Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Fluks Karbon Dioksida: Distribusi Konsentrasi Klorofil-a dn Pengaruhnya

Judul Tesis : Distribusi Konsentrasi Klorofil-a dan Pengaruh terhadap Dinamika Fluks Karbon Dioksida (CO2) di Teluk Banten

 

A. Latar Belakang

Karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu gas rumah kaca, yang pada prinsipnya bermanfaat dalam menopang kehidupan di bumi, diantaranya sebagai bahan fotosintesis tumbuhan dan menjaga kesetimbangan suhu bumi. Meskipun demikian, semakin meningkatnya industri yang menghasilkan CO2 menimbulkan kekhawatiran terjadinya peningkatan suhu permukaan bumi (pemanasan global).

Isu pemanasan global ini menjadi perhatian geografi pada abad 21. Hagget (2001) menyebutkannya sebagai salah satu dari tensi geografi yaitu globalisasi terutama isu perubahan iklim. Para ilmuwan menyebutkan ada tiga hal yang mempengaruhi pemanasan global, yaitu emisi gas rumah kaca, emisi aerosol, dan perubahan penggunaan lahan (UNEP, 2010). Selanjutnya menurut catatan UNEP (2010), meningkatnya suhu bumi beriringan dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 dan disebutkan bahwa gas CO2 merupakan gas penyuplai utama terhadap semakin meningkatnya suhu bumi.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pola spasial distribusi konsentrasi klorofil-a di perairan Teluk Banten pada musim hujan dan musim kemarau, dan
  2. Bagaimana pengaruh distribusi klorofil-a terhadap pola spasial fluks karbon dioksida (CO2) di Perairan Teluk Banten pada musim hujan dan musim kemarau?

 

C. Tinjauan Pustaka

Siklus Karbon di Wilayah Pesisir dan Perairan Teluk

Wilayah pesisir sangat erat kaitannya dengan pusat populasi manusia. Bervariasinya aktivitas manusia tentu berpengaruh terhadap pertukaran karbon yang melintasi batas udara-laut-daratan. Pengaruh-pengaruh tersebut termasuk perubahan iklim, pengasaman air laut, polusi, pengkayaan nutrien, overfishing, dan pengrusakan habitat. Ekosistem dan perikanan yang produktif dapat dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan perubahan siklus karbon pesisir. Mengingat nilai pentingnya perairan pesisir baik secara ekologis, biologis, dan ekonomis, maka perlu dilakukan kajian tentang derajat dan variabilitas fluks karbon di perairan pesisir.

Karakteristik Klorofil-a di Kawasan Teluk

Klorofil atau zat hijau daun merupakan pigmen penting dalam proses fotosintesis. Menurut Riyono (2007) terdapat empat macam klorofil yang umum terdapat dalam tumbuhan adalah klorofil-a, klorofil b, klorofil c-1 dan c-2. Meskipun demikian, beberapa penelitian terakhir telah ditemukan klorofil jenis d dan f (Yanti, 2010). Dari jenis-jenis klorofil tersebut, klorofil-a merupakan klorofil yang terpenting dan paling banyak terdapat pada fitoplankton. Klorofil-a terdapat sebagai butir-butir hijau daun di dalam kloroplas. Klorofil-a berpartisipasi secara langsung dalam reaksi konversi energi radiasi matahari menjadi energi kimia. Sedangkan jenis yang lain termasuk pigmen lain mentransfer energi eksitasinya ke klorofil-a (Hatta, 2001).

 

D. Metodelogi Penelitian

Lokasi penelitian berupa perairan Teluk Banten dan daratan pesisir dengan jarak dari garis pantai sampai dengan 1.000 meter ke arah darat (Peta.3.1).

Penelitian ini dilakukan pada waktu dari bulan Juli 2010 hingga Juni 2011.

Penelitian ini mengkaji distribusi konsentrasi klorofil-a dan pengaruhnya terhadap fluks CO2 baik pada musim hujan maupun musim kemarau di perairan Teluk banten. Fluks CO2 di Teluk banten dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor antropogenik, pasokan nutrien dari daratan melalui jaringan sungai, cuaca, dan faktor oseanografis fisik.

Penelitian ini meliputi tahapan pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data.

Data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan data primer.

Analisis yang dilakukan meliputi analisis pola spasial distribusi konsentrasi klorofil-a, analisis pengaruh klorofil-a terhadap fluks CO2, dan analisis peran perairan Teluk Banten apakah sebagai pelepas atau penyerap CO2.

 

E. Kesimpulan

Konsentrasi klorofil-a di Teluk Banten pada musim kemarau menunjukkan lebih tinggi dibandingkan dengan musim hujan. Secara umum semakin menjauhi pantai, konsentrasi klorofil-a semakin rendah, kecuali di bagian tengah teluk. Pola distribusi nilai fluks CO2 pada musim hujan hampir serupa dengan pola distribusi klorofil-a, yaitu semakin menjauhi daratan nilai fluks CO2 semakin kecil kecuali di bagian tengah teluk. Sedangkan pada musim kemarau, nilai fluks CO2 berfluktuasi.

Secara umum di perairan Teluk Banten, konsentrasi klorofil-a lebih kuat pengaruhnya terhadap fluks CO2 pada musim hujan yaitu sebesar 40% dibandingkan pada musim kemarau sebesar 4,6%.

 

Contoh Tesis Dinamika Fluks Karbon Dioksida

  1. Distribusi Konsentrasi Klorofil-A dan Pengaruhnya terhadap Dinamika Fluks Karbon Dioksida (CO2) di Teluk Banten