak H Nutrisi Kurang dari Kebutuhan di Rw03 Kelurahan Depok Tahun 2013

 

A. Latar Belakang

Populasi anak terus meningkat di negara berkembang. Hasil Proyeksi Sensus Penduduk 2010 menyatakan penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 243,8 juta jiwa, dan sekitar 33,9 persen diantaranya adalah anak-anak usia 0- 15 tahun pada tahun 2011. Hal ini menunjukkan bahwa berinvestasi untuk anak adalah berinvestasi untuk sepertiga lebih penduduk Indonesia. Gambaran kondisi anak saat ini menjadi dasar yang penting bagi pengambilan kebijakan yang tepat bagi anak. Anak-anak merupakan kelompok penduduk usia muda yang mempunyai potensi untuk dikembangkan agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan di masa mendatang. Mereka adalah kelompok yang perlu disiapkan untuk kelangsungan bangsa dan negara di masa depan. pada negara berkembang, Hal ini menunjukkan bahwa berinvestasi untuk anak adalah berinvestasi untuk sepertiga lebih masyarakat Indonesia (Rikesdas, 2012).

Masyarakat hidup dalam suatu lingkungan dengan karakteristik yang berbeda-beda. Hubungan antara masyarakat dengan lingkungan tempat tinggalnya merupakan komponen yang penting bagi status kesehatan individu dan kesehatan secara global. Lingkungan terdiri dari fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik yang mempengaruhi kehidupan masyarakat (Nies & McEwan, 2001). Lingkungan perkotaan memiliki karakteristik yang spesifik, hal ini tentu saja menimbulkan perbedaan yang sifnifikan dengan kehidupan didaerah pedesaan.

 

B. Perumusan Masalah

Indonesia termasuk ke dalam 5 negara yang memiliki angka gizi kurang terbanyak di dunia (BPS, 2012). Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki angka gizi kurang tinggi ialah Jawa Barat. Depok merupakan satu dari sekian banyak kota di Jawa Barat yang ikut menyumbang angka gizi kurang di Jawa Barat. Gizi kurang merupakan keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan zat gizi sehingga terjadi perubahan dalam tubuh. Kelompok masyarakat yang rentan mengalami gizi kurang salah satunya ialah anak sekolah.

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Dasar Keperawatan Perkotaan

Suatu wilayah dapat disebut kota jika jumlah penduduknya lebih dari 2500 penduduk dan terdapat lebih dari 99 orang per mil persegi (Stanhope dan Lancaster, 1996). Karakteristik kota dapat dilihat dari berbagai aspek:

  1. Aspek morfologi, antara kota dan pedesaan terdapat perbedaan bentuk fisik, seperti cara membangun bangunan-bangunan tempat tinggal yang berjejal dan mencakar langit (tinggi) dan serba kokoh.
  2. Aspek penduduk, secara praktis jumlah penduduk ini dapat dipakai ukuran yang tepat untuk menyebut kota atau desa, meskipun juga tidak terlepas dari kelemahan –kelemahan. Jumlah penduduknya perkotaan biasanya lebih dari 2500 penduduk dan terdapat lebih dari 99 orang per mil persegi dan penduduk asli menjadi warga minoritas (Stanhope dan Lancaster, 1996).

Anak Usia Sekolah Kelompok Beresiko

Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi gizi yang lebih baik daripada kelompok balita, karena kelompok umur sekolah mudah dijangkau oleh berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh kelompok swasta. Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang tidak memuaskan, misal berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe, defisiensi vitamin C dan daerah-daerah tertentu juga defisiensi Iodium (Sediaoetama, 1996).

Anak Usia Sekolah

Kualitas sumber daya manusia di pengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan seseorang yang di mulai dari bayi, balita, anak, remaja, dewasa sampai dengan lansia. Salah satu tahap tumbuh kembang yang mempengaruhi kualitas manusia adalah tahap tumbuh kembang anak usia sekolah. Anak sebagai generasi penerus bangsa memerlukan pendidikan dasar meliputi pengetahuan, agama, dan kehidupan bermasyarakat. Anak yang memiliki pendidikan dasar yang baik akan memiliki kualitas yang baik. Anak akan mengalami proses tumbuh kembang dengan berbagai macam perubahan yang terjadi diantaranya kognitif (Wong, 2003; Kozier dkk, 2010).

