Tesis Kepemimpinan : Hubungan Kompetensi, Kepemimpinan, Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai

Judul Tesis : Hubungan Kompetensi, Kepemimpinan, Kompensasi terhadap Motivasi dan Kinerja Pegawai PT. Merpati Nusantara Airlines

 

A. Latar Belakang

Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, pelaku bisnis penerbangan dituntut untuk tanggap dalam mengantisipasi setiap pergerakan dan perubahan yang terjadi agar tidak menimbulkan kesulitan berupa kerugian berkelanjutan yang nantinya akan mengganggu kelangsungan hidup perusahaan.

Untuk mengantisipasi kesulitan tersebut perumusan strategi yang tepat dan lebih mengarah ke dalam lingkungan operasional Merpati sangat diperlukan sebagai bentuk dan tindakan cepat tanggap terhadap persaingan yang setiap saat terjadi. Salah satu strateginya adalah melakukan restrukturisasi sumber daya manusia dan kinerjanya secara terus menerus sehingga mampu beradaptasi dan proaktif terhadap perubahan.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Bagaimanakah hubungan kompetensi, kepemimpinan dan kompensasi terhadap motivasi dan kinerja pegawai Merpati?
  2. Apakah terdapat hubungan langsung dan tidak langsung (variabel antara) antara variabel kompetensi, kepemimpinan, kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Merpati?

 

C. Tinjauan Pustaka

Kinerja

Allah SWT mengutus manusia ke bumi untuk menjadi khalifah dengan dilengkapi petunjuk yang jelas (Alquran, hadist, ijma ulama) dan tidak begitu saja tanpa bimbingan. Dengan adanya petunjuk tentu saja ada pula pengawasan sejauh mana petunjuk ini dilakukan dengan baik. Setelah kinerja khalifah itu dinilai akan ada imbalan yang diberikan, jika petunjuk dilaksanakan dengan baik imbalan tentu positif (kebaikan di dunia dan akhirat), sebaliknya jika petunjuk dilaksanakan dengan ketidakseriusan imbalannya akan nol (hanya dunia) atau bahkan negatif (di dunia tidak dan diakhiratpun tidak). Sebagai tambahan dalam menilai kinerja tidak jarang Allah memberikan tes atau ujian dalam berbagai bentuk, baik musibah maupun kesenangan. Jika ini dilalui dengan baik, maka derajat iman seseorang semakin tinggi.

Kompetensi

Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut dalam pekerjaan tersebut. Kompetensi merupakan karakteristik yang mendasari kinerja atau perilaku kerja di tempat kerja. Kompetensi merupakan kemampuan menjalankan tugas atau pekerjaan dengan dilandaasi oleh pengetahuan, keterampilan dan didukung oleh sikap yang menjadi karakteristik individu .Wibowo (2012:324).

Kepemimpinan

Prinsip kepemimpinan Islami adalah prinsip diambil dari Alquran dan Hadist Rasulullah SAW dan keterangan para sahabat. Menurut Antonio (2007:6), teladan kepemimpinan sesungguhnya terdapat pada diri Rasulullah SAW karena ia adalah proven. Holistic karena beliau adalah pemimpin yang mampu mengembangkan leadership dalam berbagai bidang, entrepreneurship, kehidupan rumah tangga yang harmonis, tatanan masyaraka yang akur, sistem politik yang bermartabat, sistem pendidikan yang bermoral dan mencerahkan, sistem hukum yang berkeadilan dan strategi pertahanan yang jitu serta memastikan keamanan dan perlindungan bagi warga Negara. Kepemimpinan yang accepted karena diakui oleh lebih dari 1,3 milyar manusia. kepemimpinannya sudah terbukti relevan untuk diterapkan sejak lebih dari 15 abad yang lalu hingga hari ini.

Kompensasi

Setiap usaha apapun bentuknya selalu tertanam jasa orang. Contohnya baju. Di dalamnya tertanam jasa petani kapas, jasa tukang tenun, jasa tukang jahit dan jasa pedagang. Jasa-jasa ini harus diberikan kompensasi atau imbalan. Bagi perusahaan, imbalan jasa atau kompensasi (compensation) adalah semua pengeluaran yang dikeluarkan untuk pekerja dan diterima serta dinikmati oleh pekerja baik secara langsung atau tidak langsung (Ruky, 2001:9).

Motivasi

Menurut Robert Kreitner dan K psikologis yang membangkitkan atau mengarahk tujuan atau goal-directed mengemukakan bahwa kinerja tergantung pada kombinasi masukkan individu, faktor konteks pekerjaan, motivasi dan perilaku termotivasi yang tepat. hubungan seperti terlihat pada gambar di bawah ini pencapaian kinerja tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi tetapi juga tergantung pada masukkan individu, konteks Model Hubungan Sumber: K Teori-teori motivasi umumnya berangkat dari kegelisahan (tension) dalam diri manusia terpuaskan. Jika kebutuhan ini telah terpuaskan maka kegelisahan tadi lenyap a general term referring to behaviors”. Artinya, motivasi i Kinicki (2001:205) motivasi adalah proses ang mengarahkan perilaku pada pencapaian behavior. Kreitner dan Kinicki kemudian tor Model menunjukkan bahwa pekerjaan dan proses motivasi.

 

D. Metode Penelitian

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

Berdasarkan kualitas dan ciri tersebut, populasi dapat dipahami sebagai kelompok individu atau obyek pengamatan yang minimal memiliki satu persamaan karakteristik.

Pengambilan sampel dengan teknik bertujuan ini cukup baik karena sesuai dengan pertimbangan peneliti sendiri sehingga bisa mewakili populasi. Keuntungannya terletak pada ketepatan peneliti memilih sumber data sesuai dengan variabel yang diteliti. (Hadi, 1993:74-78).

 

E. Kesimpulan

1. Variabel kompetensi,kompensasi dan kepemimpinan secara bersama sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi sebesar 26.5% dan terhadap kinerja sebesar 58.1%. Secara parsial, kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan kinerja sebesar 34.3% dan 20.3%. Kompetensi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan kinerja sebesar 28.8% dan 63.8%. Namun, kompensasi tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan kinerja. Hal ini disebabkan pengambilan indikator penelitian lebih banyak ditekankan kepada bentuk kompensasi finansial. Sedangkan, kompensasi Non financial sedikit digunakan dalam indikator penelitian ini. Di Merpati kompensasi non financial tersebut sangat besar mempengaruhi motivasi dan kinerja pegawai. Bahkan dalam kondisi kinerja Merpati yang belum baik, pegawai masih tetap bertahan di Merpati dan masih menunjukkan kinerja yang baik disebabkan oleh faktor non financial seperti kenyamanan lingkungan kerja, hubungan baik antar rekan kerja dan keseimbangan yang baik antara urusan kantor dan urusan pribadi.

2. Pola hubungan antar variabel menunjukkan 10 paths, 7 paths diantaranya memiliki hubungan langsung dan 3 paths memiliki hubungan tidak langsung. Diantara 10 paths tersebut yang memiliki hubungan langsung sangat besar terhadap variabel kinerja adalah kompetensi. Hal ini dapat dilihat dari Koefisien standar beta-nya yang bernilai 0.638. Artinya bahwa variabel kompetensi mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja pegawai Merpati dibandingkan variabel lainnya. Sedangkan yang memiliki hubungan tidak langsung paling besar adalah kepemimpinan dengan nilai koefisien beta 0.425. Artinya variabel kepemimpinan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja pegawai Merpati melalui variabel motivasi sebesar 0.425 dibandingkan varibel kompetensi dan kompensasi yang terdapat dalam penelitian ini.