Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Dukungan Organisasi : Masa Kerja dan Dukungan Organisasi dgn Komitmen Afektif

Judul Tesis : Hubungan Antara Masa Kerja dan Dukungan Organisasi dengan Komitmen Afektif Organisasi Pustakawan di Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur

 

A. Latar Belakang

Pengelolaan tenaga manusia menurut Dessler (1997: 2) meliputi beberapa aspek yaitu melakukan analisis jabatan untuk menetapkan sifat dan pekerjaan masing-masing karyawan, merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan merekrut para calon pekerja, menyeleksi para calon pekerja, memberikan orientasi dan pelatihan, menata upah dan gaji, menyediakan insentif dan kesejahteraan, menilai kinerja, komunikasi (wawancara, penyuluhan, pendisiplinan), pelatihan dan pengembangan, dan membangun komitmen karyawan. lebih lanjut Dessler menjelaskan bahwa di antara berbagai aspek tersebut, dalam situasi yang penuh dengan kompetisi dan tuntutan untuk lebih tanggap terhadap kebutuhan pelanggan/klien/pengguna seperti sekarang ini, membangun komitmen karyawan merupakan aspek yang paling penting. karyawan yang berkomitmen akan bekerja seakan-akan mereka memiliki organisasi. hal ini memberikan organisasi kemampuan lebih dalam usaha untuk mencapai tujuan-tujuannya (1997: 20)

Berhubungan dengan pandangan Dessler diatas, Meyer dan Herscovithch menyatakan bahwa komitmen berbeda dengan konsep-konsep lain yang diketahui berhubungan dengan perilaku. Komitmen berbeda dengan motivasi atau sikap positip tertentu yang mempengaruhi perilaku seorang karyawan sehingga karyawan tersebut akan mempuyai perilaku yang menguntungkan organisasinya. Meyer dan Herscovitch melaporkan bahwa berdasarkan penelitian beberapa pakar ditemukan bahwa komitmen mempengaruhi perilaku secara independen, tidak tergantung pada motivasi atau sikap-sikap positif lainnya. jadi seseorang yang memiliki komitmen dapat mempunyai perilaku tertentu yang bertentangan dengan motif atau sikap pribadinya (2001:301).

 

B. Rumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah terdapat hubungan antara masa kerja dengan komitmen afektif organisasi pustakawan?
  2. Apakah terdapat hubungan antara dukungan organisasi dengan komitmen afektif organisasi pustakawan?
  3. Apakah masa kerja dan dukungan organisasi secara bersama-sama mempunyai hubungan dengan komitmen afektif organisasi pustakawan?

 

C. Tinjauan Pustaka

Hakikat Komitmen Afektif Organisasi

Komitmen merupakan suatu fenomena pada manusia yang menerik minat para pakar perilaku organisasi. Dalam pemakaiannya sehari-hari, komitmen diartikan sebagai perjanjian (keterkaitan) untuk melaksanakan sesuatu atau kontrak. pengertian ini sedikit berbeda dengan pengertian komitmen dalam dunia ilmiah. Meyer & Herscovitch (2001:301) menyatakan bahwa komitmen adalah “(a) a stabilizing or obliging force, that (b) gives direction of behavior (e.g., restricts freedom, bind the person to a course of action)”. Jadi komitmen adalah suatu kekuatan yang menstabilkan atau mewajibkan. Perilaku seseorang yang mempunyai komitmen akan menjadi terbatas sesuai dengan komitmennya dan perilaku tersebut dapat menjadi stabil atau tetap.

Masa Kerja

Allen dan Mayer (1991:69) menyatakan bahwa masa kerja merupakan salah satu karakteristik demografis yang diduga mempunyai hubungan korelasi dengan komitmen afektif organisasi. penelitian tentang hubungan korelasi antara kedua variabel ini antara lain dapat ditemukan pada penelitian yang dilakukan oleh Angle dan Perry 1981, gLISSON DAN dURICK 1998, Morris dan Sherman 1981, Morrow dan McElroy 1987, Motazz 1988, Prierce dan Dunham 1987, dan Steers 1977. Secara umum, hasilnya menunjukan bahwa antara komitmen afektif organisasi dengan masa kerja tidak terlalu kuat dan juga tidak konsisten.