 

D. Laporan Kasus Kelolaan Utama

Data yang mendukung terkait diagnosa resiko pemenuhan nutrisis kurang pada anak usia sekolah didukung oleh data subjektif dan objektif selama pengkajian dengan anak S.

Data objektif yang diperoleh yaitu: a) Pengkajian fisik Anak S ditemukan: TTV: N: 90x/menit, RR: 22x/menit, Suhu: 36,50C (aksila), b) pengkajian berat badan dan tinggi badan diketahui: BB/PB: BB: 23 kg; PB: 126cm; IMT:14,5.

Dari data yang ditemukan pada saat pengkajian, dapat disimpulkan diagnosa yang dapat ditegakkan yakni ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga An.S.

 

E. Kesimpulan

Gizi kurang merupakan masalah umum yang terjadi dimasyarakat perkotaan. Angka gizi kurang di perkotaan semakin sulit untuk diturunkan. Salah satu kota yang memiliki angka gizi kurang yang tinggi ialah kota Depok. Laporan rekapitulasi penduduk kelurahan Cisalak Pasar kecamatan Cimanggis kota Depok 2011 ada 3066 jiwa anak usia 6-12 tahun di kelurahan Cisalak Pasar. Di RW 03 sendiri terdapat cukup banyak anak usia sekolah. Setelah dilakukan screening yaitu pada tanggal 13 Juni 2013 dari 45 anak usia sekolah, 10 diantaranya memiliki IMT di bawah standart deviasi -3. Hal ini jelas perlu diperhatikan khususnya oleh tenaga kesehatan salah satunya perawat. Perawat komunitas mempunyai peranan penting dalam mengatasi masalah gizi kurang di daerah perkotaan.

Peran perawat komunitas pada tulisan ini tergambar pada asuhan keperawatan keluarga yang dilaksanakan oleh penulis pada keluarga Bapak H, khususnya An.S. An.S mengalami tanda-tanda resiko pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh gizi seperti tampak kurus, rambut kemerahan dan tipis, dan IMT berada pada -2SD, dan termasuk dalam kategori gizi normal namun hampir mencapai nilai minimal gizi normal (Kemenkes, 2011). Salah satu hal yang menjadi penyebab resiko pemenuhan gizi kurang pada an.S di keluarga Bapak H ialah tingkat pengetahuan ibu dan asupan gizi yang kurang seimbang pada an.S. perawat komunitas memiliki tannggung jawab untuk melakukan implementasi guna mengatasi masalah gizi kurang pada anggota keluarga. Salah intervensi yang dilakukan penulis ialah pembuatan jadwal menu gizi seimbang untuk anak S dan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai triguna makanan (gizi seimbang).

 

Contoh Tesis Keperawatan Kesehatan Mayarakat

  1. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Atresia Ani di Lantai III Utara Rsup Fatmawati
  2. Analisis Praktek Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Dengan Diabetes Melitus di Ruang Teratai 5 Selatan Rsup Fatmawati
  3. Analisis Praktik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Kasus Fraktur Cruris Sinistra di GPS Lantai 1 Rsup Fatmawati
  4. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Kepada Nenek TJ dengan Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  5. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Anak Dengan Gizi Buruk di Ruang Teratai Lantai 3 Selatan RSUP Fatmawati
  6. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien dengan Kehamilan Hidrosefalus di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  8. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Ibu Hamil Pekerja di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
  9. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
  10. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Cedera Kepala di RSUP Fatmawati
  11. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Bakar Derajat II di RSPAD Gatot Soebroto
  12. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien DM di Irna B Lantai 5 Selatan RSUP Fatmawati
  13. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Fraktur di Ruang Bedah Lantai V, RSPAD Gatot Soebroto
  14. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN Cipto Mangunkusumo
  15. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kehamilan Dengan Sindroma Defisiensi Imun Akut (Sida) di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo
  16. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kejang Demam di RSUP Fatmawati
  17. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Kolelitiasis di Ruang Bedah Lantai 5 Rspad Gatot Soebroto
  18. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Pasien Post Operasi Laparatomi Apendiktomi Et Causa Apendisitis Perforasi di Rsup Fatmawati Obat
  19. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Sistemik Lupus Eritematosus Di Ruang Rawat Anak Lantai Tiga Selatan Rsup Fatmawati Jakarta
  20. Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Pada Pasien Spina Bifida Di Ruang Bedah Anak Lantai Iii Utara Rsup Fatmawati