Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Hukum Jaminan: Analisa Yuridis trhdp Hak Cipta Atas Lagu Sbg Objek Jaminan Hutang

Judul Tesis: Analisa Yuridis terhadap Hak Cipta Atas Lagu Sebagai Objek Jaminan Hutang dalam Perspektif Hukum Jaminan Indonesia

A. Latar Belakang Permasalahan

Pembangunan bidang ekonomi yang semakin meningkat saat ini mengakibatkan keterkaitan yang erat antara sektor riil dan sektor moneter, dimana kebijakan – kebijakan khususnya di sektor keuangan turut menentukan maju mundurnya aktifitas dunia usaha di Indonesia. Lembaga Keuangan khususnya bank bertindak sebagai suatu wahana yang menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat secara efektif dan efisien. Kredit selaku salah satu cara penyaluran dana hanya dapat diberikan kepada mereka yang dipercaya mampu mengembalikan kredit itu dikemudian hari. Pemenuhan pengembalian pinjaman itu sama artinya dengan kemampuan pemenuhan prestasi dalam suatu perjanjian. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian kredit didasarkan pada kepercayaan akan kemampuan penerima kredit untuk mengembalikannya. Berdasarkan dari penjelasan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 mengenai Perbankan, dinyatakan bahwa: Sebelum memberikan kredit bank harus melakukan penilaian yang seksama terhadap watak, kemampuan, modal, agunan (jaminan) dan prospek usaha dari nasabah debitur.

Jaminan dalam pemberian kredit menurut Pasal 8 ayat (1) pada UU Perbankan adalah bahwa keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan nasabah debitur untuk melunasi kewajibannya sesuai dengan yang diperjanjikan. Untuk memperoleh keyakinan tersebut, sebelum memberikan kredit, bank harus melakukan penilaian yang seksama terhadap watak, kemampuan, modal, agunan dan prospek usaha dari nasabah debitur. Dengan demikian, hal ini menegaskan bahwa jaminan hendaklah mempertimbangkan dua faktor, yaitu Secured, yang artinya jaminan kredit mengikat secara yuridis formal sehingga apabila suatu hari nanti nasabah debitur melakukan wanprestasi (cedera janji), maka bank memiliki kekuatan yuridis untuk melakukan tindakan eksekusi, dan yang kedua adalah Marketable, artinya bila jaminan tersebut hendak dieksekusi, dapat segera dijual atau diuangkan untuk melunasi seluruh kewajiban debitur.

 

B. Pokok Permasalahan

  1. Apakah Hak Cipta termasuk benda?
  2. Apakah Hak Cipta dapat digunakan sebagai jaminan?

 

C. Tinjauan Umum Tesis

1. Tinjauan Umum tentang Benda

a. Pengertian

Hukum benda erat kaitannya dengan hukum keperdataan, hal ini disebabkan hukum benda merupakan bagian dari hukum keperdataan.10 Hukum perdata mengenal dua macam sistematika pembidangan hukum yaitu sistematika yang ditentukan Undang – undang, dimuat dalam Kitab Undang – undang Hukum Perdata, dan sistematika yang dirumuskan oleh para ahli di bidang ilmu pengetahuan (doktrin) di luar undang – undang.

Berbagai macam benda dapat dipilah – pilah berdasarkan :

  1. Benda berwujud (lichamelijke zaken) dan benda tidak berwujud (onlichamelijke zaken)
  2. Benda Bergerak dan Benda Tidak Bergerak
  3. Benda dipakai habis dan benda tidak dipakai habis
  4. Benda sudah ada dan benda akan ada
  5. Benda dalam perdagangan dan benda luar perdagangan
  6. Benda dapat dibagi dan benda tidak dapat dibagi
  7. Benda terdaftar dan benda tidak terdaftar

2. Tinjauan Umum tentang Jaminan

a. Pengertian Jaminan

Pengertian jaminan tidak terdapat di dalam undang – undang, berikut beberapa pengertian berdasarkan para ahli hukum 63:

– Prof DR. Mariam Darus Badrulzaman, berpendapat bahwa: “Jaminan adalah suatu lembaga berupa hak untuk mengambil pelunasan dari suatu perikatan. “

– Drs. Thomas Suyatno

“Jaminan adalah penyerahan kekayaan atau pernyataan kesanggupan seseorang untuk menanggung pembayaran suatu hutang.” Terdapat beberapa jenis jaminan yaitu :

b. Jaminan Umum

Jaminan umum adalah jaminan yang diberikan bagi kepentingan semua kreditur dan menyangkut semua harta kekayaan debitur.

c. Jaminan Khusus

Jaminan khusus terjadi karena diperjanjikan bisa berupa:

  • Jaminan perorangan
  • Jaminan kebendaan seperti gadai, hipotek, credietverband, fidusia, dan lain – lainnya.

d. Jaminan Perorangan

Jaminan yang bersifat perorangan adalah jaminan yang menimbulkan hubungan langsung pada perorangan tertentu, yang hanya dapat dipertahankan terhadap debitur tertentu atas harta kekayaan debitur umumnya.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini, mengambil konsep hukum yang kedua yaitu hukum dikonsepkan sebagai norma-norma positif di dalam sistem perundang-undangan.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, maka jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder,yang mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan atau teknik dokumentasi.

Metode analisis data yang dipergunakan adalah analisis data kualitatif.

 

E. Kesimpulan

1. Penyerahan jaminan merupakan perlindungan bagi kreditur untuk mengantisipasi resiko yang mungkin timbul dalam tenggang waktu antara pelepasan dan pelunasan kredit yang diberikan oleh kreditur. Menurut konstelasi hukum jaminan di Indonesia, pada prinsipya Hak Cipta diakui sebagai objek jaminan pelunasan hutang berdasarkan adanya pengakuan secara eksplisit dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang secara tegas menyatakan bahwa hak cipta dianggap sebagai benda bergerak. Tidak hanya itu hak cipta mempunyai nilai ekonomis yang dapat dipertahankan terhadap siapapun dan dapat beralih atau dialihkan oleh pencipta atau pemegang hak cipta sehingga hak cipta memenuhi persyaratan sebagai suatu hak kebendaan yang dapat dipakai sebagai objek pada jaminan utang akan tetapi pada prakteknya keberadaan Hak Cipta sebagai objek jaminan dalam pelunasan hutang yang telah diatur dalam peraturan perundangundangan di Indonesia masih belum diterima dengan baik.

2. Lembaga jaminan yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan pengikatan pada hak cipta sebagai obyek jaminan utang, perlu adanya lembaga jaminan baru mengingat jenis obyek jaminan yang berupa benda bergerak yang tidak berwujud dan mengenai penyerahan benda jaminan yang dilakukan melalui kepemilikan atas hak dengan cara pengalihan secara tertulis baik dengan akta otentik maupun akta bawah tangan.

Contoh Tesis Hukum Jaminan

  1. Analisa Yuridis Mengenai Perlindungan Hukum Kreditor Pemegang Hak Tanggungan terhadap Penangguhan Eksekusi Jaminan Utang berdasarkan Hukum Kepailitan di Indonesia
  2. Analisa Yuridis Terhadap Hak Cipta Atas Lagu Sebagai Objek Jaminan Hutang dalam Perspektif Hukum Jaminan Indonesia

 

Incoming search terms: