Tesis Kecemasan Pasien: Pengaruh Latihan Aktifitas Rehabilitasi Jantung Fase I

Judul Tesis : Pengaruh Latihan Aktifitas Rehabilitasi Jantung Fase I terhadap Efikasi Diri dan Kecemasan Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUP Sanglah Denpasar

 

A. Latar Belakang

Secara umum program rehabilitasi jantung di Indonesia sudah berjalan dengan baik dengan adanya pusat-pusat rehabilitasi jantung seperti di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD-HK), RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Secara kualitas dan kuantitas perlu terus di kembangkan, karena rehabilitasi jantung mempunyai peranan penting untuk pemulihan fisik dan psikologis pasien PJK dengan mengikutsertakan keluarga (Sani, 2008). Sebuah penelitian menemukan bahwa meskipun program rehabilitasi jantung terbukti membantu pasien PJK setelah pulang dari rumah sakit, namum hampir separuh pasien PJK tidak dirujuk untuk mengikuti program rehabilitasi jantung (Administrator cpddokter.com, 2009). Hal ini didukung dengan data 13 % angka kekambuhan pasien gagal jantung sebagai manifestasi PJK di RSJPD-HK tahun 2005-2006, salah satu penyebabnya adalah tidak efektifnya penatalaksanaan regimen terapeutik termasuk latihan aktifitas yang harus dilaksanakan oleh pasien dan keluarga dalam perawatan di rumah (Pusdalit RSJPD-HK, 2006, dalam Halimuddin, 2006). Dengan demikian perlu dilakukan penelitian terkait topik rehabilitasi jantung untuk meyakinkan pentingnya program rehabilitasi jantung.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman empiris peneliti, penelitian tentang pengaruh latihan aktifitas rehabilitasi jantung fase I terhadap efikasi diri dan kecemasan pasien PJK masih sedikit dilakukan dan dikembangkan oleh perawat di rumah sakit terutama di RSUP Sanglah Denpasar. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang ”Pengaruh Latihan Aktifitas Rehabilitasi Jantung Fase I terhadap Efikasi Diri dan Kecemasan Pada Pasien PJK di RSUP Sanglah Denpasar”.

 

B. Rumusan Masalah

Beberapa studi menemukan bahwa aplikasi program rehabilitasi jantung fase I efektif menurunkan tingkat kecemasan baik pada pasien akut miokard infark (AMI) dan pasien yang menjalani coronary artey bypass graft (CABG). Penelitian tentang pengaruh latihan aktifitas terhadap efikasi diri dan kecemasan pada pasien PJK belum banyak dijelaskan dalam artikelartikel ilmiah keperawatan di Indonesia. Hal ini menyebabkan masih sedikit hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi pengaruh latihan aktifitas rehabilitasi jantung fase I terhadap efikasi diri dan kecemasan pasien PJK. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian “ Apakah latihan aktifitas rehabilitasi jantung fase I berpengaruh terhadap efikasi diri dan kecemasan pada pasien PJK di RSUP Sanglah Denpasar?”

 

C. Tinjauan Pustaka

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah suatu kondisi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan oksigen miokardium. Ketidakseimbangan ini terutama disebabkan oleh aterosklerosis arteri koroner (Rokhaeni, Purnamasari, Rahayoe, 2001). Manifestasi klinis dari PJK bervariasi antara lain tanpa gejala, angina pektoris, infark miokard akut, aritmia, payah jantung, dan kematian mendadak. Dari manifestasi tersebut yang umum menjadi keluhan utama pasien PJK masuk rumah sakit adalah nyeri dada yang khas yang disebut angina pektoris (AP). Angina Pektoris yang tidak mendapat penanganan yang adekuat sedini mungkin dapat berkembang menjadi infark miokard akut dengan angka kematian yang tinggi yaitu 87,06% pada pasien AMI umur kurang dari 60 tahun, dan 68,28% pada pasien AMI umur lebih dari 60 tahun (Ismail, 2003).

Program Rehabilitasi Jantung

Rehabilitasi jantung adalah program yang diharapkan dapat mengembalikan kesehatan pasien secara optimal dan mendorong perubahan gaya hidup pada pasien dengan PJK (Boone, 1986; Hamilton, 1990, dalam Deaner, 1999). Rehabilitasi pada pasien PJK adalah rangkaian usaha dalam membantu penyembuhan pasien agar dapat kembali dengan cepat pada kehidupan normalnya atau mendekati kondisi sebelum sakit (Rokhaeni, Purnamasari, Rahayoe, 2001).

 

Efikasi Diri

Self-efficacy atau efikasi diri adalah penilaian dan keyakinan seseorang tentang kemampuannya dalam melaksanakan tugas dan menampilkan kegiatan atau tindakan tertentu yang berkaitan dengan tugas dengan baik dan efektif (Rahardjo, 2005). Efikasi diri merupakan kekuatan yang berasal dari dalam diri seseorang yang dapat mengeluarkan energi positif melalui koginitif, motivasional, afektif, dan proses seleksi (Bandura, 2000 dalam Permatasari, 2009).

 

Kecemasan

Kecemasan adalah suatu perasaan yang sifatnya umum dimana seseorang merasa ketakutan atau kehilangan kepercayaan diri yang tidak jelas asal maupun wujudnya (Wiramihardja, 2005). Kecemasan didefininisikan sebagai perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidaktentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Stuart and Sundeens, 1998).

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian kuantitatif ekspremen semu (quasy experiment) pre-post test without control group (Arikunto, 2006).

Dalam penelitian ini populasi adalah semua pasien PJK yang sedang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar.

Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik consecutive sampling yaitu sampel ditetapkan dari subyek yang memenuhi kriteria penelitian dalam kurun waktu tertentu sehigga jumlah sampel yang diperlukan terpenuhi.

Penelitian dilakukan di ruang ICCU RSUP Sanglah Denpasar, dengan pertimbangan bahwa RSUP Sanglah Denpasar merupakan RS rujukan regional Indonesia bagian Timur dan RSUP pendidikan.

Penelitian dilaksanakan tanggal 15 Mei 2010 sampai 16 Juni 2010 setelah turunnya keterangan kelaikan etik (ethical clearance) dari komisi etik penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah Denpasar.

 

E. Kesimpulan

  1. Penelitian telah mengidentifikasi karakteristik jenis kelamin, umur, diagnosa, dan pengalaman pernah dirawat dengan diagnose yang sama. Responden sebagian besar laki-laki dari pada perempuan. Rerata umur responden 51,9 tahun dengan umur termuda 36 tahun dan tertua 64 tahun. Diagnosa medis responden terbanyak adalah UAP (Unstable Angina Pectoris) dan semua responden belum pernah dirawat dengan diagnos medis yang sama.
  2. Latihan aktifitas berpengaruh bermakna terhadap perbedaan rerata skor efikasi diri sebelum dan setelah intervensi latihan aktifitas (p = 0,001).
  3. Latihan aktifitas berpengaruh bermakna terhadap perbedaan rerata skor kecemasan sebelum dan setelah intervensi latihan aktifitas (p=0,001).

 

Contoh Tesis Kecemasan Pasien

  1. Efek Penggunaan Metode Wawancara Bathe Terhadap Kepuasan dan Kecemasan Pasien yang Berkunjung di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo
  2. Pengaruh Latihan Aktifitas Rehabilitasi Jantung Fase terhadap Efikasi Diri dan Kecemasan Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUP Sanglah Denpasar

 

 

Incoming search terms: