Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Depresi Remaja : Pengaruh Cognitive Therapy terhadap Pikiran Otomatis Negatif

Judul Tesis : Pengaruh Cognitive Therapy terhadap Pikiran Otomatis Negatif dan Depresi Remaja dengan Napza di LP Klas IIA Anak Pria Tangerang

 

A. Latar Belakang

Remaja merupakan masa perkembangan peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa dengan rentang usia antara l2-l8 tahun. Tahap perkembangan remaja adalah tahap yang paling penting (Identity vs role diffusion) dengan karakteristik normal : berjuang untuk mengembangkan identitas ego (rasa kesamaan dan kontinuitas), mengembangkan identitas kelompok, merencanakan masa depan, menilai diri secara objektif, mengalami kebingungan peran, ragu-ragu tentang identitas seksual dan identitas diri yang positif, dapat mengambil suatu keputusan dan menyukai diri sendiri, berorientasi dengan lingkungan sosial diluar rumah, memiliki rasa tanggungjawab dan kemandirian, serta meminta bantuan pada orang lain atas permasalahan yang dialami (Noshpitz, 2009).

Menurut Noshpitz (2009) pada setiap periode perkembangan, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dilakukan agar perkembangannya dapat berlangsung secara sehat. Tugas-tugas perkembangan tersebut merupakan stresor bagi individu. Tugas perkembangan yang tidak terselesaikan dengan baik pada setiap periode perkembangan akan menimbulkan masalah pada saat individu memasuki periode perkembangan berikutnya. Remaja-remaja yang memiliki masalah psikososial, depresi ataupun lainnya kemungkinan tugas perkembangan periode sebelumnya (periode usia sekolah) ada yang tidak terselesaikan dengan baik. Tugas perkembangan periode usia sekolah yang tidak terselesaikan, pertumbuhan dan perkembangan yang pesat secara biologis, kognitif, dan sosial emosional bisa juga menjadi pemicu munculnya penyimpangan dan ketidak wajaran pada perilaku pada remaja (Santrock, 2003).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh Cognitive Therapy terhadap pikiran otomatis negatif remaja dengan NAPZA yang mengalami depresi di LP Kelas IIA Anak Pria Tangerang?
  2. Apakah ada pengaruh Cognitive Therapy terhadap depresi remaja dengan NAPZA yang mengalami depresi di LP Kelas IIA Anak Pria Tangerang?
  3. Apakah ada hubungan pikiran otomatis negatif terhadap depresi remaja dengan NAPZA di LP Kelas IIA Anak Pria Tangerang?

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Remaja

Menurut Noshpitz (2009) periode kritis pada perkembangan manusia salah satunya adalah masa remaja. Masa remaja sering dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan.

Konsep Hukum Anak

Seorang remaja adalah seseorang yang berusia di bawah 18 tahun. Batas usia di bawah maka tidak diizinkan untuk menghilangkan kebebasan seorang anak harus ditentukan oleh UU (Peraturan-Peraturan Perserikatan Bangsa-Bangsa bagi Perlindungan Anak yang Kehilangan Kebebasannya, Res. No. 45/113 tahun 1990). Anak nakal adalah anak yang melakukan tindak pidana atau anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan (UU No. 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak). Anak adalah orang yang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur 8 tahun tapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin (UU No. 3 tahun 1997 tentang pengadilan anak).

Konsep Depresi pada Remaja

Depresi adalah suatu perasaan sedih yang sangat mendalam, yang bisa terjadi setelah kehilangan seseorang atau peristiwa menyedihkan lainnya, tetapi dampak yang dirasakan tidak sebanding dengan peristiwa tersebut dan terus menerus dirasakan melebihi waktu yang normal yang ditandai dengan suasana perasaan yang murung, hilang minat terhadap kegiatan, hilang semangat, lemah, lesu, dan rasa tidak berdaya (Harold, 2005)

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan pre and post test design without control group yaitu observasi dilakukan sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan tanpa kelompok control (Arikunto, 2010).

Subyek dapat berupa manusia, hewan coba, data laboratorium dan lain-lain sedangkan karakteristik subyek ditentukan sesuai dengan ranah dan tujuan penelitian Sastroasmoro dan Ismael (2008). Populasi adalah target pada penelitian ini adalah seluruh remaja depresi dengan NAPZA yang tinggal di LP Kelas IIA Anak Pria Tangerang bulan Desember 2012. Jumlah Populasi (remaja dengan NAPZA) pada penelitian ini adalah 89 remaja.

Sampel merupakan bagian dari populasi yang diteliti yang memiliki karakteristik yang sama dan dipilih dengan cara tertentu sehingga dianggap dapat mewakili populasinya (Sastroasmoro & Ismael, 2008).

Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampel berdasar dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi saat penelitian dilakukan yaitu sebesar 36 remaja.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana menurut Notoatmojo (2010) pengambilan sampel ini didasari oleh pertimbangan yang dibuat oleh peneliti berdasarkan ciri serta sifat yang sudah diketahui sebelumnya dan mengenal benar populasi yang akan diteliti (Sabri & Sutanto, 2006).

Penelitian ini dimulai dari bulan September 2012 sampai dengan bulan Januari 2013 yang dimulai dari kegiatan penyususnan proposal, pengumpulan data, pengolahan hasil serta penulisan laporan penelitian.

 

E. Kesimpulan

Masalah psikologis dapat diperberat oleh stigma masyarakat terhadap remaja yang pernah menghuni LP. Stigma tersebut mengubah cara pandang remaja dan orang lain (keluarga, kerabat, lingkungan) yang menganggap remaja yang pernah di hukum di LP adalah orang yang tidak berguna di masyarakat sehingga stigma tersebut menimbulkan depresi remaja makin memburuk.

Pendekatan psikoterapi diberikan dengan menggunakan psikodinamik dan metode eksplorasi untuk membantu remaja memahami stres atau depresi sebagai suatu respon emosional dan makna dari kejadian hidup yang tidak menyenangkan. Pemberian psikoterapi ini dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten, khususnya terhadap kesehatan mental dan terapi modalitas yang dapat diaplikasikan pada remaja dengan masalah psikososia. Hal diatas menunjukkan bahwa psikoterapi terbukti membantu remaja mengatasi masalah psikososial sehingga membantu menurunkan masalah akibat depresi serta mencegah timbulnya depresi ulang.

Pelaksanaan terapi kognitif dalam modul ini membantu remaja untuk mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif. Remaja diajak agar mampu mengenal pikiran negatif dan melawan pikiran negatif tersebut dengan menggali aspek positif pada diri remaja yang akan menjadi kekuatan remaja. Remaja juga diajak untuk mengenal apakah pikiran otomatis negatif yang dipikirkan sesuai dengan realita dan mengajarkan remaja untuk melawan pikiran otomatis negatif dengan menghadirkan realita. Remaja juga diajarkan untuk belajar mengatasi masalah yang timbul akibat pikiran otomatis negatif dan akhirnya remaja mampu mengubah persepsi menjadi positif. Kegiatan dalam modul dapat dilakukan remaja secara individu atau dengan pendampingan keluarga. Setiap latihan mandiri dalam modul diharapkan dapat membentuk kebiasaan remaja dalam membentuk pikiran positif dalam menghadapi setiap permasalahan yang dapat ditemukan di masa mendatang.

 

Contoh Tesis Depresi Remaja

  1. Pengaruh Cognitive Therapy CT Terhadap Pikiran Otomatis Negatif dan Depresi Remaja dengan Napza di LP Klas II A Anak Pria
  2. Hubungan Depresi dan Citra Diri pada Remaja di Panti Asuhan