Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Bea Keluar: Dampak Pengenaan Bea Keluar Batubara trhdp Perekonomian Indonesia

Judul Tesis : Dampak Pengenaan Bea Keluar Batubara terhadap Perekonomian Indonesia: Analisa Social Accounting Matrix

 

A. Latar Belakang

Peningkatan kebutuhan batubara di dalam negeri perlu diantisipasi agar tidak terjadi sebaliknya menjadi pengimpor batubara dari luar negeri. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan pengenaan bea keluar untuk produk batubara. Dengan adanya kebijakan pengenaan bea keluar ini diharapkan akan dapat menahan laju ekspor batubara.

Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah menciptakan tantangan bagi para pengelola negeri ini agar dapat dimanfaatkan untuk terciptanya kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini mempunyai tanggung jawab besar untuk mengelola SDA yang dimiliki agar nilai tambah pengolahan produk tersebut sebanyak mungkin berada di dalam negeri. Oleh karena itu pemerintah perlu menyusun kebijakan yang tepat dalam rangka pengelolaan SDA termasuk hasil produk pertanian, pertambangan dan kehutanan yang selama ini menjadi komoditas andalan ekspor Indonesia. Salah satu instrumen kebijakan dalam mengelola dan melestarikan SDA adalah kebijakan fiskal berupa pengenaan bea keluar terhadap barang-barang hasil SDA yang diekspor. Bea keluar dimaksudkan untuk menahan peningkatan laju ekspor bahan mentah yang belum diolah dalam rangka pemenuhan tujuan-tujuan tertentu antara lain melindungi kelestarian SDA ataupun menjaga stabilitas harga komoditi tertentu di dalam negeri.

 

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan di atas, maka beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dari pelaksanaan studi ini adalah bagaimana dampak pengenaan bea keluar batubara terhadap peningkatan pendapatan sektor produksi, faktor produksi dan rumah tangga?

 

C. Tinjauan Pustaka

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelola/mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Penerimaan pemerintah tersebut diasumsikan berasal dari pajak (tax) (Rahardja, 2005). Kebijakan fiskal merupakan salah satu instrumen selain kebijakan moneter yang digunakan dalam mencapai Goal Targetting yaitu Social Welfare. Kebijakan fiskal ini digunakan oleh otoritas fiskal untuk mempengaruhi variabel ekonomi makro (output), melalui pajak dan pengeluaran pemerintah. Pengeluaran pemerintah ini memiliki korelasi positif dengan output (pendapatan), sedangkan pajak memiliki korelasi yang negatif.

Teori Pengenaan Pajak Ekspor

Pajak ekspor atau saat ini di Indonesia disebut dalam undang-undang sebagai bea keluar, adalah pajak yang dipungut atas barang-barang ekspor. Tarif pajak ekspor ini dapat ditetapkan berdasarkan tarif spesifik atau tarif advalorem. Di Amerika Serikat, pajak ekspor inkonstitusional sejak konstitusinya melarang penggunaan pajak ekspor ini. Amerika Serikat memberlakukan pajak ekspor karena adanya kekhawatiran produsen kapas yang banyak mengekspor produk mereka ke Inggris dan Perancis.

Dampak Pajak Ekspor terhadap Harga Barang

Pengenaan pajak ekspor akan berpengaruh terhadap harga suatu komoditas. Sebagai contoh Amerika Serikat sebagai negara pengekspor dalam perdagangan bebas yang memberlakukan pajak ekspor pada ekspor gandum. Pengenaan pajak ekspor tersebut akan mengurangi ekspor gandum karena dengan pengenaan pajak ekspor tersebut akan menyebabkan ekspor gandum dari Amerika Serikat ke Meksiko memerlukan biaya yang lebih besar. Dampaknya pasokan gandum ke pasar Meksiko akan berkurang dan diikuti dengan kenaikan harga gandum.

 

D. Metodologi Penelitian

Semakin elastis kurva penawaran (dengan asumsi kurva permintaan tetap), maka semakin besar beban bea keluar yang dapat digeserkan oleh produsen kepada konsumen.

Social Accounting Matrix (SAM) atau Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE) merupakan salah satu sistem pendataan dan juga alat analisis penting yang dikembangkan untuk memantau dan menganalisa berbagai hal tersebut.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa secara umum pengenaan bea keluar batubara memberikan dampak yang positif terhadap sektor produksi. Seluruh sektor produksi mengalami peningkatan pendapatan dengan adanya bea keluar batubara. Hanya pada sektor pertambangan batubara yang mengalami penurunan pendapatan.
  2. Seluruh faktor produksi mengalami peningkatan pendapatan dengan adanya bea keluar batubara. Faktor produksi tenaga kerja yang mengalami peningkatan pendapatan paling besar dari adanya bea keluar batubara adalah pekerja Petani Desa Bukan Diupah
  3. Di sektor rumah tangga, bea keluar batubara memberikan dampak peningkatan pendapatan rumah tangga. Rumah tangga yang mendapatkan manfaat terbesar dari adanya bea keluar batubara adalah Rumah Tangga Pengusaha Pertanian. Sedangkan yang mendapatkan manfaat terkecil adalah Rumah Tangga Bukan Angkatan Kerja Di Desa.

Contoh Bea Keluar

  1. Dampak Pengenaan Bea Keluar Batubara terhadap Perekonomian Indonesia: Analisa Social Accounting Matrix