Hakekat Dukungan Organisasi

Teori tentang dukungan organisasi adalah sebuah teori yang dikemukakan oleh Eisenberger, Huntington, Hutchison & Sowa (1986). Teori ini didasarkan pada teori pertukaran sosial atau social exchange theory. Menurut teori pertukaran sosial, hubungan pertukaran, misalnya seseorang karyawan mau bekerja di suatu organisasi karena karyawan tersebut hendak mempertukarkan usaha dan loyalitasnya dengan imbalan material dan sosioemosional tertentu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa karyawan mwmpunyai harapan akan adanya dukungan organisasi dibangun karena adanya harapan ini dalam diri karyawan (Eisenbberger, Huntington, Hutchison & Sowa, 1986: 500).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitis yang berbentuk survei.

Dalam penelitian ini yang menjadi subyek adalah pustakawan pada Badan Perpustakaan Propinsi Jwa Timur dengan demikian yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh pustakawan tersebut. sekarang ini, Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur memiliki 42 orang pustakawan. karea jumlah populasi ini kecil maka keseluruhan populasi dijadikan sampel penelitian atau sampel total.

Data-data yang dibutuhkan untuk penelitian ini diperoleh dengan metode Angket atau Kuesioner.

 

E. Kesimpulan

1. Nilai dukungan organisasi putakawan tergolong cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur selama ini telah menunjukkan penghargaan yang cukup baik terhadap kontribusi pustakawannya dan peduli terhadap kesejahteraan mereka. Namun demikian, penghargaan dan perhatian tersebut belum mencapai tingkat yang memuaskan karena masih terpaut jauh dari ideal yang diharapkan.

2. Komitmen afektif organisasi putakawan Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur tergolong memuaskan namun demikian masih terpaut cukup jauh dari nilai ideal yang diharapkan. Nilai ppaling tinggi diperoleh dari keterlibatan dengan organisasi, disusul oleh nilai keterkaitan emosional dan yang paling rendah adalah nilai pengidentifikasian diri. Rendahnya nilai pengindentifikasian diri ini disebabkan oleh kurangnya kepedulian pustakawan terhadap masalah-masalah yang dihadapi organisasi.

3. Tidak ada hubungan signifikan antara masa kerja dengan komitmen afektif organisasi pustakawan Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur. kesimpulan ini didasarkan pada hasil uni korelasi Product-moment dari Pearson. Koefisien signfikansi pada uji korelasi tersebut lebih besar dari taraf nyata yang ditetapkan sehingga hipotesis no (HO) yang menyatakan bahwa “Tidak terdapat hubungan positif antara masa kerja dengan komitmen afektif organisasi pustakawan” dinyatakan diterima.

 

Contoh Tesis Dukungan Organisasi

  1. Analisis Hubungan Iklim Organisasi, Pelatihan Metode 360° Feedback, Dukungan Manajemen Terhadap Pelaksanaan Penilaian Kinerja dengan Menggunakan Metode 360° Feedback (Studi Kasus di PT. X)
  2. Analisis Pemodelan Hubungan Antara Persepsi Akan Dukungan Organisasi, Kepuasan Kerja, Komitmen terhadap Organisasi, dan Kemauan Untuk Ke Luar Dari Oganisasi Pada Tenaga Penjual di Jakarta
  3. Analisis Pemodelan Hubungan Antara Persepsi Terhadap Dukungan Organisasi, Keberpihakan Pada Organisasi, Perilaku Keanggotaan Organisasi, Dan Persepsi Pelanggan Terhadap Kualitas Layanan
  4. Hubungan Antara Masa Kerja Dan Dukungan Organisasi Dengan Komitmen Afektif Organisasi Pustakawan Di Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur
  5. Hubungan Orientasi Pembelajaran Individu, Iklim Psikologis dan Dukungan Konteks Organisasi dengan Tingkat Organisasi Pembelajaran

 

Incoming search terms: