Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Jantung Koroner: Analisis C-Reactive Protein pd Penderita Jantung Koroner

Judul Tesis : Analisis C-Reactive Protein pada Penderita Jantung Koroner dengan Periodontitis

A. Latar Belakang

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan problema kesehatan utama di negara maju dan merupakan penyebab kematian utama pada sepertiga penduduk dunia. Di Indonesia, terjadi peningkatan prevalensi penyakit jantung dan pembuluh darah dari urutan ke-l0 pada tahun 1980 menjadi urutan ke-8 pada tahun 1986, sedangkan sebagai penyebab kematian tetap menduduki peringkat ke- 3. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya PJK sehingga usaha pencegahan harus dilaksanakan secara multifaktorial pula. Usaha-usaha pencegahan sedapat mungkin diusahakan dengan cara pengendalian faktor–faktor risiko PJK. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa selama lebih dari 50 tahun ditemukan variasi insiden PJK yang berbeda menurut geografis dan keadaan sosial tertentu. Penyakit jantung koroner makin meningkat sejak tahun 1930, dan mulai tahun 1960 merupakan penyebab kematian utama di negara industri.

Penyakit jantung koroner merupakan masalah besar bidang kesehatan karena merupakan 50% dari penyebab jumlah kematian penduduk Amerika dan negara berkembang. Menurut meta-analisis ada beberapa faktor risiko untuk PJK, adalah risiko yang berhubungan dengan penyakit sistemik, risiko traditional cardiovascular dan risiko infeksi. Pada faktor risiko yang dihubungkan dengan penyakit atau kelainan sistemik dikatakan bahwa adanya penurunan jumlah faktor–faktor seperti merokok, hipertensi sistemik, diabetes melitus, hiperlipidemia secara efektif dapat mencegah PJK. Keadaan tersebut juga berhubungan dengan adanya penurunan faktor risiko seperti usia, gender dan riwayat keluarga terhadap PJK tidak menjelaskan mengapa frekuensi PJK tidak menurun sebanyak yang diharapkan. Adanya kemungkinan faktor lain yang tidak dikenal sebagai pemicu terjadinya PJK. Hal ini mendukung dugaan adanya kemungkinan etiologi karena infeksi.

 

B. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana kadar CRP pada PJK?
  2. Apakah ada perbedaan kadar CRP antara penderita PJK dengan periodontitis dengan PJK tanpa periodontitis?

 

C. Tinjauan Pustaka Tesis

Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Atherosclerotic cardiovascular diseases ditandai dengan mengeras dan menyempitnya arteri akibat timbulnya plak ateroma yang terbentuk dalam dinding arteri. Plak ateroma ini terdiri dari lipid, kolesterol (lipoprotein), kalsium dan materi lain. Plak ateroma ini terbentuk dan mengeras melalui proses kalsifikasi. Kalsifikasi terjadi ketika deposit dalam darah mengikat deposit kolesterol pada dinding arteri. Massa dari plak ini dapat memicu adanya blokade atau penyumbatan aliran darah sebagian atau seluruhnya, sehingga dapat terjadi gangguan kerja sel dan organ, karena kekurangan oksigen.

Periodontitis

Periodontitis didefinisikan sebagai penyakit keradangan kronis jaringan pendukung gigi yang disebabkan mikroorganisme spesifik yang secara progresif merusak ligamen periodontal dan tulang alveolar yang menghasilkan poket dan atau resesi. Bakteri yang paling berperan pada infeksi kronis periodontitis adalah bakteri patogen negatif Gram anaerob seperti bakteri P. gingivalis dan bakteri T. forsythensis.2 7 12 16 Perbedaan klinis antara gingivitis dan periodontitis adalah adanya kehilangan perlekatan yang dapat dideteksi secara klinis dengan terbentuknya poket periodontal, perubahan densitas serta tinggi tulang alveolar. Kriteria clinical attachment lost (CAL) yang dipublikasi Ann Periodontol (1999) dibagi: ringan = 1 atau 2 mm CAL; sedang = 3 atau 4 mm CAL dan berat ≥ 5 mm CAL.

Hubungan Periodontitis dengan Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner seperti strok dan myocardial infarction tidak terlihat faktor risiko traditional cardiovascular seperti merokok, umur, kadar kolesterol, status darah, olahraga dan lain–lain. Penelitian terbaru memperlihatkan peningkatan risiko kematian akibat myocardial infarction yang dapat mungkin disebabkan penyakit periodontal.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol pada penderita PJK yang menderita periodontitis dan bukan periodontitis dengan pengukuran kadar CRP.

Penelitian dilakukan di Poli Klinik Jantung yaitu Rumah Sakit Pusat Pertamina, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, dan Rumah Sakit Jantung Bina Waluya, sejak bulan Agustus – November 2011.

Populasi penelitian adalah penderita PJK.

Subjek penelitian adalah penderita PJK yang datang ke Poli Klinik Jantung dan pembuluh darah dan poli klinik penyakit dalam sub jantung beberapa rumah sakit di Jakarta.

 

E. Kesimpulan

  1. Kadar CRP penderita PJK dengan periodontitis penelitian ini terlihat tinggi.
  2. Pada penelitian ini ditemukan semua subjek PJK menderita periodontitis ringan sampai berat. Nilai kadar CRP pada subjek penelitian terlihat tinggi meskipun pada penderita periodontitis ringan juga penderita periodontitis berat tetapi pada hasil analisis tidak ada perbedaan yang bermakna.
  3. Hasil penelitian ini memperlihatkan tingginya nilai kadar CRP pada penderita PJK dengan periodontitis sehingga berkontribusi peningkatan risiko PJK pada pembentukan lesi aterosklerosis.

Contoh Tesis Jantung Koroner

  1. Analisis C-Reactive Protein pada penderita Jantung Koroner dengan Periodontitis