Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kepadatan Tulang : Hubungan Karakteristik Individu, Asupan Gizi, dan Gaya Hidup

Judul Tesis : Hubungan Karakteristik Individu, Asupan Gizi, dan Gaya Hidup dengan Densitas Mineral Tulang Mahasiswi Reguler Gizi dan Komunikasi UI Angkatan 2009 Tahun 2012

 

A. Latar Belakang

Osteoporosis, penyakit dengan penurunan kualitas dan densitas mineral tulang serta menyebabkan tulang menjadi lemah dan meningkatkan resiko patah tulang, merupakan ‘bom waktu’ yang terus berdetak. Patah tulang osteoporosis adalah penyebab utama morbiditas dan kecacatan pada orang lanjut usia. Osteoporosis menempati urutan tertinggi diantara penyakit yang menyebabkan penderita terbaring di tempat tidur dengan komplikasi serius. Komplikasi yang serius ini dapat menjadi ancaman hidup bagi usia lanjut. Selain itu, patah tulang osteoporosis sangat dikaitkan dengan rawat inap, operasi, rawat jalan, perawatan jangka panjang, dan kematian dini.

Osteoporosis adalah penyakit yang dapat diderita oleh seluruh penduduk di dunia. Penderita osteoporosis di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang lebih dari 75 juta penduduk (WHO, 1994). Prevalensi patah tulang karena osteoporosis pada laki-laki dan perempuan usia lebih dari 50 tahun karena osteoporosis di Amerika, yaitu sebesar 15.7%, di Eropa sebesar 34.8%, dan di Asia Tenggara sebesar 17.4% (Kanis dan Johnell, 2006). Menurut data Persatuan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) (2007) 41.8% laki-laki dan 90% perempuan Indonesia menderita osteopenia, 28.8% laki-laki dan 32.3% perempuan diantaranya menderita osteoporosis berdasarkan kriteria WHO.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Bagaimanakah gambaran densitas mineral tulang mahasiswi reguler Gizi dan Komunikasi angkatan 2009 Universitas Indonesia?
  2. Bagaimanakah gambaran karakteristik individu (pengetahuan gizi dan IMT) mahasiswi reguler Gizi dan Komunikasi angkatan 2009 Universitas Indonesia?
  3. Bagaimanakah gambaran faktor asupan zat gizi (asupan kalsium, asupan fosfor, vitamin D, asupan protein) mahasiswi reguler Gizi dan Komunikasi angkatan 2009 Universitas Indonesia?

 

C. Tinjauan Pustaka

Tulang

Tulang merupakan jaringan yang memegang banyak peranan penting dalam tubuh, yaitu memberikan bentuk pada tubuh, melindungi organ, tempat melekatnya otot, serta sumber kalsium (CDC, 2008).

Densitas Mineral Tulang (DMT)

Nilai dari pengukuran massa tulang disebut densitas mineral tulang. Densitas mineral tulang dapat diukur melalui beberapa cara dengan output yang diperoleh disebut dengan T-score dan Z-score.

Klasifikasi DMT

Pengukuran nilai DMT memberikan skor yang kemudian akan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Ukuran kepadatan tulang biasanya dinyatakan sebagai T-score dan Z-score. Z-score digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran DMT seseorang dengan orang lain dengan usia yang sama, sedangkan T-score digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran DMT seseorang dengan hasil pengukuran orang dewasa muda dengan massa tulang maksimum. Nilai DMT biasanya mulai menurun pada usia dewasa muda yang lebih tua, sehingga akan dapat mengecoh jika dibandingkan dengan usia tertentu. Oleh karena itu, diagnosis DMT yang rendah didasarkan pada Tscore. Namun Z-score juga bermanfaat untuk menentukan apakah keropos pada tulang disebabkan oleh penyakit atau keadaan tertentu.

Aktivitas Fisik

Penelitian oleh Valtueña et al. (2011) yaitu memberikan serum 25- hydroxycholecalciferol (25(OH)D) pada remaja. Setelah dilakukan kontrol terhadap jenis kelamin, usia, musim, dan asupan kalsium, dibuktikan bahwa serum 25(OH)D memiliki pengaruh yang signifikan terhadap densitas massa tulang pada remaja yang memiliki aktivitas fisik yang aktif, sedangkan pada remaja yang tidak aktif, serum tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap densitas mineral tulang mereka. Berdasarkan penelitian kasus kontrol diketahui bahwa subjek dengan aktivitas fisik yang tidak tinggi (rendah atau cukup) memiliki risiko 4,58 kali untuk mengalami osteoporosis dibandingkan subjek yang memiliki aktivitas fisik tinggi (Nurwahyuni, 2009).

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif Analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilakukan dalam satu waktu, yaitu pengambilan data variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2012 di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Populasi target dalam penelitian mengenai densitas mineral tulang ini adalah seluruh mahasiswi Gizi dan Komunikasi Reguler angkatan 2009 Universitas Indonesia. Populasi studi dalam penelitian merupakan seluruh mahasiswi Gizi dan Komunikasi Reguler angkatan 2009 Universitas Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling.

Sampel yang diteliti dalam penelitian ini, yaitu mahasiswi Gizi dan Komunikasi Reguler angkatan 2009 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswi memiliki status sebagai mahasiswa aktif jurusan Gizi atau Komunikasi Reguler 2009 Universitas Indonesia dan bersedia menjadi responden.

 

E. Kesimpulan

  1. Prevalensi nilai Densitas Mineral tidak normal pada mahasiswi reguler program studi Gizi dan Komunikasi UI angkatan 2009, yaitu 21,7%.
  2. Berdasarkan hasil penelitian gambaran karakteristik individu, sebesar 47,2% responden memiliki pengetahuan yang rendah dan sebesar 10,6% responden memiliki IMT status gizi kurang.
  3. Gambaran asupan responden, yaitu sebesar 97,5% kurang dalam memenuhi asupan kalsium, 32,3% memiliki asupan fosfor kurang, 87,6% asupan vitamin D kurang, 38,3% asupan protein kurang. Kebiasaan responden untuk setiap hari mengonsumsi kopi sebesar 3,1%, konsumsi teh 21,1%, dan konsumsi minuman berkabonasi 2,5%.

 

Contoh Tesis Kepadatan Tulang

  1. Efek Ekstrak Etanol 70% Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) terhadap Peningkatan Kepadatan Tulang Tikus Putih Betina Ra (Rheumatoid Arthritis)
  2. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Kepadatan Tulang pada Kelompok Usia Dewasa di Daerah Urban dan Rural Terpilih Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 – Analisis Data Sekunder
  3. Hubungan Karakteristik Individu, Asupan Gizi, dan Gaya Hidup dengan Densitas Mineral Tulang Mahasiswi Reguler Gizi dan Komunikasi Universitas Indonesia Angkatan 2009 Tahun 2012
  4. Korelasi Antara Asupan Kalsium, Indeks Massa Tubuh, Kapasitas Fisik dengan Densitas Massa Tulang Lumbar dan Femur Wanita Usia Lanjut di Panty Werda
  5. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan Centella Asiatica L terhadap Kadar Kalsium dan Fosfat Tulang Tikus Rattus Norvegicus Pasca Ovariektomi
  6. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Buah Kacang Panjang (Vigna Unguiculata (L.) Walp.) terhadap Kadar Kalsium Tulang Tikus Betina