Tesis Kecemasan Pasien: Efek Metode Wawancara “Bathe” trhdp Kepuasan dan Kecemasan Pasien

Judul Tesis : Efek Penggunaan Metode Wawancara “Bathe” terhadap Kepuasan dan Kecemasan Pasien yang Berkunjung di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo

 

A. Latar Belakang

Institusi rumah sakit menyediakan sarana untuk memfasilitasi pertemuan praoperatif antara dokter anestesiologi dan pasien, yakni klinik praoperatif. Tujuan operasional klinik ini antara lain membuat sistem yang terencana untukevaluasi pra-anestesia dan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya. Salah satu manfaat dari kunjungan pasien ke klinik praoperatif adalah meningkatnya kepuasan pasien. Kepuasan pasien sesudah kunjungan praoperatif ditentukan antara lain oleh cara dokter anestesiologi berkomunikasi dengan pasien.

Salah satu cara atau metode komunikasi yang dapat menambah kepuasan pasien adalah metode BATHE. BATHE adalah singkatan dari Background, Affect, Trouble, Handling, dan Empathy; merupakan suatu metode wawancara medis yang awalnya dikembangkan oleh Stuart dan Lieberman untuk pendekatan psikoterapi sederhana. 7 Metode ini terdiri atas empat pertanyaan spesifik mengenai latar belakang pasien (background), hal yang dirasakan pasien (affect), hal yang paling mengkuatirkannya (trouble), dan bagaimana menanganinya (handling), diikuti dengan suatu tanggapan empati (empathy).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah metode BATHE memiliki efek terhadap kepuasan pasien yang berkunjung di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo?
  2. Apakah metode BATHE memiliki efek terhadap kecemasan pasien yang berkunjung di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo?

 

C. Tinjauan Pustaka

 Evaluasi Praoperatif

Evaluasi praoperatif adalah kegiatan mengumpulkan informasi medis tentang pasien dan merumuskan rencana anestesia. Secara umum, tujuan evaluasi praoperatif adalah mengurangi morbiditas dan mortalitas perioperatif. Tujuan khususnya meliputi :

  1. Membangun hubungan antara dokter dengan pasien.
  2. Mengetahui penyakit bedah yang diderita pasien dan kondisi-kondisi medis yang menyertainya.
  3. Membuat strategi manajemen anestesia perioperatif.
  4. Memperoleh informed consent untuk rencana anestesia.

 Kepuasan Pasien

Kepuasan pasien dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk memantau kualitas pelayanan kesehatan. Bagi pasien, kepuasan mewakili suatu evaluasi terhadap pengalaman pelayanan kesehatan berdasarkan pada nilai-nilai mereka sendiri, persepsi, dan interaksi dengan lingkungan pelayanan kesehatan. Bagi penyedia pelayanan kesehatan, kepuasan pasien dapat digunakan untuk menilai dampak sesungguhnya dari proses pelayanan kesehatan terhadap pasien.

Kecemasan Praoperatif

Kecemasan adalah suatu perasaan yang tidak menyenangkan dan dapat menyebabkan pasien menghindari operasi yang sudah direncanakan. Kecemasan berpengaruh merugikan pada induksi anestesia dan pemulihan pasien, juga mengurangi kepuasan pasien perioperatif.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental dengan rancangan uji klinis tidak acak dengan pembanding (atau uji klinis terbuka tanpa randomisasi) untuk membandingkan penggunaan metode wawancara BATHE dan tanpa penggunaan metode BATHE terhadap skor kepuasan dan skor kecemasan pasien yang berkunjung di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Penelitian dilakukan di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo periode waktu Juni sampai Juli 2012 setelah mendapat persetujuan dari panitia tetap penulisan etik penelitian FKUI dan persetujuan tertulis dari pasien yang sudah mendapat penjelasan.

Populasi terjangkau adalah pasien dewasa yang akan menjalani operasi atau prosedur yang membutuhkan pelayanan anestesia (pembiusan) yang berkunjung di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo periode waktu Juni sampai Juli 2012.

 

E. Kesimpulan

  1. Metode wawancara BATHE berefek menambah kepuasan dan mengurangi kecemasan pasien yang berkunjung di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo.
  2. Pasien yang diwawancarai dengan metode BATHE memiliki skor kepuasan yang lebih tinggi secara bermakna daripada pasien yang diwawancarai tanpa metode BATHE.
  3. Pasien yang diwawancarai dengan metode BATHE memiliki skor kecemasan yang lebih rendah secara bermakna daripada pasien yang diwawancarai tanpa metode BATHE.

 

Contoh Tesis Kecemasan Pasien

  1. Efek Penggunaan Metode Wawancara Bathe Terhadap Kepuasan dan Kecemasan Pasien yang Berkunjung di Klinik Praoperatif RSUPN Cipto Mangunkusumo
  2. Pengaruh Latihan Aktifitas Rehabilitasi Jantung Fase terhadap Efikasi Diri dan Kecemasan Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUP Sanglah Denpasar