Tesis Kepadatan Tulang : Ekstrak Etanol 70% Jahe Merah trhdp Peningkatan Kepadatan Tulang

Judul Tesis : Efek Ekstrak Etanol 70% Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) terhadap Peningkatan Kepadatan Tulang Tikus Putih Betina Ra (Rheumatoid Arthritis) yang Diinduksi Oleh Complete Freund’s Adjuvant

 

A. Latar Belakang

Penyakit pada sendi dikenal di Indonesia sebagai penyakit rematik. Ada lebih dari 100 jenis penyakit rematik, namun yang umumnya diderita masyarakat saat ini adalah artritis reumatoid dan osteoartritis. Perhatian dari masyarakat terhadap penyakit ini besar karena hampir diderita oleh sebagian besar mereka yang berusia 30 tahun ke atas dan tergolong sebagai penyakit geriatrik dengan prevalensi tinggi. Artritis reumatoid lebih banyak diderita oleh kaum muda usia 30 sampai 50 tahun meskipun tidak semua kasus demikian. Sementara osteoartritis umumnya terjadi pada usia 50 tahun ke atas (Isbagio, 1995).

Artritis reumatoid merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik yang bisa menyerang seluruh persendian dengan gejala nyeri, bengkak pada jari-jari, lutut, dan pergelangan (Mulyaningsih & Darmawan, 2006). Artritis reumatoid bersifat lebih progresif dan cepat dalam menyebabkan deformitas sendi dari pada osteoartritis. Artritis reumatoid menyebabkan kebutuhan energi meningkat akibat peningkatan katabolisme karena sistem kekebalan tubuh terganggu, sehingga menyebabkan penurunan berat badan dan daya kerja tubuh penderita (Isbagio, 1995; Mulyaningsih & Darmawan, 2006).

 

B. Tinjauan Pustaka Tesis

Deskripsi Tanaman

Jahe merah adalah tumbuhan tahunan dengan tinggi 50-100 cm. Tumbuhan ini memiliki rimpang tebal berwarna coklat kemerahan. Daunnya sempit berbentuk lanset dengan panjang 5-25 cm dan lebar 8-20 mm. Ujung daunnya runcing, pangkal tumpul dan bertepi rata. Berbunga majemuk dengan bentuk bulat telur, muncul dari rimpang, dengan panjang tangkai 10-25 cm dan terdapat daun kecil pada dasar bunga. Mahkota bunga bentuk corong, panjang 2- 2,5 cm, berwarna ungu tua dengan bercak krem-kuning. Kelopak bunga kecil, berbentuk tabung dan bergerigi tiga. (Ross, 1999).

Inflamasi

Inflamasi adalah respon pertahanan tubuh terhadap invasi benda asing, kerusakan jaringan, atau keduanya. Penyebab inflamasi antara lain substansi yang bersifat antigenik berupa mikroorganisme, trauma mekanis, zat-zat kimia, dan pengaruh fisika. Respon inflamasi bertujuan menarik protein plasma dan fagosit ke tempat yang mengalami cedera atau terinvasi agar keduanya dapat mengisolasi, menghancurkan, atau menginaktifkan agen yang masuk; membersihkan debris dan mempersiapkan jaringan untuk proses penyembuhan. Gejala respon inflamasi meliputi, rubor (kemerahan), kalor (panas), dolor (nyeri), dan turgor (pembengkakan). Respon inflamasi dapat bersifat akut maupun kronik. Inflamasi akut terjadi segera setelah terjadi cedera, sedangkan inflamasi kronik merupakan inflamasi yang berlangsung lebih dari dua minggu dan dapat timbul setelah inflamasi akut, misalnya karena infeksi yang tidak sembuh (Corwin, 2008).

Artritis Reumatoid

Penyakit artritis reumatoid adalah penyakit yang disebabkan oleh peradangan kronik dengan mengakibatkan jaringan ikat mengalami degenerasi. Membran sinovium yang melapisi sendi akan mengalami kerusakan awal dan peradangan terus-menerus terjadi sehingga menyebar ke struktur-struktur sendi di sekitarnya, antara lain kapsul fibrosa sendi dan tulang rawan sendi yang mengakibatkan meradangnya ligamentum dan tendon (Corwin, 2000).

 

C. Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitokimia Departemen Farmasi FMIPA UI, Laboratorium Farmakologi Departemen Farmasi FMIPA UI, dan Laboratorium Afiliasi Kimia FMIPA UI selama lebih kurang 3 (tiga) bulan yaitu dari bulan Oktober sampai Desember 2011.

Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) yang diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITRO).

Dosis ekstrak jahe merah yang dipakai pada penelitian ini sebagai antiinflamasi berdasarkan penelitian sebelumnya adalah 14 mg/200 g bb; 28 mg/200 g bb dan 56 mg/200 g bb tikus secara oral (Retno, 2011).

Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 kelompok perlakuan masing – masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Data yang diperoleh adalah volume udem dan kadar kalsium tulang. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Saphiro -Wilk untuk melihat normalitas data dan dianalisis dengan uji Levene untuk melihat homogenitas data.

 

D. Kesimpulan

  1. Ekstrak etanol 70% rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) mempunyai efek antiartritis ditinjau dari penurunan volume udem telapak kaki tikus putih betina yang diinduksi complete freund’s adjuvant (CFA). Dosis 56 mg/200 g bb ekstrak jahe merah menunjukkan persentase penghambatan udem terbesar setara dengan natrium diklofenak dosis 1 mg/200 g bb tikus.
  2. Ekstrak etanol 70% rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) mempunyai efek meningkatan kepadatan tulang ditinjau dari kadar kalsium yang dibandingkan dengan kontrol negatif dan setara dengan natrium diklofenak dosis 1 mg/200 g bb tikus dan kontrol normal. Dosis 14 mg/200 g bb ekstrak jahe merah menunjukkan efek peningkatan kadar kalsium terbesar setara dengan natrium diklofenak dosis 1 mg/200 g bb tikus.
  3. Ada hubungan antara efek antiartritis yang merupakan efek penghambatan inflamasi kronik dengan meningkatnya kepadatan tulang, sehingga ekstrak etanol jahe merah dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit artritis reumatoid.

 

Contoh Tesis Kepadatan Tulang

  1. Efek Ekstrak Etanol 70% Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) terhadap Peningkatan Kepadatan Tulang Tikus Putih Betina Ra (Rheumatoid Arthritis)
  2. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Kepadatan Tulang pada Kelompok Usia Dewasa di Daerah Urban dan Rural Terpilih Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 – Analisis Data Sekunder
  3. Hubungan Karakteristik Individu, Asupan Gizi, dan Gaya Hidup dengan Densitas Mineral Tulang Mahasiswi Reguler Gizi dan Komunikasi Universitas Indonesia Angkatan 2009 Tahun 2012
  4. Korelasi Antara Asupan Kalsium, Indeks Massa Tubuh, Kapasitas Fisik dengan Densitas Massa Tulang Lumbar dan Femur Wanita Usia Lanjut di Panty Werda
  5. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan Centella Asiatica L terhadap Kadar Kalsium dan Fosfat Tulang Tikus Rattus Norvegicus Pasca Ovariektomi
  6. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Buah Kacang Panjang (Vigna Unguiculata (L.) Walp.) terhadap Kadar Kalsium Tulang Tikus Betina