Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Branding : Tinjauan Yuridis Prinsip Kehati-Hatian

Judul Tesis : Tinjauan Yuridis Prinsip Kehati-Hatian (Prudential Banking) Kartu Kredit Co Branding Garuda Indonesia Bank BNI Sebagai Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu

 

A. Latar Belakang

Dengan kehadiran kartu kredit co-branding, kedua belah pihak yang bekerjasama akan sama-sama saling diuntungkan. Bagi pihak perbankan, kartu jenis ini akan bisa meningkatkan jumlah penggunanya. Sedangkan bagi pihak yang diajak bekerja sama, bisa meningkatkan volume transaksi. Selain itu, pengguna kartu kredit co-branding juga mendapatkan keuntungan, karena mereka bisa menikmati fasilitas ekstra seperti diskon-diskon khusus dan fasilitas tambahan lainnya.

Penerbitan kartu kredit co-branding di indonesia sudah menjadi produk perbankan sejak tahun 2008, sedangkan PBI APMK diterbitkan di awal tahun 2012. Maka penulis tertarik untuk menganalisis penerapan prinsip kehati- hatian atas kartu co-branding, yang dikatakan merupakan langkah alternatif untuk mengantisipasi PBI APMK. Dilain pihak, kartu kredit co-branding membawa nama brand dari pihak yang diajak bekerjasama, apakah pihak yang diajak kerjasama juga akan mengalami dampak atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/ 2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu (APMK). Karena di dalam kartu kredit co-branding, memiliki dua kepentingan yang berbeda yaitu untuk meningkatkan kepuasan konsumen atas penggunaan brand tertentu dan untuk meningkatkan pertumbuhan kredit. Oleh karena itu, Penulis akan melakukan penelitian berdasarkan hal tersebut dan mengambil judul “Tinjauan Yuridis Prinsip Kehatihatian (Prudential Banking) Kartu Kredit Co-Branding Garuda Indonesia-Bank BNI sebagai Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu”

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Bagaimana pengaturan terhadap Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) ditinjau dari prinsip kehati-hatian (prudential banking)?
  2. Bagaimana penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking) kartu kredit co-branding kerjasama antara Bank BNI dengan Garuda Indonesia?

 

C. Tinjauan Umum

  1. Tinjauan Umum tentang Prinsip Kehati-hatian (Prudential Banking) Kegiatan perbankan tidak seluruhnya diserahkan pada mekanisme pasar, karena kenyataanya pasar tidak selalu mampu membetulkan dirinya sendiri (selfcorrecting) bila terjadi sesuatu di luar dugaan. Oleh karena itu, dukungan kontrol terhadap aktivitas perbankan oleh Bank Indonesia dengan kewajiban melaksanakan prinsip kehati-hatian merupakan solusi terbaik untuk menjaga dan mempertahankan eksistensi perbankan, yang pada akhirnya akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada industri perbankan itu sendiri.
  2. Penerapan Prinsip Kehati-hatian (Prudential banking) dalam Kartu Kredit sebagai Fasilitas Kredit Bank sebagai institusi yang memiliki izin untuk melakukan banyak aktivitas, memiliki peluang yang sangat luas dalam memperoleh pendapatan, salah satunya melalui kredit. Dalam penyaluran kredit kepada masyarakat, maka sangat penting bank menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dalam menyalurkan kredit-kreditnya. Hal ini didasarkan, kredit memiliki risiko yang sangat tinggi sebagai usaha utama bank. Dampak dari kegagalan di bidang kredit dapat berakibat pada terpengaruhinya kesehatan dan kelangsungan usaha bank itu sendiri. Risiko bank dapat menjadi risiko sistematis artinya mempengaruhi secara makro ekonomi suatu negara bahkan beberapa negara lainnya.
  3. Pembinaan dan Pengawasan bank Penerapan Prinsip kehati-hatian di bidang perbankan, perlu diawasi oleh bank. Bank sebagai pengawas pada dasarnya adalah memantau dan memeriksa apakah pemilik dan pengelola bank telah melaksanakan Prinsip kehati-hatian dalam kegiatannya. Namun sejak diberlakukan Undang-Undang No.21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan yang selanjutnya disebut OJK, memiliki kewenangan pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan termasuk di bidang perbankan.

 

D. Metodelogi Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan dimana peneliti melakukan studi dokumen dan menggunakan bahan-bahan bacaan sebagai bahan penelitian.

Tipe penelitian yang digunakan menurut sifatnya adalah penelitian deskriptif, menurut bentuknya adalah penelitian preskriptif, menurut tujuannya adalah penelitian problem solution, menurut penerapannya adalah penelitian berfokus masalah, dan menurut ilmu yang dipergunakan adalah penelitian monodisipliner.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier.

Untuk memberikan gambaran yang jelas dalam penyajian penelitian, maka penulis akan menyusun secara sistematis mengenai pembahasan skripsi.

 

E. Kesimpulan

Simpulan pertama dari skripsi Penulis adalah ketentuan penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking) secara umum pada kartu kredit tunduk pada:

UU No.10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan, pasal 29 ayat 2 tentang prinsip kehati-hatian bank dalam melakukan kegiatan usaha

PBI No.11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaran Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan kartu, pasal 14, 19 dan 20 tentang kartu kredit

PBI No.14/2/PBI/2012 2012 tentang Perubahan atas PBI No.11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, pasal 15, 15A,17,17A tentang kartu kredit.

