Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kepemimpinan : Struktur Kepemilikan, Kepemimpinan Perwakilan Keluarga pd Perusahaan

Judul Tesis :  Struktur Kepemilikan, Kepemimpinan Perwakilan Keluarga pada Perusahaan, Praktek Corporate Governance, dan Peringkat Surat Utang

 

A. Latar Belakang

Diskusi dan penelitian mengenai struktur kepemilikan merupakan salah satu penelitian yang telah banyak dipelajari dan terus berkembang. Hal ini dikarenakan perusahaan yang go public biasanya terdapat pemisahan antara kepemilikan dan kontrol dalam perusahaan, pemisahan inilah yang kemudian dapat menimbulkan perbedaan kepentingan antara agent (manajer perusahaan atau pihak yang menerima mandat) dan investor sebagai pemilik perusahaan dan dikenal sebagai agency problem (Fama dan Jensen,1983; Jensen dan Meckling, 1976).

Masalah agency problem ini yang kemudian menjadi fokus para peneliti, bagaimana agency problem ini ditiadakan atau setidaknya dikurangi agar para investor tidak merasa dirugikan oleh agent. Morck et al (1998) dan Servaes (1990) menyatakan bahwa perbedaan kepentingan antara manajer dan shareholders dapat diminimalisasi dengan adanya peningkatan struktur kepemilikan terkonsentrasi sehingga menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih baik. Namun adanya kepemilikan terkonsentrasi pada suatu perusahaan bukan berarti tidak mendatangkan dampak negatif pada perusahaan.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan celah penelitian, terdapat beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh dari struktur kepemilikan terhadap peringkat surat utang perusahaan secara linear?
  2. Bagaimana pengaruh dari struktur kepemilikan dalam rentang berbeda terhadap peringkat surat utang perusahaan?
  3. Bagaimana pengaruh dari struktur kepemilikan dengan memfokuskan pada struktur kepemilikan keluarga, dan kepemimpinan CEO atau komisaris yang dijabat oleh keluarga baik pendiri (founder) maupun keturunan (descendant) terhadap peringkat surat utang perusahaan?

 

C. Tinjauan Literatur

Struktur Kepemilikan Terkonsentrasi

Struktur kepemilikan merupakan persentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh investor, baik individual maupun institusi baik yang berada di dalam maupun diluar perusahaan. Struktur kepemilikan pada perusahaan tergantung bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan pendanaannya. Struktur kepemilikan merupakan elemen dasar dari penerapan corporate governance, Utama (2003) menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan corporate governance tidak terlepas dari struktur kepemilikan perusahaan.

Keterlibatan Pihak Keluarga Dalam Manajerial Terhadap Peringkat Surat Utang

Di Indonesia struktur dewan mengacu pada sistem two tier system. Pada two tier system, perusahaan mempunyai dua dewan terpisah, yaitu Dewan Pengawas atau Dewan Komisaris (Board of Commissioners) dan Dewan Manajemen atau Dewan Direksi (Board of Directors). Perbedaan terhadap one tier yaitu sistem two tier terdiri dari dua bagian, yaitu Chief Executive Officer (CEO) yang bertanggung jawab untuk mengelola perusahaan dan chairman yang merupakan direksi non-eksekutif yang bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan perusahaan.

Corporate governance

Investor dalam berinvestasi pasti mengharapkan keuntungan, berinvestasi pada obligasi perusahaan artinya memberikan kewenangan kepada agen dalam hal ini manajer untuk mengelola kekayaan investor dengan harapan dari pengelolaan tersebut, mereka akan memperoleh keuntungan. Namun tentu saja ada masalah yang akan timbul yang dikenal dengan masalah keagenan, dimana manajer yang sudah diberikan kepercayaan dari para investor tidak menjalankan sesuai kepentingan dan harapan para investor melainkan manajer bertindak sesuai kepentingan pribadinya guna memperkaya diri mereka sendiri. Maka dari itu muncul mekanisme yang disebut dengan corporate governance, mekanisme ini timbul karena kepentingan perusahaan untuk memastikan kepada pihak penyandang dana (principal/investor) bahwa dana yang ditanamkan digunakan secara tepat dan efisien.

Pengaruh Corporate governance (CG) Terhadap Peringkat Surat Utang

Amin (2010) menjabarkan bahwa prinsip prinsip corporate governance yang dipakai dalam instrument penilaian IICD meliputi lima prinsip yaitu : The Rights of Shareholders & Key Ownership Functions, The Equitable Treatment of Shareholders, The Role of Stakeholder in CG, Disclosure And Transparency, The Responsibilities of the Board.

