Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Cognitive Behavior Therapy: Pengaruh CBT trhdp Efikasi Diri dan Depresi pada Remaja

Judul Tesis :  Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Efikasi Diri dan Depresi pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Kota Bogor

 

A. Latar Belakang

Lingkungan sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal yang secara sistematik melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dengan tujuan membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya yang menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial (Yusuf, 2010). Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan adalah dengan membuat program pelayanan kesehatan yang berbasis sekolah yang dikenal dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). UKS merupakan salah satu bentuk program yang dilaksanakan di sekolah untuk meningkatkan kualitas fisik penduduk dengan cara melaksanakan program-program pokok UKS (Tohar, 2000, dalam Istiana, 2011). Program UKS sebenarnya sudah berjalan, akan tetapi masih berorientasi pada masalah fisik sedangkan masalah kesehatan jiwa sampai saat ini belum mendapatkan perhatian yang lebih.

Penanganan depresi harusnya tidak saja dalam bentuk tindakan kuratif akan tetapi juga dalam bentuk tindakan preventif dan promotif yang salah satunya dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Di Indonesia sendiri upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengatasi depresi pada remaja masih berbasis pada tindakan kuratif dan dilakukan dipelayanan kesehatan atau rumah sakit sedangkan penangan yang bersifat preventif terutama yang dilakukan dilingkungan sekolah belum berjalan. Jawa barat khususnya kota Bogor belum memiliki program kesehatan jiwa berbasis sekolah, padahal apabila kita melihat kembali survey penduduk tahun 2010 bahwa Jawa Barat merupakan propinsi dengan jumlah gangguan mental emosional terbanyak pada usia remaja dibandingkan dengan propinsi lainnya, bukan tidak mungkin jumlah penderita gangguan mental emosional yang salah satunya adalah depresi melebihi angka yang dikeluarkan oleh BPS tersebut, mengingat deteksi depresi pada remaja di sekolah belum pernah dilakukan dan meningkatnya kasus tawuran pelajar di kota Bogor dalam tahun-tahun terakhir.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Diestimasi 24,4% (166.249 orang) penduduk usia 15 tahun keatas di kota Bogor mengalami gangguan mental emosional yang salah satunya adalah depresi dan terdapat 71% dari 229 remaja SMAN di kota depok tahun 2010 yang mengalami depresi.
  2. Belum ada upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri remaja Sekolah Menengah Pertama di kota Bogor
  3. Belum ada program keperawatan disekolah untuk mengatasi depresi pada remaja Sekolah Menengah Pertama di kota Bogor.

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian remaja

Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja seperti Hurlock (1999) yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anakanak ke masa dewasa, dimulai saat anak secara seksual matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang secara hukum. Papalia dan Olds (2001) mendefinisikan masa remaja sebagai masa transisi perkembangan antara masa anak-anak dan dewasa yang umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia belasan tahun atau awal dua puluh tahun (Jahja, 2011)

Pengertian Depresi Remaja

Depresi merupakan salah satu bentuk sindrom gangguan keseimbangan alam perasaan (mood). Depresi adalah suatu sindrom yang ditandai dengan sejumlah gejala klinik yang manifestasinya bisa berbeda-beda pada masing-masing individu (Amir, 2005). Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta bunuh diri (Kaplan, 2010).

Penatalaksanaan Depresi pada Remaja

Penatalaksanaan depresi pada remaja juga mencakup pemberian psikoterapi antara lain Cognitive Behavior Therapy dan Family Therapy (Sprinthall & Collins, 1995; Phares, 2008). Terapi kelompok dan pendidikan kesehatan mental juga merupakan bentuk psikoterapi yang dapat digunakan untuk membantu remaja mengatasi depresi (Stuart & Laraia, 2005). Secara umum penatalaksanaan terapi pada remaja depresi meliputi pemberian antidepressan serta psikoterapi.

 

D. Metodelogi Penelitian

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah ”Quasi experimental pre-post test with control group” dengan intervensi Cognitive Behavior Therapy. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja SMP kelas VIII, sedangkan populasi target adalah remaja SMP kelas VIII yang mengalami depresi dan memiliki efikasi diri yang rendah di kota Bogor.

Sampel penelitian ini adalah remaja yang mengalami depresi dengan kriteria inklusi duduk di kelas VIII, mengalami depresi yang diketahui melalui screening depresi menggunakan Adolescent Depression Rating Scale (ADRS) dengan skor minimal 15 poin, mempunyai efikasi diri rendah yang diketahui melalui screening efikasi diri dengan skor maksimal 25 poin serta bersedia menjadi responden.

Proses pengambilan sampel dilaksanakan melalui 3 tingkat, tingkat pertama peneliti menentukan kecamatan yang akan dari 6 kecamatan yang ada dikota Bogor dengan purpossive sampling.

Berdasarkan pertimbangan kesamaan karakteristik maka peneliti memilih kecamatan Bogor Timur dan Kecamatan Bogor Utara.

Penelitian dilakukan di 2 (dua) kecamatan yang ada di kota Bogor yaitu kecamatan Bogor Utara dan kecamatan Bogor Timur. SMPN yang ada di Kecamatan Bogor Utara menjadi kelompok kontrol yaitu SMPN 18, sedangkan SMPN yang ada di kecamatan Bogor Timur menjadi kelompok intervensi yaitu SMPN 15.

Penelitian dilaksanakan mulai bulan September 2012 sampai dengan bulan Januari 2013.

 

E. Kesimpulan

1. Populasi pada penelitian ini adalah remaja yang duduk di kelas VIII di SMPN 15 dan SMPN 18 Kota Bogor yang berjumlah 608 orang. Populasi target berjumlah 222 orang (36,51%) yang mempunyai efikasi diri rendah dan mengalami depresi. Sampel 72 orang yang terbagi menjadi 34 orang dikelompok intervensi dan 38 orang lainnya dikelompok kontrol

2. Karakteristik responden rata-rata berusia 13,19 tahun, sebagian besar perempuan (58,3%) dengan orang tua yang bekerja (67%), pendapatan orang tua yang terbanyak adalah ˂ 1 juta (41,7%), status penikahan orang tua yang paling banyak adalah menikah (94,4%), sedangkan keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang paling banyak adalah mengikuti (54,2%) dan semua responden memiliki sahabat (100%).

3. Efikasi diri remaja pada kelompok intervensi sebelum dan setelah mendapat terapi CBT mengalami peningkatan yang bermakna sedangkan kelompok kontrol yang tidak mendapat terapi CBT mengalami penurunan yang tidak bermakna.

 

Contoh Tesis Cognitive Behavior Therapy

  1. Manajemen Stres dan Kesepian Dengan Multicomponent Cognitive Behavioral Group Therapy (MCBGT) pada Lansia
  2. Penerapan Prinsip-Prinslp Cognitive Behavior Therapy dalam Penanganan Anak dengan Masalah Kurang Percaya Diri
  3. Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Efikasi Diri dan Depresi pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Kota Bogor
  4. Program Intervensi dengan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang Mengalami Depresi
  5. Cognitive Behavior Therapy Untuk Anak Dengan Konsep Diri Negatif