Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Infeksi HPV : Ekspresi MMP 2 dan MMP 9 dgn Derajat Neoplasia Serviks dan Infeksi HPV

Judul Tesis : Analisa Hubungan Ekspresi MMP 2 dan MMP 9 dengan Derajat Neoplasia Serviks dan Infeksi HPV pada Papsmear Berbasis Cairan

 

A. Latar belakang

Kanker serviks merupakan tumor ganas kedua tersering yang ditemukan pada wanita di seluruh dunia, walaupun demikian insiden kanker serviks telah menurun pada 3 sampai 4 dekade terakhir dengan adanya program skrining, penurunan paritas dan meningkatnya kesejahteraan hidup.1,2 Badan Registrasi Kanker Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia tahun 2008 mencatat 2638 kasus (13,07%) dan merupakan urutan kedua dari 10 besar kanker di Indonesia.

Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV (Human papilloma virus), dengan diidentifikasinya DNA HPV pada 95-99% kasus kanker serviks. Umumnya kanker serviks berkembang secara bertahap diawali lesi prekanker berupa CIN/cervical intraepithelial neoplasia hingga karsinoma invasif. Sampai saat ini pap smear merupakan metode skrining yang paling berhasil dalam deteksi dini lesi-lesi prekanker serta dalam menurunkan insiden kanker serviks. Selain pap smear konvensional (conventional papsmear/CP), para ahli juga telah mengembangkan metode skrining sitologi berbasis cairan (liquidbased cytology/LBC) yang diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik dari pendahulunya. Berbagai keuntungan dari LBC antara lain pemindahan secara komplit dari bahan sampel ke sediaan, meningkatnya kualitas sediaan dan sisa suspensi sel dapat dipakai untuk pemeriksaan lainnya seperti genotyping HPV dan tes molekular lainnya.

 

B. Pertanyaan Penelitian

  1. Apakah terdapat hubungan antara ekspresi MMP2 dan MMP9 dengan derajat neoplasia serviks?
  2. Apakah terdapat hubungan antara ekspresi MMP 2 dan MMP 9 dengan infeksi HPV?

 

C. Tinjauan Pustaka

1. Neoplasia intraepithelial serviks/ Cervical intraepithelial neoplasia

Pertumbuhan karsinoma serviks pada umumnya dimulai dari zona transformasi serviks atau squamocolumnar junction, dengan tipe histologik terbanyak adalah karsinoma sel skuamosa. Beberapa tipe histologik lain berdasarkan klasifikasi WHO tahun 2003 antara lain adenokarsinoma, karsinoma adenoskuamosa, karsinoma adenoid kistik, adenoid basal carcinoma, tumor neuroendokrin dan karsinoma tidak berdiferensiasi.

2. Liquid base cytology (Sitologi berbasis cairan)

Lesi prekanker dapat dideteksi melalui pemeriksaan sitologi dari sel-sel serviks yang terlepas. Sitologi konvensional Papanicolaou smear (pap smear) merupakan metode skrining yang digunakan dalam mendeteksi dini lesi-lesi prekanker namun keakuratan pap smear masih dianggap kontroversial, dengan dilaporkannya sensitifitas dan spesifisitas pap smear yang rendah pada beberapa penelitian.20,21 Alternatif lain dari pap smear konvensional adalah sitologi berbasis cairan atau liquid-based cytology (LBC).

3. Matriks Metalloproteinase (MMP)

Pada tahap selanjutnya dalam perkembangan tumor, MMP merupakan protease yang memiliki peran sangat penting. MMP atau matrixin memiliki struktur primer terdiri dari prodomain, domain katalitik dan atau domain homopexin. MMP disekresikan dalam bentuk laten atau tidak aktif berupa proenzim, bentuk laten ProMMP dipertahankan oleh ikatan kovalen antara residu sistein pada domain propeptida dengan atom seng pada domain katalisis. Proteolisis ikatan ion seng dengan sistein akan mengaktifkan proMMP yang diperantarai oleh proteinase seperti plasmin atau MMP aktif yang lain.

 

D. Metodologi Penelitian Tesis

Penelitian ini dilakukan secara prospektif menggunakan studi analitik potong lintang.

Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM pada bulan Agustus 2011- Juli 2012.

Populasi penelitian adalah kasus lesi neoplasia serviks pada sitologi papsmear berbasis cairan/LBC.

Data yang dianalisa adalah hasil ekspresi MMP 2 dan MMP 9 dihubungkan dengan derajat neoplasia serviks dan infeksi HPV.

 

E. Kesimpulan

1.  Ekspresi MMP 2 dan MMP 9 dapat ditemukan secara dini yaitu pada lesi atipikal dan lesi neoplasia derajat rendah.

2. Proporsi positifitas ekspresi MMP 2 dan MMP 9 lebih tinggi pada lesi derajat tinggi dibandingkan pada lesi derajat rendah

3. Terdapat hubungan bermakna antara ekspresi MMP2 dan MMP 9 dengan derajat neoplasia serviks.

4. Tidak terdapat hubungan bermakna antara ekspresi MMP 2 dan MMP 9 dengan infeksi HPV.

 

Contoh Tesis Infeksi HPV

  1. Analisa hubungan ekspresi MMP 2 dan MMP 9 dengan derajat Neoplasia Serviks dan infeksi HPV pada Papsmear berbasis cairan