Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kelelahan Kerja: Analisa Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Kelelahan Kerja

Judul Tesis : Analisa Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Kelelahan Kerja terhadap Kinerja Perawat RSUD Pandeglang

 

A. Latar Belakang

Menurut Djojodibroto (1997) dalam Rina (2009) rumah sakit merupakan industri jasa yang memiliki ciri bentuk produknya tidak dapat disimpan dan diberikan dalam bentuk individual, serta pemasaran yang menyatu dengan pemberi pelayanan, sehingga diperlukan sikap dan perilaku khusus dalam mengahadapi konsumen. Tenaga perawat yang merupakan “the caring profession” mempunyai kedudukan yang penting dalam menghasilkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena pelayanan yang diberika berdasarkan pendekatan bio-psiko-sosial-spritual. Pelayanan keperawatan merupakan pelayanan yang unik dilaksanakan selama 24 jam dan berkesinambungan merupakan kelebihan tersendiri dibanding pelayanan lainnya. Tenaga perawat memegang peranan yang penting (tanpa menafikan peran yang lainnya) dalam memberikan pelayanan kepada pasien karena tugas perawat secara langsung bertemu dan paling lama kontak dengan pasien.

Perawat selalu dituntut dapat menjadi figur yang dibutuhkan oleh pasiennya, dapat bersimpati kepada pasien, selalu menjaga perhatiannya, fokus dan hangat kepada pasien (Taylor, 1999 dalam Windayanti dan Cicilia, 2007) Sebagian besar tenaga perawat didominasi oleh tenaga kerja perempuan.

 

B. Perumusan Masalah

Perawat dituntut memiliki keahlian, pengetahuan dan konsentrasi yang tinggi. Selain itu seorang perawat selalu dihadapkan pada tuntutan idealisme profesi dan sering menghadapi berbagai macam persoalan baik dari pasien maupun teman sekerja. Itu semua menimbulkan rasa tertekan pada perawat, sehingga mudah mengalami stres. Menurut Perry dan Potter (2005) menyatakan bahwa tugas perawat selain memberikan asuhan keperawatan juga dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik, emosi, intelektual, sosial dan spritual baik pasien maupun keluarga sehingga berprofesi sebagai perawat cenderung untuk mudah mengalami kelelahan emosi dan depersonalisasi yang tinggi (kelelahan kerja). Besarnya prosentase perawat yang mengalamai kelalahan kerja tingkat tinggi sebanyak 15% dan kelelahan kerja tingkat sedang sebanyak 68% menunjukan bahwa kelelahan kerja merupakan kasus yang perlu menjadi perhatian bagi manajemen rumah sakit Pandeglang.

Perawat sebagian besar didominsi oleh perempuan, perempuan yang menikah tidaklah mudah untuk menjalani peran ganda (work family), untuk membagi pikiran, tenaga dan perhatian pada pekerjaan dan keluarga. Tidak jarang perawat yang menikah mengalami kelelahan fisik, mental dan emosional (kelelahan kerja/burnout). Dampak dari kelelahan kerja adalah menurunnya kinerja perawat sehingga banyak keluhan ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

Dampak dari peran ganda dan kelelahan kerja adalah penurunan kinerja perawat, hal ini dapat dilihat dari tingginya angka ketidakpuasan pasien atas asuhan keperawatan yang mereka terima. Sebanyak 47% pasien menyatakan tidak puas dengan pelayanan yang diberikan perawat. Tingginya angka ketidakpuasan berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan pasien.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa konflik peran ganda dapat menyebabkan kelelahan kerja. Baik secara langsung atau pun tidak konflik peran ganda juga dapat menurunkan kinerja atau produktivitas perawat dimana kelelahan kerja sebagai variabel mediasi.

 

C. Tinjauan Pustaka

Konflik

Mangkunegara (2000) mengemukakan bahwa konflik adalah suatu pertentangan yang yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh seseorang terhadap dirinya, orang lain, organisasi dengan kenyataan apa yang diharapkan. Sedangkan Robbins (1996) mendefinisikan konflik sebagai suatu proses yang mulai bila satu pihak merasakan bahwa suatu pihak lain telah mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang diperhatikan pihak pertama.

Konflik Peran Ganda

Goldaman dan Milman (1969) (dalam Astrani,2009) menyatakan bahwa konflik peran adalah situasi dimana harapan-harapan peran seseorang datang pada saat bersamaan, baik dari individu sendiri maupn dari lingkungan, tetapi bersifat bertentangan. Menurut Greenhaus dan Parasuraman (1987) konflik peran ganda adalah terdapat bukti bahwa ketegangan antara keluarga dan aturan pekerjaan yang menunjukkan teradapatnya penurunan secara psikologis dan fisik dari kesejahteraan karyawan.

Definisi Kelelahan Kerja. Kelelahan Kerja (Burnout)

Burnout merupakan gejala kelelahan emosional yang disebabkan oleh tingginya tuntutan pekerjaan, yang sering dialami individu yang bekerja pada situasi di mana ia harus melayani kebutuhan orang banyak.

Definisi Kinerja

Kinerja yang baik menjadi sebuah keharusan pada saat ini. Hal tersebut sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau pelayanan yang bermutu tinggi. Menurut Yaslis (2002) kinerja (performance) adalah hasil karya baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisai. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja personel. Pada dasarnya kinerja karyawan merupakan cara kerja karyawan dalam suatu perusahaan selama periode tertentu.

 

D. Metodelogi Penelitian

Jenis penelitian ini analisa kuantitatif dengan desain penelitian crossectional (potong lintang), sering juga disebut penelitian transversal. Sumber data yang pada penelitian ini merupakan data primer yang diambil oleh peneliti.

Populasi penelitian adalah tenaga perawat yang bekerja di RSUD Pandeglang berjumlah 193 orang.

Sampel yang diambil adalah paramedis wanita yang sudah menikah dan bekerja di RSUD Pandeglang.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner.

Metode analisis penelitian ini menggunakan SEM (structural Equation Modeling) dengan program LISREL 8.54.

 

E. Kesimpulan

  1. Umur termuda responden adalah 23 tahun dan tertua 44 tahun. Lama kerja responden yang termuda adalah 2 tahun dan terlama 24 tahun. Lama pernikahan responden yang terlama adalah 21 tahun. Sedangkan jumlah anak paling banyak 5 tahun.
  2. Sebagian besar responden mengalami konflik pekerjaan-keluarga rendah 60 orang (50,8%), sedang 45 orang (38,1%) dan tinggi 13 orang (11.0%). Responden konflik keluarga-pekerjaan yang mengalami konflik rendah 62 orang (52,5%), sedang 48 orang (40,7%) dan yang tinggi 8 orang (6,8%). Responden yang mengalami kelelahan kerja rendah ada 78 orang (66,1%), sedang 36 orang (30,5%) dan tinggi 4 orang (3,4%). Distribusi responden menurut kinerja sebanyak 6 orang mengatakan rendah ada 6 orang (5,1%), sedang 35 (39,7%) dan tinggi 77 orang (65,3%).
  3. Ada hubungan yang signifikan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan kelelahan kerja. ANALISA PENGARUH KONFLIK PERAN GANDA DAN KELELAHAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT RSUD PANDEGLANG

 

Contoh Tesis Kelelahan Kerja

  1. Analisa Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Kelelahan Kerja terhadap Kinerja Perawat RSUD Pandeglang
  2. Hubungan Kelelahan Kerja Perawat Pelaksana dengan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Para RS Persahabatan Jakarta Tahun 2002