Tesis Efektivitas Pelayanan: Persepsi Pajak Kendaraan Bermotor ttg Efektifitas Pelayanan

Judul Tesis : Persepsi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Mengenai Efektifitas Pelayanan Satuan Administrasi dalam Satu Atap (Samsat) Keliling Kalibata di Wilayah Jakarta Selatan

 

A. Latar Belakang

Di dalam Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa Negara wajib melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seluruh kepentingan publik harus dilaksanakan oleh pemerintah sebagai penyelenggara negara yaitu dalam berbagai sektor pelayanan, terutama yang menyangkut pemenuhan hak-hak sipil dan kebutuhan dasar masyarakat. dalam hal ini wajib pajak mempunyai hak-haknya. Dalam buku Ilyas dan Burton (2008:191) dijelaskan bahwa haknya yaitu hak untuk mendapatkan pembinaan dan pengarahan dari fiskus, hak untuk membetulkan surat pemberitahuan (SPT), hak untuk memperpanjang waktu penyampaian SPT, hak untuk memperoleh kembali kelebihan pembayaran pajak dan lain-lain. Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah itu masih dihadapkan pada sistem pemerintahan yang belum efektif dan efisien serta kualitas sumber daya manusia aparatur yang belum memadai. Hal ini terlihat dari masih banyaknya keluhan dan pengaduan dari masyarakat baik secara Iangsung maupun melalui media massa. Pelayanan publik sebagai usaha pemenuhan kebutuhan dan hak-hak dasar masyarakat.

Dalam hal ini penyelenggaraan pelayanan publik tidak hanya diselenggarakan oleh pemerintah semata tetapi oleh penyelenggara swasta. Dengan kata lain seluruh kepentingan yang menyangkut hajat hidup orang banyak memerlukan adanya suatu pelayanan. Salah satu upaya langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta ialah membentuk kantor Satuan Administrasi dalam Satu Atap yang dikenal dengan Samsat. Samsat adalah suatu sitem kerjasama secara terpadu antara Polri, Dispenda dan PT. Jasa Raharja (Persero) dalam pelayanan untuk menerbitkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK/TNK) yang dikaitkan dengan pemasukan uang ke kas Negara baik melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan bermotor (BBN-KB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecalakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan dilaksanakan pada satu kantor yang diberi nama kantor bersama Samsat (Dinas Pelayanan DKI Jakarta). Pemerintah telah membentuk kantor Samsat Jakarta Selatan sejak tahun 1974, kantor jakarta selatan merupakan salah satu instansi pemerintah yang mempunyai tugas dan wewenang dalam registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor serta berperan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) (Sistem Manajemen Mutu ISO 9001;2008).

 

B. Pokok Permasalahan

Mengacu pada uraian tersebut, maka dalam penelitian ini permasalahan yang ingin diketahui adalah bagaimana persepsi wajib pajak kendaraan bermotor mengenai efektifitas pelayanan Sistem Administrasi Manunggal dalam Satu Atap (SAMSAT) keliling Kalibata di wilayah Jakarta Selatan?

 

C. Kerangka Teori

Pelayanan

Pendapat yang dikatakan Kotler (2002:83) definisi pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri.

Efektifitas

Suatu organisasi yang berhasil dapat diukur dengan melihat sejauh mana organisasi tersebut dapat mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Konsep efektivitas yang telah dikemukakan oleh para ahli organisasi dan menajemen memiliki makna yang berbeda. Menurut McGill (dalam pengembangan organisasi (1982:148) masalah pokok dalam mencari ancangan yang efektif dalam pengembangan organisasi ialah bahwa kriteria intervensi efektif dalam konteks keorganisasian yang satu pada konteks tertentu mungkin tidak berlaku bahkan lain bagi konteks keorganisasian yang lain pada waktu yang lain.

Operasionalisasi Konsep

Dalam menilai sejauh mana efektifitas pelayanan yang diberikan oleh Samsat keliling, perlu ada kriteria yang menunjukkan apakah suatu pelayanan yang diberikan oleh Samsat keliling dapat dikatakan efektif atau tidak efektif, sudah mencapai target atau belum. Kriteria-kriteria tersebut ada dalam teori Richard M Steers dengan tiga buah konsep yang dijabarkan dalam operasionalisasi konsep. Pengukuran efektifitas dengan tiga konsep yaitu optimasi tujuan, perspektif sistematika dan prilaku pegawai dalam organisasi. Teori pengukuran efektifitas ini dirasa cukup memenuhi penelitan ini dikarenakan difokuskan pada pelayanan samsat keliling yang melihat pelaksanaan pelayanan di titik tersebut.

