Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Ekonomi: Dampak Gempa Bumi Tahun 2009 trhdp Perekonomian Provinsi Sumatera Barat

Judul Tesis : Dampak Gempa Bumi Tahun 2009 terhadap Perekonomian Provinsi Sumatera Barat: Analisis Sistem Neraca Sosial Ekonomi

 

A. Latar Belakang

Bencana alam dengan skala yang lebih besar seperti gempa bumi memberikan efek negatif bagi perekonomian negara untuk jangka pendek dan jangka panjang khususnya investasi dan PDB per kapita, karena penurunan dalam modal fisik (Okuyama, 2004; Sadeghi et al., 2009). Dampak ekonomi sektoral dalam keseluruhan sistem ekonomi yang disebabkan oleh kerugian dari interupsi bisnis dari bencana alam sangat signifikan dan kompleks. Okuyama (2009) menunjukkan bahwa sektor manufaktur dan jasa menderita dampak tidak langsung yang lebih besar daripada sektor pertanian dan pertambangan. Sehingga data tentang dampak langsung dan tidak langsung akibat bencana alam sangatlah diperlukan dan dibutuhkan untuk para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan dalam menangani rehabilitasi dan penanganan bencana alam.

Untuk menggambarkan pentingnya mengetahui dampak bencana alam, akan lebih mudah dengan beberapa retorika. Seperti yang disampaikan Fujita (2003) dari Universitas Kyoto1 bahwa “perekonomian seperti bola tenis, semakin keras Anda melempar bola ke dinding, semakin keras bola memantul kembali kepada Anda.” Sebuah bencana alam menyebabkan ekonomi seperti terlempar ke dinding, kemudian, seberapa jauh perekonomian memantul kembali tergantung pada elastisitas bola, yaitu ketahanan ekonomi. Mengetahui dampak bencana analog untuk memahami seberapa buruk keadaan bola (ekonomi) akibat benturan terhadap dinding. Tanpa mengetahui bagaimana keadaan bola (ekonomi), upaya bantuan dapat menjadi tidak efisien dan tidak efektif, dan laju pemulihan mungkin berubah menjadi lebih lambat. Pada saat yang sama, jika bencana terjadi sering dan berulang-ulang, bola (ekonomi) akan mengalami kelelahan yang terakumulasi dan ketahanan dapat terganggu. Hal ini akan mengakibatkan dampak jangka panjang terhadap perekonomian (Okuyama dan Sabin, 2009).

 

B. Rumusan Masalah

Mengestimasi bagaimana dampak gempa bumi Sumatera Barat tahun 2009

terhadap perekonomian Sumatera Barat, khususnya pendapatan sektor produksi,

pendapatan faktor produksi, pendapatan rumah tangga dan institusi lainnya, serta

penyerapan tenaga kerja dengan pendekatan SNSE.

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Bencana

Pengertian bencana menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia dan kerusakan. Selain itu menurut United Nations International Strategy for Disaster Reduction (2004) bencana merupakan suatu gangguan serius terhadap keberfungsian suatu masyarakat, sehingga menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi materi, ekonomi atau lingkungan dan melampaui kemampuan masyarakat yang bersangkutan untuk mengatasi dengan menggunakan sumberdaya masyarakat itu sendiri.

Bencana Gempa Bumi

Salah satu jenis bencana yang disebabkan oleh faktor alam adalah gempa bumi. Menurut Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (2007), gempa bumi merupakan peristiwa pelepasan energi yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi secara tiba-tiba. Ketika pergeseran ini terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang ini menjalar menjauhi fokus gempa ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak atau tidak tergantung pada kekuatan sumber dan jarak fokus, disamping itu juga mutu bangunan dan mutu tanah dimana bangunan berdiri. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya bencana ikutan berupa tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk.

Penelitian Terdahulu tentang Dampak Bencana Alam terhadap Perekonomian

Model yang paling sering digunakan untuk mengestimasi dampak bencana adalah Tabel I-O. Kepopuleran model I-O ini didasarkan pada kemampuan untuk mencerminkan saling ketergantungan antar sektor dalam perekonomian suatu daerah secara rinci dan juga karena model yang sederhana. Selain itu dengan dikombinasikan dengan model teknik dan/atau data dapat mengetahui dampak tidak langsung yang lebih sensitif akibat perubahan kerusakan fisik (Okuyama, 2007).

 

D. Metode Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS dan BNPB.

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan SNSE.

Sistem Neraca Sosial Ekonomi merupakan suatu kerangka data yang bersifat keseimbangan umum (general equilibrium) yang dapat menggambarkan perkonomian secara menyeluruh dan dapat menghubungkan berbagai aspek sosial dan ekonomi dalam suatu wilayah (Pyatt dan Round, 1988).

 

E. Kesimpulan

  1. Bencana gempa bumi yang terjadi pada tanggal 30 September 2009 memberikan dampak terhadap perekonomian Sumatera Barat berupa penurunan pendapatan output produksi yang lebih besar, penurunan pendapatan faktor produksi, penurunan pendapatan institusi dan penurunan penyerapan tenaga kerja.
  2. Untuk analisis dampak gempa bumi terhadap pendapatan sektor produksi, penelitian ini memperlihatkan hasil yaitu:
  • Penurunan output sektor yang terkena dampak langsung gempa menyebabkan penurunan pendapatan output di semua sektor produksi sebesar 5,63% atau sekitar 5,78 triliun rupiah;
  • Penurunan pendapatan output sektor produksi secara total tiga kali lipat lebih besar dibandingkan estimasi kerugian gempa bumi yang dilakukan BNPB. Hal ini dikarenakan dampak tidak langsung memberikan efek yang lebih besar dibandingkan dampak langsung;
  • Sektor yang paling besar terkena dampak total berbeda dengan sektor yang paling besar terkena dampak langsung; dan (iv) sektor yang paling besar terkena dampak total bencana gempa bumi adalah sektor hotel dan restoran dengan penurunan pendapatan output produksi sebesar 48,7%.

 

Contoh Tesis Ekonomi

  1. Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Minat untuk Mengikuti Program Pemagangan ke Jepang pada Peserta Pelatihan Pra Pemberangkatan Magang ke Jepang di BLKKP Lembang
  2. Dampak Gempa Bumi Tahun 2009 terhadap Perekonomian Provinsi Sumatera Barat: Analisis Sistem Neraca Sosial Ekonomi
  3. Dinamika Sosial Ekonomi Petani dan Sengketa Tanah di Kecamatan Payakumbuh Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat (1970-1995)