Tesis Budaya Organisasi : Pengaruh Budaya Organisasi, dan Perilaku Peran trhdp Kinerja

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Strategi Persaingan, dan Perilaku Peran Terhadap Kinerja Organisasi Pada Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di DKI Jakarta

 

A. Latar Belakang

Permasalahan yang dihadapi oleh dunia usaha di Indonesia secara struktural umumya adalah karena rendahnya mobilitas vertikal, dimana usahausaha kecil cenderung mengalami kesulitan dalam menerobos rintangan menjadi usaha menengah, terlebih lagi usaha menengah yang mengalami rintangan jauh lebih banyak dan berlapis-lapis dalam mengembangkan usahanya menuju lingkup yang jauh lebih besar (Basri, 2003).

Sesuai, hasil studi yang dilakukan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 2006 menunjukkan daya saing UKM di sejumlah anggotanya, menempatkan posisi Indonesia pada level paling rendah. Survei tersebut menunjukkan daya saing yang rendah disebabkan oleh hambatan yang merintangi upaya UKM dalam melakukan ekspor barang dan jasa. Hambatan tersebut antara lain akses bahan baku, akses modal kerja, akses pendanaan perdagangan, akses informasi pasar, teknologi, dan kemampuan SDM. Pengembangan UKM di Indonesia terhambat oleh kebijakan dan koordinasi yang rendah. Pada saat ini terdapat 26 kementerian dan lembaga pemerintah yang memiliki program pengembangan UKM, namun sebagian besar program masih terpaku pada insentif dan bantuan yang dinilai tidak efektif mendorong pelaku UKM naik kelas ke strata berikutnya (“Peran Koperasi UKM Agar Ditingkatkan,” 2012).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh budaya organisasi Apollo terhadap kinerja organisasi pada usaha berskala kecil dan menengah di DKI Jakarta?
  2. Apakah terdapat pengaruh budaya organisasi Athena terhadap kinerja organisasi pada usaha berskala kecil dan menengah di DKI Jakarta?
  3. Apakah terdapat pengaruh strategi Defender terhadap kinerja organisasi pada usaha berskala kecil dan menengah di DKI Jakarta?

 

C. Landasan Teori

Kinerja Organisasi (Organizational Performance)

Kinerja organisasi meliputi hasil nyata dari suatu organisasi yang diukur terhadap tujuan dan sasaran dari organisasi tersebut, baik secara luas (goals) maupun spesifik (objectives). Koontz & Donnell (1993) dalam Obiwuru, T. C., et. al. (2011) menyebutkan bahwa kinerja organisasi mengacu pada kemampuan sebuah usaha untuk mencapai tujuannya, seperti laba, kualitas produk, pangsa pasar yang besar, hasil keuangan yang baik, dan kemampuan dalam menggunakan strategi yang memiliki keterkaitan (relevan) agar dapat bertahan hidup.

Budaya Organisasi (Organizational Culture)

Salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kinerja organisasi adalah budaya organisasi (organizational culture). Robbins & Judge (2009) mendefinisikan budaya organisasi sebagai sebuah sistem pengertian bersama yang dibuat oleh para anggota organisasi tersebut, yang membedakan organisasi tadi dengan organisasi yang lainnya. Bourantas & Papadakis (1996) menyebutkan bahwa banyak peneliti yang mengartikan budaya organisasi sebagai nilai, ideologi, filosofi, kepercayaan, rutinitas, simbol, dan norma, yang mempengaruhi kinerja organisasi.

Strategi Persaingan (Competitive Strategy)

Disebabkan oleh semakin menjamurnya usaha berskala kecil dan menengah di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, maka strategi dalam memasarkan produk dan jasa pun perlu dilakukan agar dapat masuk dan terus bertahan di dalam persaingan pasar. Strategi berbisnis dapat dikategorikan ke dalam berbagai cara, namun metode yang paling populer adalah dengan menilai strategi berdasarkan tingkat keagresifannya.

Perilaku Peran (Role Behavior)

Noe, Hollenbeck, Gerhart, & Wright (2006) dalam Muafi (2008) mengemukakan bahwa semua tipe strategi membutuhkan orang-orang yang kompeten di bidangnya. Setiap strategi juga membutuhkan karyawan dari berbagai tipe, dengan perilaku dan sikap yang juga berbeda-beda. Muafi (2008) menyatakan bahwa perilaku peran (role behavior) adalah perilaku yang dibutuhkan setiap individu di dalam perannya sebagai pemegang jabatan di dalam lingkungan kerja sosial. Sehubungan dengan aspek perilaku peran tadi, strategi dan kondisi organisasi yang berbeda membutuhkan perilaku peran yang berbeda pula dari manajer atau karyawan.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 sampai dengan 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitas usaha yang memiliki tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat replikasi dari penelitian yang pernah dilakukan oleh Muafi (2008).

Penelitian ini terdiri atas dua variabel utama, yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent).

Teknik pengambilan sampel secara umum diklasifikasikan sebagai non-probability dan probability sampling.

Metode pengumpulan data yang digunakan dibedakan antara data primer dan data sekunder.

 

E. Kesimpulan

  1. Diketahui bahwa terdapat pengaruh budaya organisasi Apollo terhadap kinerja organisasi pada sector usaha berskala kecil dan menengah di DKI Jakarta. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa secara umum, jenis usaha berskala kecil dan menengah di DKI Jakarta terformalisasi dengan baik dan memiliki sistem yang konsisten, dimana prosedur yang ada di dalam sistem usaha tersebut benar-benar diberlakukan. Struktur organisasi pada sektor usaha kecil dan menengah ini pun dirancang dengan baik. Karyawan di dalamnya adalah orang-orang yang rasional dan logis, juga memiliki wewenang dan penugasan yang jelas.
  2. Persepsi atas pengaruh perilaku Conservative terhadap kinerja organisasi pada usaha berskala kecil dan menengah di DKI Jakarta membuktikan bahwa karyawan di dalamnya berfokus pada jangka pendek dan memberi perhatian tinggi terhadap jumlah dan output dari produk yang dihasilkan.
  3. Diketahui pula bahwa perilaku Entrepreneur memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja organisasi pada pada usaha berskala kecil dan menengah di DKI Jakarta, yang berarti bahwa profil karyawan di dalamnya memiliki perilaku yang kreatif dan berfokus pada jangka panjang. Karyawan di dalamnya juga cenderung individu yang dapat bekerja secara berkelompok (dalam tim), dan dianggap berani mengambil resiko.

 

Contoh Tesis Budaya Organisasi

  1. Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Strategi Persaingan, dan Perilaku Peran Terhadap Kinerja Organisasi Pada Sektor Usaha Kecil dan Menengah di DKI Jakarta
  2. Analisis Pengaruh Profesionalisme Penyidik Pajak dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Penyidik pada Direktorat Intelijen dan Penyidikan
  3. Analisis Budaya Organisasi Rumah Sakit Bukit Asam Kaitannya dengan Visi Misi Rumah Sakit Bukit Asam
  4. Analisis Budaya Organisasi, Komunikasi dan Kepuasan Kerja Pegawai di Lingkungan Sekretariat Kabinet
  5. Analisis Deskriptif Keterkaitan Penerapan Investor In People dengan Budaya Organisasi, Pengembangan Diri Karyawan dan Kepemimpinan Pada TNT Indonesia
  6. Analisis Hubungan Antara Kepemimpinan dan Budaya Organisasi dengan Motivasi Kerja Pegawai Pada Lembaga Pemasyarakatan Klas II-A Bogor
  7. Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Kepemimpinan dengan Kepuasan Kerja Pegawai Pada PT. Bank X, Kantor Cabang Utama Jakarta
  8. Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Kepemimpinan dengan Produktivitas Kerja Pemeriksa Paten pada Direktorat Paten Direktorat Jenderal Hak Kekayaan