 

D. Metode Penelitian

Metode di dalam penelitian merupakan hal yang mutlak, karena di dalamnya terdapat teknik penelitian dan pengumpulan data yang menjadi indikator berhasil tidaknya penelitian.

Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai dasar pemikiran dalam alur penelitian.

Jenis penelitian dapat dibedakan berdasarkan tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan dimensi waktu penelitian.

Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari Samsat Jakarta Selatan.

Dalam penelitian ini tidak ada populasi yang menjadi data acuan dikarenakan jika melihat dari populasi kendaraan yang ada tidak efisien karena setiap wajib pajak sekarang ini mempunyai lebih dari satu kendaraan baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Pengambilan teknik penarikan sampel merupakan upaya penelitian untuk mendapatkan sampel yang Representatif (mewakili), yang dapat menggambarkan populasinya.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis terhadap persepsi wajib pajak kendaraan bermotor mengenai efektifitas pelayanan dari Samsat Keliling Jakarta Selatan dengan menggunakan tiga dimensi pengukuran yang pertama yaitu Optimasi Tujuan dimana pada dimensi ini dianggap efektif oleh wajib pajak dilihat dari hasil penelitian yang merasa efektif atas pelayanan tersebut namun tetap masih ada kekuranganya yaitu jam kerja yang masih belum tepat waktu beroprasi melayani masyarakat, yang kedua perspektif sistematika yaitu dimana melihat pada daftar pekerjaan yang akan dijalani dan dianggap efektif oleh beberapa wajib pajak dalam melayani perpanjangan STNK tetapi terdapat beberapa kendala yaitu seperti masih kurang fokus para petugas dalam melayani masyarakat tidak sedikit wajib pajak yang menyatakan kecewa ketika melihat pelayanan yang tidak maksimal, dan yang ketiga Perilaku Pegawai dalam Organisasi melihat dimensi ini dianggap efektif oleh beberapa wajib pajak kekurangannya pada masalah pengisian formulir yang dianggap menyita waktu wajib pajak sehingga hal ini dianggap kurang efektif.

Keefektifan atas pelayanan Samsat keliling di nilai sudah efektif dilihat dari pendapatan Samsat Keliling yang dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Masyarakat atau wajib pajak menyatakan sangat terbantu dengan adanya inovasi samsat keliling ini dan tidak akan adanya calo-calo yang berkeliaran karena perpanjangan ini tidak dapat diwakilkan. Diharapkan dengan adanya Samsat keliling ini dapat membatu pemerintah dalam menanggulangi macetnya pembayaran pajak.

 

Contoh Tesis Efektivitas Pelayanan

  1. Analisis Efektifitas Pelayanan Antrian Pada Gardu Tol Otomatis dan Gardu Tol Reguler (Studi Kasus Gerbang Tol Cililitan 1)
  2. Deskripsi Analitis Terhadap Kepemimpinan Kepala Kelurahan dan Efektivitas Organisasi Pelayanan Publik
  3. Efektifitas Diklat Pelayanan Masyarakat di Kantor Diklat Propinsi DKI Jakarta
  4. Efektivitas Organisasi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Serta Kaitannya dengan Penerimaan Pajak (Pada Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Cengkareng)
  5. Efektivitas Organisasi pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Sebagai Implikasi Transformasi Organisasi (Pendekatan Balanced Scorecard)
  6. Efektivitas Penyuluhan Terhadap Pengusaha Perorangan Sebagai Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 21 di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Kramat Jati
  7. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Organisasi Pelayanan (Studi Kasus Pada Empat Orsos di Kodya Jakarta Pusat)
  8. Hubungan Kepemimpinan Efektif Kepala Ruang dengan Kinerja Perawat Pelaksana Dalam Program Pengendalian Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSKM Cilegon
  9. Menumbuhkan Empati Petugas Rutan dalam Upaya Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Kesehatan Bagi Odha di Rutan Jakarta Timur
  10. Persepsi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Mengenai Efektifitas Pelayanan Satuan Administrasi Satu Atap (Samsat) Keliling Kalibata di Wilayah Jakarta Selatan
  11. Sistem Informasi Manajemen yang Efektif Dalam Menunjang Peningkatan Pelayanan Konsumen di Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Bandung

 

Incoming search terms: