Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Harga : Analisis Perubahan Harga Sektor Akibat Perubahan Harga Input Produksi

Judul Tesis : Analisis Perubahan Harga Sektor Akibat Perubahan Harga Input Produksi dengan Menggunakan Input-Output Costing Model pada Perekonomian Jawa Tengah

 

A. Latar Belakang

Dengan maksud untuk mengurangi beban APBN, Pemerintah mengurangi subsidi secara bertahap Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Pengurangan subsidi tersebut mengakibatkan naiknya harga komoditas tersebut. Disisi lain, dengan maksud untuk menyesuaikan biaya kebutuhan hidup yang diwujudkan dalam bentuk Upah Minimum Regional (UMR).

BBM dan Listrik merupakan komoditas yang banyak digunakan dalam proses produksi. Kenaikan harga BBM dan TDL serta kenaikan UMR sebagai salah satu komponen faktor produksi, akan mengakibatkan kenaikan biaya produksi, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hrga jual output produksi.Miyasto (1991) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan harga suatu komoditas diantaranya adalah perubahan biaya produksi, perupahan biaya modal, tingginya mark up yang diambil pengusaha, jumlah uang beredar, perubahan nilai valuta asing, dan pajak.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Seberapa besar dampak kenaikan harga BBM, TDL dan UMP terhadap kenaikan harga suatu sektor produksi?
  2. Sektor-sektor apa saja yang dianggap memperoleh keuntungan ekstra dan sebaliknya sektor apa saja yang mempunyai tingkat harga dibawah harga yang wajar?
  3. Bagaimanakah memanfaatka analisis 1-0 Costing Model sebagai alat perencanaan?

 

C. Kerangka Teori

Analisis Input-Output

Analisis input-output pertama kali diperkenalkan pada tahun 1936 oleh Prof. Wassily W Leontief dari Harvard University. Teknik ini digunakan untuk menelaah hubungan antar industri dalam rangka memahami saling ketergantungan dan kompleksitas perekonomin serta kondisi untuk mempertahankan keseimbangan antara penawaran dan permintaan (Miller dan Blair, 1985).

Fungsi Produksi Input-Output

Fungsi produksi tersebut (disebut pula fungsi produksi Leontief) menyatakan bahwa proses produksi yang optimal di sepanjan expantion path-nya dilakukan dengan proporsi, hanya ada satu titik optimal produksi. Bentuk isoquant-nya.

Konsep Inflasi

Inflasi adalah gejala kenaikan harga yang bersifat umum dan terus menerus (Rahardja dan Manurung, 2001). Brown (1988) membedakan antara inflasi dengan infflasi murni. Inflasi murni merupakan inflsi tanp diikuti perubahan harga relatif, suatu konsep yang ada pada tingkatan teoristis. Sedangkan lonjakan harga (price shock), bukan erupakan inflasi karena hanya menyengkut harga beberapa barang. Namun apabila dampaknya memicu kenakan harga secara umum maka akan dapat mengarah terjadinya inflasi.

 

D. Metodelogi Penelitian Tesis

Analisis I-O costing Model yang digunakan mengadopsi model yang dIkembangkan KULA (1998).

Tujuan penelitian diantaranya adalah dengan menyesuaikan klasifikasi sektoer pada Tabel I-O dengan publikasi.

 

E. Kesimpulan

1. Dengan menggunakan analisis Input-Output Costing Mdel, dapat diperkirakan dampak perubahan harga output maupun faktor produksi terhadap harga jual output sektor lainnya dalam perekonomian Jawa Tengah . Penggunaan data substitusi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Nasional dan pola konsumsirumah tangga sesuai proporsi dalam SNSE Indonesia 1999, menjadi pembatas tingkat akurasi hasil analisis.

2. Terjadinya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 32,09%, Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 18,71%, perubahan nila tukar rupiah terhadap US $ yang mengakibatkan kenaikan harga impor sebesar 2% (ketiganya termasuk faktor eksternal), dan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 32,43% (faktor internal) dari tahun 2000 – 2001 di Provinsi Jawa Tengah, telah mengakibatkan kenaikan harga sektor sebesar 9.50% (rata-rata 48 sektor) atau sebesar 8,24% untuk rata-rata 36 sektor.

3. Perbandingan tingkat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) riil, menunjukkan bahwa sebanyak 29 sektor memperoleh keutungan ekstra atau menikmati harga diatas normal dan sebanyak 7 sektor menerima harga dibawah harga wajar. Perolehan keuntungan terbesar adalah sektor Industri Gula (25,20%), Padi (17,86%), iNDUSTRI pENGGLINGAN pADA (16,50%), Industri Rokok dan Pengolahan Tembakau (12,66%). Serta Industri Alat Angkutan dan Perbaikannya (10,99).

 

Contoh Tesis Harga

  1. Analisa Harga Produksi Listrik Pltu Batubara 2 X 15 MW Studi Kasus Kupang
  2. Analisis Pengaruh Harga Relatif, Produk Domestik Bruto dan Nilai Tukar Terhadap Volume Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia Amerika Serikat
  3. Analisis Pengaruh Tarif Cukai dan Harga Hasil Tembakau Terhadap Produksi Sigaret Putih Mesin (SPM)
  4. Analisis Perubahan Harga Sektor Akibat Perubahan Harga Input Produksi dengan Menggunakan Input-Output Costing Model pada Perekonomian Jawa Tengah
  5. Aplikasi Activity Based Costing Sebagai Support Decisions dalam Menentukan Harga Jual Produk dan Jasa, Studi Kasus pada PT Iol Jakarta
  6. Hubungan Antara Ekuitas Merek dengan Belanja Iklan, Harga dan Pangsa Pasar pada Pemasaran Susu Ibu Hamil
  7. Meningkatkan Efektivitas Pemasaran dengan Mempercepat Estimasi Harga Produk Pressure Vessel