Tesis Iklim Organisasi : Pelatihan Kompensasi dan Iklaim Organisasi trhdp Kualitas Pelayanan

Judul Tesis : Analisis Hubungan Pelatihan Kompensasi dan Iklaim Organisasi terhadap Kualitas Pelayanan pada SUB.DIT Pemeriksaan Paten Direktorat Jendral HAK Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI

 

A. Latar Belakang Masalah

Keberadaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam hubungan internasional dan antar negara merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri. HKI juga merupakan sesuatu yang given dan inheren delam sebuah masyarakat indutri atau yang sedang mengarah kesana. Keberadaannya senantiasa mengikuti dinamika perkembangan masyarakat itu sendiri. Begitu pula hanya dengan masyarakat dan bangsa Indonesia yang mau tidak mau harus bersinggungan dan terlibat dengan masalah HKI.

Permasalahan mengenai hak Kekayaan Intelektual akan menyentuh berbagai aspek seperti teknologi, industri, sosial, budaya, dan berbagai aspek lainnya. Namun aspek terpenting jika dihubungkan dengan upaya perlindungan bagi karya intelektual adalah aspek hukum. Hukum harus mampu mengatasi berbagai permasalahan yang timbul berhubungan dengan Hak Kekayaan Intelektual adalah aspek hukum. Hukum harus dapat memberikan perlindungan bagi karya intelektual, sehingga mampu mengembangkan daya kreasi masyarakat yang akhirnya bermuara pada tujuan berhasilnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana hubungan pelatihan dengan kualitas pelayanan?
  2. Bagaimana hubungan kompensasi dengan kualitas pelayanan?
  3. Bagaimana hubungan iklim dengan kualitas pelayanan?
  4. Bagaimana hubungan pelatihan, kompensasi dan iklim kerja dengan kualitas pelayanan?

 

C. Tijauan Pustaka

Pelatihan

Pelatihan adalah proses sistematik perubahan perilaku para pegawai dalam suatu arah untuk meningkatkan tujuan-tujuan organisasi. Pelatihan digunakan oleh organisasi dan sekaligus meningkatkan keahlian pegawai untuk dapat meningkatkan produktivitaasnya. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa pelatihan adalah suatu kegiatan peningkatan pengetahuan dan keahlian pegawai dalam melaksanakan pekerjaan atau tugas-tuganya.

 

Kompensasi

Secara umum tujuan manajemen kompensasi adalah dalam rangka  membantu keberhasilan tercapainya tujuan organisasi dengan tetap menjaga terciptanya keseimbangan, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Menurut Hendro Poerwanto dalam Usahawan No. 12 Tahun XXIS Desember 2000, organisasi secara khusus merancang sistem kompensasi untuk mencapai 4 tujuan utama yaitu:

  1. untuk menlanggengkan keanggotaan
  2. memotivasi kinerja
  3. membangun komitmen karyawan
  4. mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai.

Kualitas Pelayanan

Pelayanan adalah usaha yang dilakuka untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Pelayanan yang baik bagi pelanggan adalah merupakan senjata ampuh untuk memenangkan persaingan dalam merebut pasar yang ada dengan menawarkan barang serta jasa yang dapat memuaskan dan bahkan melampaui apa yang diharapkan oleh konsumen (Daviddow dan Uttal dalam Sari (1998:31))

 

D. Metodologi Penelitian

Rancangan penelitian ini diajukan untuk mengetahui hubungan antara variabel perlatihan, kompensasi dan iklim organisasi terhadap kualitas pelayanan.

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakterististik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden pemeriksa paten dari 3 bidang pemeriksa yaitu mekanik, elektro/fisika serta kimi masing-masing 10 orang dengan teknik purposive yaitu pemeriksa paten yang mempunyai dokumen pemeriksa dari 20 pemohon paten.

Dalam penelitian ini, teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan daftar pertanya (kuesioner) yang terdiri dari pertanyaan umum dan khusus kepada responden Pemeriksa Paten serta pertanyaan umum dan khusus kepada responden konsultan patem.

 

E. Kesimpulan

1. Terdapat korelasi yang sangat dignifikan pada level 0,01 antara variabel pelatihan dengan tingkat hubungan kuat dan kontribusi atau pengaruh pelatihan terhadap kualitas pelayanan sebesar 38,56%.

2. Terdapat korelasi yang signifikan pada level 0,05 antara variabel kompensasi dengan kualitas dengan kualitas pelayanan sebesar +0,306 dengan tingkat hubungan rendah dan kontribusi atau pengaruh kompensasi terhadap kualitas pelayanan sebesar 9,36%.

3. Terdapat korelasi yang signifikan pada level 0,05 antara iklim organisasi dengan kualitas pelayanan sebesar +0,381 dengan tingkat hubungan rendah dan kontribusi atau pengaruh iklim organisasi terhadap kualitas pelayanan sebesar 14,52%.

 

Contoh Iklim Organisasi

  1. Analisis Hubungan Aspek Organisasi dengan Iklim Komunikasi Gramedia Majalah
  2. Analisis Hubungan Orientasi Moral, Kemampuan, Motivasi dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Anggota Reserse Ekonomi Di Polda Metro Jaya
  3. Analisis Pemetaan Hubungan Kepuasan Kerja Karyawan Unit Kerja Call Center 24 Jam Bank _X_ terhadap Kompensasi dan Iklim Organisasi
  4. Analisis Tentang Iklim Organisasi, Kepemimpinan, dan Kepuasan Kerja Pegawai di Lingkungan Sekretariat Negara
  5. Analisis Hubungan Pelatihan Kompensasi dan Iklim Organisasi terhadap Kualitas Pelayanan pada Sub.Dit Pemeriksaan Paten Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI