Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kebijakan Persaingan : Kebijakan Persaingan di Bidang Minyak dan Gas Bumi

Judul Tesis : Efektifitas Kebijakan Persaingan di Bidang Minyak dan Gas Bumi terhadap Potensi Pasokan Minyak Mentah Hasil Kegiatan Hulu dalam Negeri

 

A. Latar Belakang

Tahun 2001 merupakan awal perubahan dari sistim pengusahaan minyak dan gas bumi di Indonesia, yaitu peralihan dari monopoli oleh perusahaan negara (PERTAMINA) sebagai satu-satunya perusahaan yang ditunjukan oleh pemerintah untuk melakukan pengusahaan minyak dan gas bumi yang terbuka. PERTAMINA berubah menjadi PT. Pertamina (Persero) dan  harus bersaing dengan kontraktor lainnya dalam melakukan usaha migas di Indonesia. Perlakuan kesetaraan terhadap PERTMINA tersebut antara lain adalah diharuskannya untuk melakukan kontrak dengan BPMIGAS sebagai agen yang mewakili kepentingan pemerintah di kegiatan hulu migas.

Perubahan pengaturan tersebut berupa penerbitan UU No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas bumi sebagai pengganti atas peraturan sebelumnya (UU No. 44 tahun 1960 dan UU No. 8 tahun 1971) sebgai langkah-langkah pembaharuan dan penataan atas penyelenggaran pengusahaan minyak dan gas bumi. Tujuan dari perubahan peraturan di sektor migas tersebut adalah untuk dapat menciptakan kegiatan usaha minyak dan gas bimi yang mandiri, andal, transparan, berdaya saing, efisien dan berwawasan pelestarian lingkungan, serta mendorong perkembangan potensi dan peranan nasional. Peraturan baru tersebut selain mengkahiri peran monopoli PERTAMINA dalam kegiatan pengusahaan minyak dan gas bumi di Indonesia sekaligus juga mengakhiri kewajiban PERTAMINA dalam menjamin kebutuhan BBM di dalam negeri.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Dengan terjadinya perubahan pengaturan pengusahaa minyak dan gas bumi apakah akan merubah struktur pengusahaan hulu migas di dalam negeri?
  2. Seberapa jauh efektifitas kebijakan hulu migas dalam mendukung pemenuhan kebutuhan BBM domestik?

 

C. Landasan Teori

Sumber Daya Alam

Pengertian sumber daya alam dalam ilmu ekonomi didefinisikan sebagai sesuatu yang dipandang memiliki nilai ekonomi. Para ahli mendefinisikan pengertian sumber daya dengan penekanan pada aspek pemanfaatan terhadap kesejahteraan manusia.

 

Minyak Bumi

Minyak bumi sebagai salah satu sumber daya alam merupakan sumber daya yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Hilang atau berkurangnya ketersediaan minyak bumi akan mengakibatkan dampak yang cukup besar bagi kesejahteraan hidup manusia. Sumber daya alam  minyak bumi merupakan sumber daya yang dapat diergunakan sebagai komoditas yakni bahan baku plastik, dan dapat digunakan untuk menggerakan energi melalui transformasi panas pada kendaraan bermotor. Minyak bumi ketika baru digali dari tanah masih merupakan energi primer. Jika minyak bumi diolah menjadi bahan bakar,maka bahan bakar tersebut merupakan energi sekunder (Yusgiantoro, 2000, hal 7).

Industri Perminyakan Indonesia

Berdasarkan peraturan perundang-undang yang lalu (PP. No. 44 tahun 1960 dan UU No. 8 tahun 1971) menyebutkan ketentuan bahwa pertambangan minyak dan gas bumi hanya diusahakan oleh negara dan sebagai pelaksanaannya adalah Perusahaan Negara semata-mata. Perusahaan negara (Pertamina, UU No. 8 tahun 71) diberikan wewenang melakukan pengusahaan minyak dan gas bumi pada daerah kuasa pertambangan yang disediakan meliputi seluruh wilayah hukum pertambangan minyak dan gas bumi Indonesia (PP No. 9 tahun 1971, pasal 11).

 

D. Metodelogi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan minyak dan gas bumi sebagai penghasil minyak bumi yang terdiri dari kontraktor bagi hasil dan pertamina. Sedangkan penentuan sampel dilakukan dengna menggunakan metode purposive sampling dimana sampel yang dipilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Data-data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, yaitu pengumplan data yangbrsumber dari arsip, dokumen atau perpustakaan.

 

E. Kesimpulan

  1. Berdasakan hasil perhitungan rasio konsentrasi produksi minyak bumi tahun 2000 s/d 2005 diketahui telah terjadi konsetrasi pada 4 (empat) perusahaan, yaitu Caltex, Pertamina, CNOOC dan Total serta Expan dengan produksi mencapai 70% dari total produksi minyak bumi Indonesia. Sehingga pada industri hulu migas Indonesia terdapat produsen besar dalam jumlah sedikit yang dominan dan produsen kecil sebagai pesaing dan dapat diidentifikasi sebagai struktur oligopoli.
  2. Usaha kilang pada saat ini masih dipegang oleh pertamina. Terdapat batasan masuk (entry barier) bagi pelaku usaha lain yaitu biaya tetap (fix cost) untuk membangun fasilitas kilang dan infrastrukturnya yang besar, sehingga harga produk tidak mampu untuk berssaing. Meskipun telah terbuka untuk swasta, namun samai dengan saat ini kilang di Indonesia yang menghasilkan BBM adalah milik pertamina, sehingga dapat diindentifikasikan struktur usaha kilang adalah monopoli.

 

Contoh Tesis Kebijakan Persaingan

  1. Efektifitas Kebijakan Persaingan di Bidang Minyak dan Gas Bumi Terhadap Potensi Pasokan Minyak Mentah Hasil Kegiatan Hulu dalam Negeri
  2. Kebijakan Persaingan – Posisi Organda dan Pemerintah dalam Bisnis Taksi
  3. Kebijakan Persaingan di Sisi Pembangkitan dan Penjualan Tenaga Listrik (Kajian Akademik Mengenai UU No. 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan)
  4. Telaah Struktur Pasar dan Kebijakan Persaingan Usaha Kasus Industri Sepeda Motor