 

D. Metodologi Penelitian Tesis

Terdapat dua tujuan utama dalam penelitian ini, pertama peneliti ingin melihat adanya pengaruh dari ownership structure,corporate governance dan mengikut sertakan variabel variabel lainnya seperti volatilitas return saham, umur obligasi perusahaan, tingkat leverage, tingkat profitabilitas, tingkat pertumbuhan perusahaan serta ukuran perusahaan terhadap peringkat surat utang perusahaan.

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, data data tersebut didapat karena telah dipublikasikan sebelumnya baik dalam laporan keuangan perusahaan ataupun dokumen lainnya seperti dari majalah, koran, ataupun internet.

Data penelitian dalam penelitian ini menggunakan data panel. Data panel dipilih sebagai jenis data yang digunakan karena merupakan gabungan antara data time series dan data cross section sehingga informasi yang didapatkan lebih banyak .

 

E. Kesimpulan

Adanya perwakilan keluarga pada perusahaan juga memberikan pengaruh terhadap peringkat surat utang. Founder sebagai proksi kepemimpinan perusahaan mempunyai pengaruh positif terhadap peringkat surat utang. Bondholders menanggap bahwa pada saat CEO atau komisaris dipegang oleh pendiri perusahaan maka perusahaan cenderung menghindari risiko yang berlebihan. Pendiri yang menjabat sebagai CEO atau komisaris mempunyai tujuan agar perusahaan bisa bertahan lama sehingga kebijakan-kebijakan yang dilakukan meningkatkan nilai perusahaan, hal ini tentunya meningkatkan proteksi bagi para bondholders yang akhirnya di mata lembaga pemeringkat perusahaan tersebut mempunyai peringkat surat utang yang baik akibat adanya perlindungan bagi para investor.

Perbedaan temuan didapatkan mengenai tingkat leverage (diukur menggunakan debt to total asset ratio), dimana ketika struktur kepemilikan dilihat secara menyeluruh hasil penelitian menunjukkan tidak signifikan,dan ketika hanya difokuskan pada struktur kepemilikan keluarga menjadi berpengaruh negatif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa bondholders menganggap bahwa pada perusahaan keluarga tingkat utang (leverage) menjadi faktor yang patut diperhatikan. Tingginya tingkat utang (leverage) dapat menghadapkan perusahaan pada masalah keuangan,semakin tinggi tingkat utang pada perusahaan maka semakin tinggi risiko kebangkrutan yang besar dan semakin tinggi kemampuan gagal bayar perusahaan dalam membayar utang-utangnya pada para bondholders. Hal ini dianggap sebagai risiko yang tinggi dan akhirnya mengakibatkan perusahaan memiliki peringkat surat utang yang lebih rendah.

 

Contoh Tesis Kepemimpinan

  1. Faktor-Faktor yang Mendasari Penilaian Wartawan Kepresidenan Mengenai Kompetensi Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  2. Hubungan Kompetensi Kepemimpinan, Kompensasi terhadap Motivasi Dan Kinerja Pegawai PT Merpati Nusantara Airlines
  3. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membentuk Motivasi Kerja Guru (Studi Kasus di Sekolah Masjid Terminal Depok Propinsi Jawa Barat)
  4. Pengaruh Budaya Organisasi dan Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SMA di Kabupaten Indramayu
  5. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perempuan dan Tingkat Kepuasan Komunikasi terhadap Tingkat Kinerja Karyawan (Studi pada Staf Administrasi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia)
  6. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Employee Engagement (Studi Kasus di Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
  7. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja (Studi Kasus di Badan Koordinasi Penanaman Modal RI)
  8. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SD Negeri di Lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Sukaguwimang Kabupaten Indramayu
  9. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Anggota Kepolisian di Polres Bogor Kota
  10. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Komitmen Karyawan dalam Menjalankan Reformasi Birokrasi ( Studi Kasus Pada Organisasi Sektor Publik XYZ )
  11. Pengaruh Supervisi Pengawas dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kompetensi Profesional Akademik Guru SMA Swasta Kecamatan Sukmajaya Kota Depok
  12. Persepsi Karyawan terhadap Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional pada PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang
  13. Struktur Kepemilikan, Kepemimpinan Perwakilan Keluarga pada Perusahaan, Praktek Corporate Governance, dan Peringkat Surat Utang