Tesis Efektivitas Pelayanan: Antrian pada Gardu Tol Otomatis dan Gardu Tol Reguler

Judul Tesis : Analisis Efektifitas Pelayanan Antrian Pada Gardu Tol Otomatis dan Gardu Tol Reguler Studi Kasus: Gerbang Tol Cililitan 1

 

A. Latar Belakang

Beberapa literatur yang membahas mengenai permasalahan panjangnya antrian di gerbang tol menyebutkan bahwa antrian panjang di gerbang tol terjadi oleh karena adanya tingkat kedatangan (flow rate) kendaraan yang menuju ke gerbang tol tidak seimbang dengan tingkat pelayanan (service rate) di gardu-gardu pelayanan.

Berdasarkan asumsi bahwa satuan waktu yang diperlukan oleh unit pelayanan adalah tetap, maka lama waktu yang dialami oleh setiap kendaraan yang datang pada sistem pelayanan merupakan lama waktu kumulatif, dengan demikian maka waktu terlama akan dialami oleh kendaraan yang datang paling akhir. Hal ini otomatis akan dialami oleh setiap kendaraan yang datang menuju gerbang tol karena proses kedatangan sendiri bersifat tidak terbatas. Antrian akan selesai atau kendaraan tidak lagi mengalami antrian pada saat satuan pelayanan sudah seimbang dengan lama waktu antar kedatangan. Lama waktu kumulatif yang dialami oleh kendaraan seperti diatas, merupakan kerugian waktu produktif yang terbuang bagi para pengguna jalan. Kerugian waktu tersebut dapat diukur dengan parameter nilai waktu.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dibahas sebelumnya, maka secara umum rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pelayanan gardu tol otomatis dengan melakukan perbandingan terhadap pelayanan gardu tol reguler.

Untuk mengetahui efektifitas pelayanan gardu tol otomatis, maka yang harus dilakukan adalah melakukan analisis sistem antrian gardu tol otomatis dan analisis sistem antrian gardu tol reguler.

Hasil analisis efektifitas akan dijadikan kajian untuk pengambilan keputusan pengembangan sistem antrian gardu tol yang efektif di masa depan.

Untuk itu, dalam penelitian ini akan dilakukan juga analisis estimasi pertumbuhan jumlah pengguna gardu tol sebagai bahan pertimbangan untuk pengembangan sistem antrian gardu tol yang lebih efektif yang akan dilakukan oleh manajemen PT. Jasa Marga, Tbk cabang Cawang Tomang Cengkareng.

 

C. Tinjauan Pustaka

Teori Antrian Teori

Antrian adalah sebuah teknik riset operasional yang menghasilkan sebuah sistem yang mengizinkan untuk terjadinya antrian, yang kemudian menghitung performa sistem tersebut dan kemudian menentukan hal-hal atau properti-properti yang mendukung sistem tersebut agar dapat membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Antrian merupakan fenomena yang lazim terjadi di sekitar masyarakat. Antrian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak dapat segera mendapat layanan disebabkan oleh kesibukan layanan (Mehri & Djemel, 2007).

Distribution of Arrivals (Distribusi Kedatangan)

Rumus garis antrian secara general membutuhkan arrival rate (tingkat kedatangan), atau jumlah dari unit per periode (seperti 10 unit per jam). Waktu antar kedatangan adalah inter arrival time (seperti rata-rata dari setiap enam menit). Distribusi kedatangan yang konstan itu periodik, dengan periode yang persis sama antara kedatangan yang berturut-turut. Dalam sistem produktif, hanya kedatangan yang benar-benar mendekati periode antar kedatangan yang konstan yang dapat dikendalikan oleh kontrol mesin. Yang lainnya lebih banyak cenderung kearah distribusi kedatangan acak.

Sistem Antrian untuk Gardu Tol

Aliran kendaraan yang datang dari pintu tol merata ke seluruh gardu tol dan gardu tol masing-masing akan menerima aliran kendaraan dimana waktu antar kedatangan (interarrival time) kendaraan-kendaraan tersebut berdistribusi secara eksponensial. Dan juga, waktu pelayanan (service time) dari pelayanan gardu tol berdistribusi secara eksponensial. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa setiap gardu tol memiliki sistem antrian M/M/1 secara independen (Team #32, 2005).

 

D. Metodelogi Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif eksploratif.

Penelitian ini berbasis data kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif, sehingga metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi.

Jenis data dalam suatu penelitian dibedakan menjadi dua bagian yaitu data primer dan data sekunder.

Populasi dalam penelitian ini adalah gardu-gardu tol di gerbang tol Cililitan 1. Jumlah gardu tol di gerbang tol Cililitan 1 sebanyak 8 gardu tol, yaitu di antaranya terdapat 6 gardu tol reguler dan 2 gardu tol otomatis.

 

E. Kesimpulan

Dari 3 (tiga) hipotesis yang telah diuji sebelumnya, dapat dianalisis bahwa sistem antrian gardu tol reguler mengungguli sistem antrian gardu tol otomatis pada aspek service time (waktu pelayanan) dan aspek waiting time in queue (waktu tunggu dalam antrian), Sedangkan, gardu tol otomatis mengungguli pada aspek waiting time in system (waktu tunggu dalam sistem) dibanding gardu tol reguler.

Dan dari uji dua sampel bebas (independent samples t test) yang dilakukan untuk memperkuat hasil perhitungan, ditemukan bahwa sistem antrian gardu tol reguler mengungguli sistem antrian gardu tol otomatis pada aspek waktu pelayanan dan waktu tunggu dalam sistem. Sedangkan, gardu tol otomatis hanya lebih baik pada aspek waktu tunggu dalam antrian.

Dengan hasil yang sudah didapat, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem antrian gardu tol otomatis tidak cukup efektif jika dilakukan perbandingan dengan sistem antrian gardu tol reguler.

Namun, pelayanan gardu tol otomatis yang tidak efektif jika dilakukan perbandingan dengan sistem antrian gardu tol reguler tersebut ternyata tidak sesuai dengan hasil peramalan jumlah pengendara yang akan menggunakan gardu tol otomatis selama 2 tahun ke depan. Begitu pula dengan hasil peramalan pengguna gardu tol reguler, pelayanan gardu reguler yang dinilai cukup efektif ini tidak seimbang dengan hasil peramalan jumlah pengendara yang akan menggunakan gardu tol reguler selama 2 tahun ke depan. Terdapat kecenderungan penurunan jumlah pengguna.

 

Contoh Tesis Efektivitas Pelayanan

  1. Analisis Efektifitas Pelayanan Antrian Pada Gardu Tol Otomatis dan Gardu Tol Reguler (Studi Kasus Gerbang Tol Cililitan 1)
  2. Deskripsi Analitis Terhadap Kepemimpinan Kepala Kelurahan dan Efektivitas Organisasi Pelayanan Publik
  3. Efektifitas Diklat Pelayanan Masyarakat di Kantor Diklat Propinsi DKI Jakarta
  4. Efektivitas Organisasi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Serta Kaitannya dengan Penerimaan Pajak (Pada Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Cengkareng)
  5. Efektivitas Organisasi pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Sebagai Implikasi Transformasi Organisasi (Pendekatan Balanced Scorecard)
  6. Efektivitas Penyuluhan Terhadap Pengusaha Perorangan Sebagai Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 21 di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Kramat Jati
  7. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Organisasi Pelayanan (Studi Kasus Pada Empat Orsos di Kodya Jakarta Pusat)
  8. Hubungan Kepemimpinan Efektif Kepala Ruang dengan Kinerja Perawat Pelaksana Dalam Program Pengendalian Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSKM Cilegon
  9. Menumbuhkan Empati Petugas Rutan dalam Upaya Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Kesehatan Bagi Odha di Rutan Jakarta Timur
  10. Persepsi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Mengenai Efektifitas Pelayanan Satuan Administrasi Satu Atap (Samsat) Keliling Kalibata di Wilayah Jakarta Selatan
  11. Sistem Informasi Manajemen yang Efektif Dalam Menunjang Peningkatan Pelayanan Konsumen di Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Bandung