Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Kanker pd Remaja: Adaptasi Remaja trhdp Penyakit Kanker yg diderita

Judul Tesis: Studi Kualitatif tentang Adaptasi Remaja terhadap Penyakit Kanker yang diderita

 

A. Latar Belakang

Penyakit tidak menular saat ini menjadi sorotan bagi dunia dan Indonesia. Hal ini dikarenakan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular sebagai penyebab kematian, dimana sebelumnya penyebab kematian lebih didominasi oleh penyakit menular (Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Depkes, 2011). Penyakit tidak menular ini umumnya dikenal sebagai penyakit kronik yang tidak diakibatkan dari adanya proses penularan dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit ini juga memiliki perjalanan yang lama dan perkembangannya lambat (WHO, 2011). Penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, penyakit pernafasan kronik, diabetes dan penyakit mental juga diketahui sebagai kondisi yang menjadi beban sistem pelayanan kesehatan di negara berkembang (Bautayeb & Bautayeb, 2005).

Laporan World Health Organization/ WHO (2011) menunjukkan bahwa pada tahun 2008 dari 57 juta kematian di seluruh dunia, sebanyak 63% (36 juta) diantaranya disebabkan oleh penyakit tidak menular. Di negara Asia Tenggara penyakit tidak menular menyebabkan kematian sebesar 7,9 juta jiwa setiap tahunnya, dan diduga akan terjadi peningkatan sebesar lebih dari 21% pada dekade berikutnya. Empat jenis penyakit tidak menular utama yang menjadi penyebab kematian di Asia Tenggara diantaranya adalah penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker dan penyakit pernafasan kronik (WHO, 2011). Di Indonesia terjadi peningkatan angka kematian akibat penyakit tidakmenular ini dari 41,7% pada tahun 1995 menjadi 59,5% di tahun 2007 (PP&PL Depkes, 2011).

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan respon fisik dan psikologis yang mungkin muncul dari remaja dengan penyakit kanker tersebut, kebutuhan tiap-tiap remaja pada perawatan dan dukungan selama didiagnosis kanker juga akan berbeda-beda. Oleh karena itu penting untuk kita mengetahui respon fisik dan psikologis yang timbul dari adanya diagnosis kanker pada remaja sebagai acuan pemberi pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan remaja dengan penyakit kanker. Di Indonesia sendiri belum ditemukan penelitian secara kualitatif yang melihat pengalaman adaptasi remaja untuk dapat bertahan hidup dengan penyakit kanker yang dideritanya. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk menggali sejauh mana pengalaman adaptasi remaja yang didiagnosis penyakit kanker.

 

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Usia Remaja

Terdapat beberapa pemahaman dari berbagai pakar dalam menggambarkan dan mendefinisikan usia remaja. Menurut WHO, usia remaja dikenal sebagai periode pertumbuhan dan perkembangan individu yang terjadi setelah masa anak-anak dan sebelum usia dewasa, dimana rentang usia remaja yang disepakati oleh WHO adalah antara 10-19 tahun (WHO, 2009).

Pertumbuhan Remaja

Proses pertumbuhan pada remaja identik dengan adanya perubahan yang nyata secara fisik pada remaja tersebut. Perubahan ini berhubungan dengan adanya aktivitas hormonal dan interaksi antar semua fungsi fisiologis tubuh (Hockenberry & Wilson, 2009). Stang dan Story (2005) menyatakan bahwa perubahan fisik yang terjadi pada remaja mulai terlihat sejak memasuki awal masa pubertas, yang meliputi adanya pematangan sel organ seksual dan seks sekunder, adanya peningkatan dalam berat dan tinggi badan, peningkatan massa tulang dan perubahan dalam komposisi tubuh.

Definisi Kanker

Kanker merupakan penyakit yang diakibatkan oleh rusaknya mekanisme pengaturan dasar perilaku sel. Mekanisme tersebut khususnya meliputi pertumbuhan dan diferensiasi sel yang tak terkendali dan menginvasi jaringan organ disekitarnya, sehingga mengakibatkan gangguan fungsi organ itu sendiri (Kresno, 2011). Menurut Newton, Hickey dan Marrs (2009), kanker merupakan penyakit proses regulasi, karakteristik dan fungsi sel-sel normal berubah.

Penyebab Kanker

Penyakit kanker timbul karena adanya interaksi multigenetik dan multifaktorial yang mengakibatkan sel-sel normal berubah fungsinya dan menjadi ganas (Desen, 2008). Berdasarkan penjelasan lain dari Kresno (2011) kanker muncul sebagai refleksi dari faktor lingkungan dan faktor genetik. Faktor lingkungan seperti virus, bahan kimia, radiasi pengion dan radiasi ultraviolet memiliki sifat yang dapat merusak sel DNA. Diduga bahwa sel DNA merupakan sasaran utama dari semua bahan karsinogenik dan perubahan yang terjadi pada sel DNA adalah awal mula terbentuknya sel kanker.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian tentang adaptasi remaja terhadap penyakit kanker ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi, dimana pendekatan ini diartikan sebagai pengalaman subjektif dan kesadaran perspektif seseorang dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui (Moleong, 2010).

Penelitian ini dilakukan kurang lebih selama 6 bulan, yaitu dimulai pada bulan Februari s.d Juli 2012 yang terhitung dari penyusunan proposal penelitian sampai dengan pengumpulan laporan hasil penelitian. Tahap awal yang dilakukan peneliti adalah penyusunan proposal penelitian melalui proses bimbingan dan masukan dari penguji sidang proposal. Setelah peneliti melakukan perbaikan proposal, mendapatkan surat ijin penelitian.

Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen langsung. Peneliti berperan dalam menggali informasi sedalam-dalamnya terkait dengan kebutuhan dan tujuan dalam penelitian ini.

Analisis data dalam penelitian kualitatif jelas berbeda dengan penelitian kuantitatif dalam hal membagi dan menggabungkan kegiatan pengumpulan data, analisis data dan penulisan hasil.

 

E. Kesimpulan Tesis

1. Gambaran pengalaman dan adaptasi remaja penderita kanker terkait diagnosis dan pengobatan penyakit kanker dalam penelitian ini tampak pada tema-tema yang muncul sebagai temuan dari penelitian ini. Adapun tema-tema tersebut adalah:

  • Respon dan adaptasi fisiologis remaja penderita kanker
  • Respon dan adaptasi psikologis remaja penderita kanker
  • Dimensi Kebutuhan
  • Dimensi Sosial
  • Dimensi Konsep Diri
  • Dimensi Aktivitas
  • Berharap dan Berupaya untuk sembuh dari penyakit.

2. Efek dari penyakit kanker dan pengobatannya memberikan perubahan fisiologis dan ditanggapi oleh remaja dengan berbagai cara. Sebagaimana temuan dalam penelitian ini, perubahan fisiologis yang terjadi akibat adanya penyakit kanker dan pengobatannya antara lain: rasa nyeri; kelemahan atau kelelahan; serta perubahan fisik karena adanya pertumbuhan sel kanker dibagian tubuh remaja; rambut rontok; kelelahan; dan keterbatasan aktivitas fisik, merupakan stresor yang cukup sulit untuk mereka hadapi. Beberapa strategi yang dilakukan oleh remaja untuk mengatasi respon fisiologis tersebut adalah: penggonaan obatobatan dalam mengatasi rasa nyeri, mual muntah dan sariawan, beristirahat dan tidur untuk mengatasi rasa lelah, serta makan permen dan berkumur-kumur untuk mengatasi perubahan rasa di lidah.

3. Pada respon psikologis yang muncul pada remaja penderita kanker dapat berupa proses berduka, rasa takut, perasaan emosional, ketidakpastian (uncertainty) dan merasa bosan saat di rumah sakit. Adapun adaptasi untuk mengatasi respon psikologis tersebut, remaja berupaya untuk: meluapkan rasa kesal, melarikan diri dari pengobatan, bersikap acuh pada ejekan teman, mengendalikan lingkungan agar tetap tenang dan melakukan kegiatan untuk menghilangkan rasa jenuh selama di rumah sakit.

 

Contoh Tesis Kanker Pada Remaja

  1. Studi Kualitatif tentang Adaptasi Remaja terhadap Penyakit Kanker yang diderita