Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kepemimpinan : Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi

Judul Tesis : Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Anggota Kepolisian di Polres Bogor Kota

 

A. Latar Belakang

Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting di dalam suatu organisasi. Dengan demikian setiap organisasi harus senantiasa meningkatkan kualitas kinerja sumber daya manusianya untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Peningkatan kualitas kinerja sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kepuasan kerja yang mereka terima dan rasakan di dalam organisasinya. Oleh karena itu, kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang mendukung tercapainya keberhasilan suatu organisasi. Sampai saat ini kepuasan kerja masih merupakan isu yang menarik dan penting untuk dikaji karena sangat besar pengaruhnya baik untuk kepentingan individu, organisasi, dan masyarakat. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan anggota atas pekerjaannya di dalam suatu organisasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang senantiasa akan selalu ada. Gibson et al (2005), mengemukakan tugas manajemen sumber daya manusia berkisar pada upaya mengelola unsur manusia dengan potensi yang dimiliki sehingga dapat diperoleh sumber daya manusia yang puas (satisfied) dan memuaskan (satisfactory) bagi organisasi.

Kepuasan kerja berkaitan erat antara sikap pegawai terhadap berbagai faktor dalam pekerjaan, antara lain : situasi kerja, pengaruh sosial dalam kerja, imbalan dan kepemimpinan serta faktor lain. (Lodge & Derek, 2003). Namun demikian dalam pelaksanaanya terkadang faktor kepuasan kerja kurang mendapat perhatian dari pihak organisasi dan pimpinan, hal ini dapat menjadi kendala bagi organisasi. Apabila kepuasan kerja telah dapat dirasakan oleh anggota maka dengan sendirinya semangat dan motivasinya akan meningkat, dengan demikian secara otomatis akan meningkatkan kinerjanya terhadap organisasi. Oleh karena itu, untuk menghindari timbulnya ketidakpuasan anggota dan demi kemajuan organisasi maka suatu organisasi memerlukan iklim budaya organisasi yang baik dan peran pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh komponen yang mendukung dalam mencapai tujuan organisasi dengan memperdayakan anggota dan mengarahkannya untuk bekerja dengan baik. Hal senada disampaikan Bambang Irianto (2002) dalam penelitiannya bahwa kepuasan kerja pegawai sangat dipengaruhi oleh peran kepemimpinan dan budaya organisasi yang berkembang di dalam organisasinya.

 

B. Rumusan masalah

  1. Bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja anggota kepolisian di Polres Bogor Kota ?
  2. Bagaimana pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja anggota kepolisian di Polres Bogor Kota ?
  3. Bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja anggota kepolisian di Polres Bogor Kota ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Kepuasan Kerja

Tingkat kepuasan kerja pada organisasi Polri sering kali terlihat pada ruang lingkup tugasnya, yaitu bidang pembinaan dan operasional. Di dalam dua bidang tugas tersebut terdapat mekanisme pembagian tugas yang berbeda pada organisasi Polri, yaitu antara unsur pengawas dan pembantu pimpinan serta unsur pendukung (bidang pembinaan) yang mengemban tugas administrasi dan staff sedangkan unsur pelaksana tugas pokok (bidang operasional) lebih kepada tugas-tugas fungsi operasional kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pengertian Kepuasan Kerja

Pengertian kepuasan kerja menurut Kunarto (1997) adalah seperangkat perasaan karyawan yang terwujud dari keberhasilan kerjanya; dapat berbentuk hal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Seperangkat perasaan yakni adanya rasa senang dan tidak senang yang sifatnya relatif dan selalu berkembang tidak pernah stabil. Dalam satu waktu seseorang dapat merasa puas dan senang atas yang dialaminya dan saat yang berbeda perasaannya sebaliknya.

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu proses dalam mempengaruhi orang lain agar mau atau tidak melakukan sesuatu yang diinginkan. Ada juga yang mengatakan bahwa kepemimpinan (leadership) adalah hubungan interaksi antara pengikut (follower) dan pimpinan dalam mencapai tujuan bersama.(Matondang, 2008). Pendapat lain juga disampaikan oleh Glenn (1992) dalam (Salusu, 2005) mengatakan bahwa lebih cenderung untuk melihat kepemimpinan dari segi kualitas sehingga kepemimpinan yang berkualitas ialah kemampuan atau seni memimpin orang biasa untuk mencapai hasil-hasil yang luar biasa.

Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional memiliki pengertian kepemimpinan yang bertujuan untuk perubahan. Sesuai dengan natur kepemimpinan yaitu adanya pergerakan untuk mencapai tujuan, maka tujuan yang dimaksud di sini adalah perubahan. Perubahan yang dimaksud diasumsikan sebagai perubahan ke arah yang lebih baik, menentang status quo dan aktif. (Lensufiie, 2010).

Pengertian Budaya Organisasi

Budaya organisasi merupakan sesuatu yang sulit untuk didefinisikan atau diukur secara tepat karena budaya ini hanya dapat disimpulkan dari keluasannya dan observasi dari yang dikatakan, dilukis dan dilakukan oleh anggota organisasi.(French, 1994). Menurut Schein dalam (Wibowo, 2010) budaya adalah suatu pola asumsi dasar yang ditemukan dan dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu karena mempelajari dan menguasai masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal, yang telah bekerja dengan cukup baik untuk dipertimbangkan secara layak dan karena itu diajarkan pada anggota baru sebagai cara yang dipersepsikan, berpikir dan dirasakan dengan benar dalam hubungan dengan masalah tersebut.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dalam pengumpulan data dari sampel.

Terdapat dua variabel bebas adalah variabel kepemimpinan transformasional (X1), budaya organisasi (X2), dan satu variabel terikat yaitu kepuasan kerja (Y).

Populasinya adalah seluruh anggota kepolisian di Polres Bogor Kota. Sampelnya adalah anggota yang bertugas di bidang operasional sebanyak seratus sembilan puluh satu personel dan bidang pembinaan tiga puluh personel.

Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.

Metode analisis menggunakan analisis regresi sederhana dan berganda, serta uji beda (One Way anova).

 

E. Kesimpulan Tesis

1. Kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang berorientasi membawa suatu perubahan di dalam organisasi. Perubahan yang diberikan diukur melalui empat dimensi antara lain stimulasi intelektual, konsederasi individual, motivasi inspirasional, dan pengaruh idealis. Namun demikian nampaknya dari hasil penelitian diketahui bahwa hanya stimulasi intelektual dan konsederasi individual dalam kepemimpinan transformasional yang telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja anggota. Sedangkan pada dimensi pengaruh idealis dan motivasi inspirasional dari kepemimpinan transformasional belum memberikan kontribusi yang signifikan. Dengan demikian dapat interpretasikan bahwa stimulasi intelektual nampaknya membawa perubahan yang paling kuat dalam memberikan pengaruh terhadap kepuasan kerja anggota terutama dalam menstimulasi anggota untuk berlaku inovatif dan kreatif dalam bertugas serta memberikan kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuannya dengan melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi. Selanjutnya dimensi konsederasi individual juga telah memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja anggota kepolisian di Polres Bogor Kota.

2. Budaya organisasi pada setiap organisasi memiliki karakteristik, nilai, dan norma yang berbeda. Karakteristik,nilai, dan norma yang ada pada budaya organisasi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja anggota Polres Bogor Kota. Namun demikian ada tiga dimensi/karakteristik dari budaya organisasi yang belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja anggota kepolisian di Polres Bogor Kota, yaitu dimensi perhatian terhadap detail, orientasi hasil, dan kematangan. Hal ini dapat diartikan bahwa masih ditemukan kurangnya kepedulian organisasi untuk menanamkan nilai-nilai ketelitian, kecermatan, dan kedisiplinan di dalam diri setiap anggotanya. Seharusnya nilai-nilai tersebut telah dapat tertanam di dalam diri setiap anggota Polri melalui pemahamannya terhadap Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman dan falsafah hidup dalam setiap pelaksanaan tugas.

3. Faktor kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap kepuasan kerja anggota kepolisian di Polres Bogor Kota. Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja lebih besar dari pada kepemimpinan transformasional, hal ini disebabkan karena budaya organisasi yang ada di dalam organisasi Polres Bogor Kota telah mengalami perubahan ke arah yang lebih humanis dan demokratis.

4. Stimulasi intelektual dan konsederasi individual dalam kepemimpinan transformasional serta budaya organisasi yang meliputi inovasi dan pengambilan resiko, orientasi orang, orientasi tim, dan keagresifan telah merubah paradigma anggota Polres Bogor Kota tentang adanya kesenjangan dan perbedaan kepuasan kerja pada bidang operasional dan pembinaan adalah selamanya benar. Fakta ini telah dapat dibuktikan berdasarkan hasil uji beda (one way anova) bahwa tidak adanya perbedaan kepuasan kerja antara anggota yang bertugas di bidang operasional dengan bidang pembinaan di Polres Bogor Kota. Dengan demikian dapat disimpulkan telah terbentuk pemahaman bahwa sesungguhnya setiap anggota kepolisian di Polres Bogor Kota memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam mencapai tujuan organisasi. Selanjutnya ke depan diharapkan tidak ada lagi kesenjangan atau pun perbedaan kepuasan kerja dan yang ada adalah setiap anggota Polri telah dapat merasakan kepuasan kerja yang sama, meskipun dibedakan oleh bidang tugasnya masing-masing.

 

Contoh Tesis Kepemimpinan

  1. Faktor-Faktor yang Mendasari Penilaian Wartawan Kepresidenan Mengenai Kompetensi Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  2. Hubungan Kompetensi Kepemimpinan, Kompensasi terhadap Motivasi Dan Kinerja Pegawai PT Merpati Nusantara Airlines
  3. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membentuk Motivasi Kerja Guru (Studi Kasus di Sekolah Masjid Terminal Depok Propinsi Jawa Barat)
  4. Pengaruh Budaya Organisasi dan Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SMA di Kabupaten Indramayu
  5. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perempuan dan Tingkat Kepuasan Komunikasi terhadap Tingkat Kinerja Karyawan (Studi pada Staf Administrasi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia)
  6. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Employee Engagement (Studi Kasus di Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
  7. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja (Studi Kasus di Badan Koordinasi Penanaman Modal RI)
  8. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SD Negeri di Lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Sukaguwimang Kabupaten Indramayu
  9. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Anggota Kepolisian di Polres Bogor Kota
  10. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Komitmen Karyawan dalam Menjalankan Reformasi Birokrasi ( Studi Kasus Pada Organisasi Sektor Publik XYZ )
  11. Pengaruh Supervisi Pengawas dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kompetensi Profesional Akademik Guru SMA Swasta Kecamatan Sukmajaya Kota Depok
  12. Persepsi Karyawan terhadap Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional pada PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang
  13. Struktur Kepemilikan, Kepemimpinan Perwakilan Keluarga pada Perusahaan, Praktek Corporate Governance, dan Peringkat Surat Utang