Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kepemimpinan : Faktor-Faktor yg Mendasari Penilaian Wartawan Kepresidenan

Judul Tesis : Faktor-Faktor yang Mendasari Penilaian Wartawan Kepresidenan Mengenai Kompetensi Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

 

A. Latar Belakang Masalah Tesis

Penulis memilih mengamati penilaian wartawan kepresidenan tentang kompetensi kepemimpinan Presiden Yudhoyono karena meski sehari-harinya berinteraksi dengan Presiden Yudhoyono namun Presiden Yudhoyono bukanlah atasan langsung mereka. Oleh karena itu penilaian wartawan kepresidenan bersifat independen. Diharapkan penilaian wartawan kepresidenan juga lebih obyektif daripada penilaian ‘orang dalam’ lingkungan istana.

Menarik untuk mengamati penilaian wartawan kepesidenan mengenai kompetensi kepemimpinan Presiden SBY karena sebagai jurnalis mereka dituntut untuk menulis berita yang obyektif, berimbang, dan bebas dari hal-hal subyektif. Ditambah lagi berita yang ditulis wartawan kepresidenan kecil menyalin total ucapan Presiden. Jadi pendapat mereka tentang kompetensi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak tergambar dalam pemberitaannya.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan penjabaran pada latar belakang, permasalahan penelitian dirumuskan pada pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :

  1. Seberapa tinggi wartawan kepresidenan menilai kompetensi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?
  2. Di antara latar belakang personal, orientasi terhadap nilai-nilai, dan pandangan politik, faktor apa saja yang mendasari wartawan kepresidenan menilai kompetensi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?

 

C. Kerangka Teori

Latar Belakang Personal Jurnalis

Karier jurnalistik dianggap identik dengan karier orang-orang usia muda. Data jurnalis Amerika Serikat tahun 1991 menunjukkan lebih dari separuh jurnalis berusia di bawah 35 tahun. Hanya 10% jurnalis yang berusia 55 tahun ke atas. Hal ini juga berlaku di Indonesia. Data wartawan kepresidenan tahun 2011 menunjukkan terdapat 60,8% jurnalis WNI yang berusia di bawah 35 tahun.

Pandangan Politik Pribadi

Schulman (1982) menggambarkan jurnalis sebagai kritikus sosial yang keyakinan politik pribadinya cenderung liberal. Individu yang memiliki keyakinan liberal lebih senang masuk industri pemberitaan daripada industri lainnya. Hal ini dikuatkan oleh hasil survei jurnalis di lima negara yang dilakukan oleh Thomas E. Patterson dan Wolfgang Donsbach (1996). Ketika jurnalis yang menjadi responden diminta menempatkan dirinya di posisi 7=kanan, 1=kiri, dan 4=tengah, para jurnalis di lima negara menempatkan dirinya lebih ke kiri. Para jurnalis di lima negara menilai dirinya sendiri lebih liberal daripada media tempatnya bekerja. Mereka juga menilai dirinya sendiri lebih liberal daripada audiensnya. (Patterson & Donsbach, vol. 13)

Kompetensi Kepemimpinan

Spencer dan Spencer memaknai definisinya menjadi tiga hal. Pertama, underlying characteristic bermakna kompetensi adalah sesuatu yang berada di dalam dan merupakan bagian yang paling lama bertahan di dalam kepribadian seseorang dan dapat memprediksi perilaku dalam berbagai situasi dan tugas. Kedua, causally related bermakna kompetensi menyebabkan perilaku dan kinerja. Ketiga, criterion-referenced bermakna kompetensi sebenarnya memprediksi siapa yang mengerjakan dengan baik atau dengan sangat buruk yang diukur dengan kriteriakriteria atau standar yang digunakan.

 

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif di mana didefinisikan variabel penelitian, dilakukan pengembangan instrumen pengumpul data, dilakukan pengukuran dan analisis secara statistik.

Populasi wartawan kepresidenan WNI yang bertugas pada tahun 2011 sebanyak 335 orang. Persentase populasi terdiri dari 159 orang (47,5%) jurnalis televisi, 31 orang (9,2%) jurnalis radio, 50 orang (15%) jurnalis online, 95 orang (28,3%) jurnalis media cetak.

Penelitian ini mengumpulkan data primer dan data sekunder.

Penulis akan membuktikan hipotesis tersebut dengan analisis regresi dan uji korelasi.

 

E. Kesimpulan

Mayoritas wartawan kepresidenan Indonesia berorientasi pada nilai dissemination yang mengutamakan kecepatan dalam mencari berita dan memberitakan. Menurut teori nilai dissemination biasanya dianut oleh jurnalis news channel, online, dan radio. Ternyata beberapa jurnalis yang bukan berasal dari news channel, online, dan radio yang sebenarnya tidak dituntut menyajikan berita secara real time juga menganut orientasi dissemination. Menurut teori, penganut nilai interpretif biasanya jurnalis lulusan jurnalistik/komunikasi. Namun hasil temuan membuktikan penganut interpretif justru lebih banyak jurnalis yang bukan lulusan jurnalistik/komunikasi.

Mayoritas wartawan kepresidenan menganut pandangan politik liberalisme. Penelitian mengenai pandangan politik orang Indonesia tidak cukup hanya dielaborasi secara kriteria konservatisme, liberalisme, atau moderat. Pandangan politik orang Indonesia juga harus diukur berdasarkan penilaiannya dalam membandingkan Reformasi dengan Orde Baru dan membandingkan kinerja mantan-mantan presiden. Hal ini disebabkan oleh Indonesia mengalami ketidakseimbangan masa kekuasaan rezim. Keadaan seperti ini tidak dialami oleh negara-negara Barat sehingga jika literatur Barat tidak membahas hal semacam itu.

 

Contoh Tesis Kepemimpinan

  1. Faktor-Faktor yang Mendasari Penilaian Wartawan Kepresidenan Mengenai Kompetensi Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  2. Hubungan Kompetensi Kepemimpinan, Kompensasi terhadap Motivasi Dan Kinerja Pegawai PT Merpati Nusantara Airlines
  3. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membentuk Motivasi Kerja Guru (Studi Kasus di Sekolah Masjid Terminal Depok Propinsi Jawa Barat)
  4. Pengaruh Budaya Organisasi dan Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SMA di Kabupaten Indramayu
  5. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perempuan dan Tingkat Kepuasan Komunikasi terhadap Tingkat Kinerja Karyawan (Studi pada Staf Administrasi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia)
  6. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Employee Engagement (Studi Kasus di Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
  7. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja (Studi Kasus di Badan Koordinasi Penanaman Modal RI)
  8. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SD Negeri di Lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Sukaguwimang Kabupaten Indramayu
  9. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Anggota Kepolisian di Polres Bogor Kota
  10. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Komitmen Karyawan dalam Menjalankan Reformasi Birokrasi ( Studi Kasus Pada Organisasi Sektor Publik XYZ )
  11. Pengaruh Supervisi Pengawas dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kompetensi Profesional Akademik Guru SMA Swasta Kecamatan Sukmajaya Kota Depok
  12. Persepsi Karyawan terhadap Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional pada PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang
  13. Struktur Kepemilikan, Kepemimpinan Perwakilan Keluarga pada Perusahaan, Praktek Corporate Governance, dan Peringkat Surat Utang