Tesis Budaya Organisasi : Pengaruh Profesionalisme Penyidik Pajak dan Budaya Organisasi

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Profesionalisme Penyidik Pajak dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Penyidik pada Direktorat Intelijen dan Penyidikan

 

A. Latar Belakang

Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara disamping penerimaan dari sumber migas dan non migas. Optimalisasi penerimaan pajak dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan dana pembangunan. Pajak bagi pemerintah tidak hanya merupakan sumber pendapatan, tetapi juga merupakan salah satu variable kebijaksanaan yang digunakan untuk mengatur jalannya perekonomian. Melalui pajak pemerintah dapat mengatur alokasi sumber-sumber ekonorni, mengatur laju inflasi, dan sebagainya. Oleh karena itu pajak mempunyai fungsi strategis dalam suatu negara. Dalam struktur keuangan negara, tugas dan fungsi penerimaan pajak dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pajak di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Soemitro dalam Budiatmanto (1999) mengatakan bahwa pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapatkan jasa timbal balik (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Definisi lain dikemukakan oleh Djajaningrat dalam Budiatmanto (1999) bahwa pajak adalah kewajiban untuk menyerahkan sebagian dari kekayaan kepada negara disebabkan oleh suatu keadaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, tetapi bukan sebagai hukuman, menurut peraturan perundangundangan yang ditetapkan pemerintah, serta dapat dipaksakan, tetapi tidak ada jasa balik dari negara secara langsung, untuk memelihara kesejahteraan umum.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Seberapa besar pengaruh profesionalisme penyidik pajak terhadap kinerja penyidik pada Direktorat Intelijen dan Penyidikan?
  2. Seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja penyidik pada Direktorat Intelijen dan Penyidikan?
  3. Seberapa besar secara simultan profesionalisme penyidik pajak dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja penyidik pada Direktorat Intelijen dan Penyidikan?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Kinerja Pegawai

Berbagai pendapat mengenai pengertian kinerja tersebut antara lain adalah sebagai berikut: A. Dale Timpe yang diterjemahkan oleh Sofyan Cikmat (2000) mengemukakan bahwa: “kinerja adalah kulminasi tiga elemen yang saling berkaitan : Keterampilan, upaya kerja dan sifat keadaan – keadaan eksternal“. William B. Werther and Keith Davis , yang dikutip oleh Buchari Zainun ( 2001 ) berpendapat bahwa “ penilaian kinerja adalah suatu proses penilaian atas kinerja suatu organisasi termasuk penilaian prestasi karyawan “. Porter and Lawler yang diterjemahkan oleh Moh. As’ad (1997) mengemukakan bahwa “Kinerja adalah yang diperoleh seseorang dari perbuatannya “.

 

Definisi Profesionalisme

Profesionalisme merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi yang erat kaitannya dengan sumber daya manusia sebagai unsur pelaksana untuk mencapai tujuan organisasi, sumber daya manusia yang profesional tidak lain adalah karyawan yang memiliki keahlian dan keterampilan di bidangnya serta memiliki ilmu pengetahuan yang memadai dan memiliki kemampuan serta sikap mental yang baik, hal tersebut dapat diwujudkan dalam program pengembangan sumber daya manusia.

Budaya Organisasi

Budaya organisasi memiliki makna yang luas. Menurut Luthans (2005) budaya organisasi merupakan norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya.

Sumber Budaya Organisasi

Sumber budaya organisasi Safri Nurmantu (2007) menyatakan bahwa sumber pertama adalah budaya masyarakat atau nasional. Budaya masyarakat di Indonesia yang ingin menikmati liburan lebih panjang pada hari-hari raya keagamaan berpengaruh pada organisasi publik dan bisnis di Indonesia.Sumber kedua adalah company histroy and tradition, yakni budaya yang terbentuk karena sejarh dan tradisi.

 

D. Metodelogi Penelitian

Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini dapat digolongkan dalam post positivism (Norman and Yvona: 1994:107).

Penelitian ini menggunakan pendekatan Explanatory analysis. Sebagaimana telah dijelaskan dalam teknik pengolahan serta teknik pengumpulan data sebelumnya, bahwa dalam upaya mendapatkan data kuantitatif data diperoleh melalui pengisian kuesioner.

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dan bahan-bahan yang diperlukan yaitu data primer dan data sekunder.

Peneliti akan mengambil lokasi penelitian Direktorat Intelijen dan Penyidikan, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak yang berlokasi di JL. Jenderal Gatot Subroto, No. 40-42, Jakarta.

Menurut Algivari (1997) menyatakan bahwa, populasi adalah kumpulan semua anggota dari obyek yang diteliti, sedangkan sampel adalah kumpulan sekelompok anggota dari obyek yang diteliti.

 

E. Kesimpulan

1. Pengujian hipotesis yang dilakukan membuktikan bahwa Profesionalisme Penyidik Pajak berpengaruh secara positif dan signifikan tehadap kinerja Penyidik

2. Pengujian hipotesis yang dilakukan membuktikan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan tehadap kinerja Penyidik

3. Pengujian hipotesis yang dilakukan membuktikan bahwa Profesionalisme penyidik pajak dan Budaya Organisasi Secara Bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan tehadap kinerja Penyidik.

 

Contoh Tesis Budaya Organisasi

  1. Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Strategi Persaingan, dan Perilaku Peran Terhadap Kinerja Organisasi Pada Sektor Usaha Kecil dan Menengah di DKI Jakarta
  2. Analisis Pengaruh Profesionalisme Penyidik Pajak dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Penyidik pada Direktorat Intelijen dan Penyidikan
  3. Analisis Budaya Organisasi Rumah Sakit Bukit Asam Kaitannya dengan Visi Misi Rumah Sakit Bukit Asam
  4. Analisis Budaya Organisasi, Komunikasi dan Kepuasan Kerja Pegawai di Lingkungan Sekretariat Kabinet
  5. Analisis Deskriptif Keterkaitan Penerapan Investor In People dengan Budaya Organisasi, Pengembangan Diri Karyawan dan Kepemimpinan Pada TNT Indonesia
  6. Analisis Hubungan Antara Kepemimpinan dan Budaya Organisasi dengan Motivasi Kerja Pegawai Pada Lembaga Pemasyarakatan Klas II-A Bogor
  7. Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Kepemimpinan dengan Kepuasan Kerja Pegawai Pada PT. Bank X, Kantor Cabang Utama Jakarta
  8. Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Kepemimpinan dengan Produktivitas Kerja Pemeriksa Paten pada Direktorat Paten Direktorat Jenderal Hak Kekayaan