Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Efisiensi: Analisis Efisiensi Puskesmas di Kabupaten Bogor

Judul Tesis : Analisis Efisiensi Puskesmas di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Tahun 2011

 

A. Latar Belakang Tesis 

Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan. IPM Indonesia Tahun 2011 diurutan 124 dari 187 negara yang disurvei, dengan skor 0,612 (BPS, 2011). Peringkat ini turun dari dari peringkat 108 pada tahun 2010. Di kawasan ASEAN, Indonesia hanya unggul dari Vietnam yang memiliki IPM 0,593, Laos dengan nilai IPM 0,524, Kamboja dengan nilai IPM 0,523 dan Myanmar dengan nilai IPM 0,483. Di ASEAN peringkat pertama dalam hal kualitas manusia adalah Singapura dengan nilai 0,866. Kemudian disusul Brunei dengan nilai IPM 0,838, IPM Malaysia 0,761, IPM Thailand 0,682 dan IPM Filipina adalah 0,644 (http://nasional.kompas.com/read/2012)

Kesehatan selain merupakan tujuan prioritas juga merupakan input sentral dalam pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Input sentral yang dimaksud adalah apabila terjadi peningkatan investasi dalam bidang kesehatan akan menghasilkan peningkatan pendapatan di negara-negara berpendapatan rendah. Artinya terdapat hubungan yang kuat antara kesehatan dan pengurangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang (Sachs, 2002). Akan tetapi secara realistis kesehatan belum dilihat sebagai investasi untuk menunjang pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang. Hal ini tercermin dalam pembiayaan kesehatan yang masih relatif rendah di negara-negara ini.

 

B. Rumusan masalah

  1. Bagaimanakah tingkat efisiensi relatif puskesmas di Kabupaten Bogor Tahun 2011?
  2. Apa yang menjadi sumber-sumber ketidakefisienan di puskesmas?
  3. Bagaimanakah kontribusi masing-masing variabel input dan output dalam mencapai kondisi efisien?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Pembiayaan Kesehatan

Menurut Match dan Abel-Smith (1983), pembiayaan kesehatan didefinisikan sebagai aktifitas pembiayaan yang tujuan utamanya adalah peningkatan pelayanan kesehatan. Definisi Pembiayaan kesehatan berdasarkan OECD (1997), yaitu semua pendanaan yang dipergunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan individu yang ditangani oleh tenaga kesehatan yang profesional dengan menggunakan alat-alat yang modern.

 

Pengertian Efisiensi

Pengertian efisiensi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Efisiensi pada dasarnya adalah rasio antara output dengan input (Kost dan Rosenwig, 1979). Ada tiga faktor yang menyebabkan efisiensi, yaitu apabila dengan input yang sama menghasilkan output yang lebih besar, dengan input yang lebih kecil menghasilkan output yang sama, dan dengan input yang besar menghasilkan output yang lebih besar lagi. (Suswadi, 2007)

Pengertian Puskesmas

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Dengan kata lain Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya.

 

D. Metodelogi Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Data Envelopment Analisys (DEA).

Populasi dan sampel penelitian dalam penelitian ini disebut juga Decision Making Unit (DMU) atau Unit Pengambilan Keputusan (UPK).

Dalam pelaksanaan penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, diantaranya data premier dan sekunder.

 

E. Kesimpulan

  1. Dari penghitungan analisis efisiensi dengan DEA model BCC (asumsi VRS) orientasi output diperoleh dari 40 puskesmas di Kabupaten Bogor Tahun 2011 terdapat 31 puskesmas yang efisien (77,5%), sementara 9 puskesmas lainnya (22,5%) nilai efisiensinya berada dibawah 100% atau tidak efisien. Rata-rata nilai efisiensi dari puskesmas-puskesmas di Kabupaten Bogor adalah 97,96%. Kesembilan puskesmas inefisien tersebut adalah Puskesmas Cigudeg, Nanggung, Rumpin, Cibungbulang, Pamijahan, Ciampea, Ciomas, Cigombong dan Cijeruk
  2. Rata-rata jumlah output puskesmas efisien lebih tinggi dari rata-rata jumlah output puskesmas inefisien, diantaranya rata-rata jumlah kunjungan yang dilayani pada puskesmas efisien 60207,8387, sedangkan pada puskesmas inefisien 59078,0, Rata-rata CDRTB pada puskesmas efisien 96,1642%, sedangkan pada puskesmas inefisien 84,2678%. Rata-rata cakupan Linakes pada puskesmas efisien 80,9710% sedangkan pada puskesmas inefisien 71,9667%. Rata-rata cakupan imunisasi pada puskesmas efisien 86,4290%, sedangkan pada puskesmas inefisien 85,9778%. Rata-rata persentase balita ditimbang pada puskesmas efisien 65,2806%, sedangkan pada puskesmas inefisien 56,8889%, Rata-rata jumlah penyuluhan pada puskesmas efisien 1100,3871, sedangkan pada puskesmas inefisien 650,5556 kali, Rata-rata cakupan gizi baik pada puskesmas inefisien 88,4774, sedangkan pada puskesmas inefisien 87,8667%. Rata-rata cakupan KB aktif pada puskesmas efisien 72,4839%, sedangkan pada puskesmas inefisien 71,911%.
  3. Potensi perbaikan untuk meningkatkan efisiensi Puskesmas Cigudeg, Nanggung, Rumpin, Cibungbulang, Pamijahan, Ciampea, Ciomas, Cigombong dan Cijeruk dapat dilakukan dengan melaksanakan berbagai strategi kebijakan yang dapat meningkatkan output jumlah kunjungan yang dilayani, CDR TB, cakupan Linakes, cakupan imunisasi, persentase balita ditimbang, jumlah penyuluhan, cakupan gizi baik, cakupan KB aktif.dengan mengacu pada nilai Benchmark Puskesmas efisien.

Contoh Tesis Efisiensi

  1. Analisis Efisiensi Operasional, Intermediasi dan Aset Bank-Bank Umum di Indonesia  Pengaruh Krisis, Struktur Kepemilikan dan Skla Usaha Bank
  2. Analisa Relvansi Akurasi Peramalan terhadap Efisiensi Biaya Persediaan di Divisi Pertambangan PT Trakindo Utama
  3. Analisa Dan Perancangan IT Governance untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas pada Proyek EPC (Engineering Procurement And Construction)
  4. Analisis Efisiensi Pasar di Bursa Efek Jakarta Tahun 1999-2004
  5. Analisis Efisiensi Perbankan Sebelum dan Sesudah Menjadi Bank Listed dengan Menggunakan Analisis Non Parametrik -2