PBI No.11/25/PBI/2009 tentang Perubahan Peraturaan Bank Indonesia No.5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum untuk risiko berupa risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategis dan risiko kepatuhan

SE BI No.14/17/DASP/2012 tentang Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, butir VIIB tentang prinsip kehatihatian dalam kartu kredit

SE BI No.14/34/DASP/2012 tentang Batas Maksimum Suku Bunga Kartu Kredit. Pengaturan prinsip kehati-hatian atas penggunaan kartu kredit diatur secara khusus diatur di dalam PBI No.11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/PBI/2012 tentang Perubahan atas PBI No.11/11/PBI/2009 tentang yang selanjutnya disebut PBI APMK, yang ditinjau dari prinsip kehatihatian (prudential banking) adalah sebagai berikut;

  1. Batas minimum usia calon pemegang kartu kredit.
  2. Batas minimum pendapatan calon pemegang kartu kredit.
  3. Batas maksimum plafon kredit yang dapat diberikan kepada pemegang kartu kredit.
  4. Batas maksimum jumlah penerbit kartu kredit yang dapat memberikan fasilitas kartu kredit.
  5. Batas minimum pembayaran oleh pemegang kartu kredit.
  6. Batas maksimum penarikan tunai dengan kartu kredit dalam sehari.

Dalam meningkatkan prinsip kehati-hatian atas penggunaan kartu kredit, PBI APMK juga mengatur penyeragaman batas maksimum suku bunga kartu kredit, yang diatur lebih lanjut di dalam SE BI No.14/34/DASP/2012 tentang Batas Maksimum Suku Bunga Kartu Kredit. Hal ini disebabkan karena kartu kredit merupakan kredit tanpa agunan, jadi jika bunga kredit masih tinggi dan tidak seragam, akan lebih berisiko. Batas maksimum suku bunga kartu kredit sebesar 2,95% perbulan dan 35,40 pertahun. Simpulan kedua Penulis dari skripsi ini adalah penerapan prinsip kehatihatian (prudential banking) yaitu:

Batas minimum usia calon pemegang kartu kredit.

Batasan usia untuk pemegang kartu utama adalah 21th-65th. Sedangkan batasan minimun usia untuk pemegang kartu tambahan adalah 17th.

Batas minimum pendapatan calon pemegang kartu kredit.

Batas minimum pendapatan untuk kartu kredit co-branding platinum adalah Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) setahun sedangkan untuk kartu kredit co-branding signature adalah Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) setahun.

Batas maksimum plafon kredit yang dapat diberikan kepada pemegang kartu kredit. Dikarenakan batas minimum pendapatan calon pemegang kartu kredit cobranding ini berkisar antara Rp10.000.000,00-Rp15.000.000,00 atau lebih, maka Bank BNI berhak menerbitkan batas minimum plafon kartu kredit cobranding yang berdasarkan risk appetite.

Batas minimum pembayaran oleh pemegang kartu kredit.

Batas minimum pembayaran adalah sebesar 10% atau minimum Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) dari total tagihan.

 

Batas maksimum penarikan tunai dengan kartu kredit dalam sehari.

Batas maksimum penarikan tunai dengan kartu kredit dalam sehari adalah sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Batas maksimum suku bunga kartu kredit untuk kartu kredit co-branding adalah sebesar 2,95% perbulan atau 35,40%.

Penerbitan kartu kredit co-branding merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi PBI APMK. Pihak bank telah mengikuti regulasi tersebut dengan mengubah konsep bisnisnya. Sehingga penerbitan kartu kredit co-branding merupakan strategi untuk mempertajam kekuatan marketing analytic, menyiapkan penawaran sesuai segmentasi konsumen, dan memilih mitra strategis yang akan meningkatkan nilai transaksi kartu kredit tanpa menyalahi aturan PBI APMK yang berlaku dan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

 

Contoh Tesis  Branding

  1. Analisa Proses Pembentukan Loyalitas Konsumen Produk Lifestyle dengan Pendekatan Emotional Branding
  2. Analisis Brand Image Melalui Pengukuran Brand Awareness, Perceived Quality Dan Brand Loyalty Dari Es Krim Merk Wall’s di Indonesia
  3. Analisis Brand Loyalty Produk Kosmetik Berdasarkan Brand Awareness dan Sikap Konsumen Target terhadap Produk Tersebut Studi Kasus Kosmetik Wardah
  4. Analisis Citra Merek (Brand Image) Program Sarjana Ilmu Jurnalistik yang Mempengaruhi Preferensi Siswa SLTA dalam Memilih Perguruan Tinggi
  5. Analisis Elemen Elemen Brand Equity pada Terasi Mamasuka
  6. Analisis Pengaruh Faktor – Faktor Comunication Campaign Re-Branding Logo Perusahaan Terhadap Persepsi Audience Akan Citra Peruasahaan
  7. Pembentukan Brand Image pada Low Involvement Product Melalui Pendekatan Emotional Branding pada Iklan Tv (Studi Kasus Kampanye Iklan Talking House Pt. Holcim Indoensia, Tbk)
  8. Peranan Emotional Branding dalam Memelihara Kepuasan Pelanggan Studi Kasus Program  Fun In The Air PT. Adam Air
  9. Tinjauan Yudiris Prinsip Kehati-Hatian (Prudential Principle) Kartu Kredit Co-Branding Garuda Indonesia-Bank BNI Sebagai Alat Pembayaran dengan Menggunakan