Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Diabetes Millitus: Pengalaman Klien Diabetes Mellitus Tipe 2 Pasca Amputasi

Judul Tesis : Pengalaman Klien Diabetes Mellitus Tipe 2 Pasca Amputasi Mayor Ekstremitas Bawah yang Pernah Dirawat di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta

 

A. Latar Belakang

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik tubuh dimana kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa, lemak, dan protein mengalami gangguan akibat defisiensi insulin atau resistensi insulin sehingga menyebabkan penyimpangan kadar glukosa darah atau hiperglikemia (Dunning, 2009). Hiperglikemia pada DM yang tidak diatasi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan komplikasi yang menyerang beberapa organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah (Gustaviani, 2006).

Angka kejadian penyakit DM terus mengalami peningkatan secara global. Kondisi tersebut dibuktikan dengan adanya lebih dari 346 juta orang di seluruh dunia yang menderita diabetes. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030 apabila tidak dilakukan intervensi (World Health Organization [WHO], 2012). Indonesia saat ini telah menduduki peringkat keempat dengan jumlah penderita diabetes terbanyak setelah Amerika Serikat, Cina, dan India. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penderita diabetes pada tahun 2003 berjumlah 13,7 juta orang dan berdasarkan pola pertambahan penduduk diperkirakan pada tahun 2030 akan ada 20,1 juta penderita diabetes dengan tingkat prevalensi 14,7% pada daerah urban dan 7,2% pada daerah rural di Indonesia (Pusat Data dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia [PDPERSI], 2011).

 

B. Rumusan Masalah

Bagaimanakah pengalaman klien DM tipe 2 pasca amputasi mayor ekstremitas bawah yang pernah dirawat di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta?

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Diabetes Mellitus

DM Tipe 2 yang sebelumnya disebut dengan Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau DM tidak tergantung insulin merupakan penyakit yang diakibatkan oleh resistensi insulin yaitu ketidakmampuan jaringan untuk menggunakan insulin atau defisiensi insulin yaitu gangguan pelepasan insulin karena disfungsi sel beta pankreas (Guven, Matfin, dan Kuenzi, 2009). DM tipe 2 merupakan kondisi dimana terjadi hiperglikemia atau penyimpangan kadar glukosa darah puasa meskipun dengan adanya insulin endogen (LeMone & Burke, 2008).

Pemeriksaan Diagnostik

Diagnosa DM ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dengan menguji kadar glukosa plasma. ADA (2005) dalam LeMone dan Burke (2008) menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan harus memenuhi satu dari tiga kriteria yang telah ditentukan untuk menegakkan diagnosa DM. Tiga kriteria tersebut yaitu kadar glukosa plasma sewaktu, glukosa plasma puasa, dan glukosa plasma 2 jam post pembebanan.

Definisi Mayor Ekstremitas Bawah pada Klien dengan DM Tipe 2

Amputasi adalah istilah umum yang digunakan pada hilangnya seluruh atau sebagian dari anggota tubuh (Falvo, 2005). Amputasi mayor ekstremitas bawah adalah amputasi yang dilakukan pada area di atas pergelangan kaki (Marshall & Stansby, 2010). Amputasi ekstremitas bawah pada klien dengan DM merupakan tindakan yang perlu dilakukan pada kondisi ulserasi dalam dengan infeksi yang tidak terkontrol akibat penyakit vaskuler pada kaki (Pino, Taghva, Chapman, & Bowker, 2011). Amputasi dilakukan untuk mempertahankan ekstremitas yang sehat sehingga dapat tercapai rehabilitasi yang lebih baik (Singh & Chawla, 2006).

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.

Penelitian kualitatif menggunakan istilah partisipan, informan, atau narasumber sebagai sampel (Sugiyono, 2011). Pemilihan partisipan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling.

Waktu penelitian dimulai pada bulan September hingga Desember 2012 dihitung dari waktu penyusunan proposal hingga ujian hasil penelitian.

 

E. Kesimpulan Tesis

1. Amputasi mayor ekstreimtas bawah dapat menimbulkan berbagai dampak yang signifikan bagi partisipan. Dampak tersebut tampak dalam perubahanperubahan dalam kehidupan baik perubahan secara fisik maupun psikososial. Perubahan fisik yang nyata dirasakan adalah gangguan mobilitas dan kehilangan kemandirian, sedangkan perubahan psikososial yang muncul adalah konsep diri dan hubungan sosial. Selain itu, berbagai respon atau perasaan juga muncul setelah amputasi mayor ekstremitas bawah yang dialami oleh partisipan dengan DM tipe 2. Respon fisik dan psikologis merupakan respon yang tampak ketika partisipan dihadapkan pada situasi dimana dirinya harus menjalani amputasi mayor ektremitas bawah.

2. Mayoritas partisipan menggunakan pendekatan spiritual sebagai mekanisme koping dalam menghadapi permasalahan terkait perubahan-perubahan yang terjadi setelah amputasi. Berusaha menerima ketentuan Tuhan dan lebih banyak beribadah merupakan beberapa mekanisme yang digunakan oleh klien dengan DM tipe 2 dalam menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan terkait amputasi mayor ekstremitas bawah yang dialami.

3. Setiap partisipan menemukan makna hidup setelah amputasi mayor ekstremitas bawah. Makna hidup yang ditemukan memberikan gambaran bagaimana penerimaan dan penyesuaian klien dengan DM tipe 2 pasca amputasi mayor ektremitas bawah.

 

Contoh Tesis Diabetes Mellitus

  1. Pengalaman Klien Diabetes Mellitus Tipe 2 Pasca Amputasi Mayor Ekstremitas Bawah yang Pernah Dirawat di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta