Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Bahasa dan Sastra: Tindak Tutur Perlokusi dlm Wacana Cerita Rakyat Si Kabayan

Judul Tesis : Tindak Tutur Perlokusi dalam Wacana Cerita Rakyat Si Kabayan “Memancing Ikan di Atas Pohon Kelapa”

 

A. Latar Belakang

Dalam perkembanganya, cerita rakyat yang telah dicetak dalam bentuk buku, ternyata sangat digemari oleh anak-anak, terutama cerita rakyat yang bersifat komedi. Cerita yang beragam, isi cerita yang lucu, bahasa yang mudah dipahami oleh anakanak karena penulis menyertakan tuturan-tuturan tokoh yang membuat pembaca seolah-olah mengalami sendiri peristiwa percakapan yang terjadi antara tokoh satu dengan tokoh yang lain, sehingga menarik minat baca anak-anak. Tuturan-tuturan dalam percakapan antartokoh tersebut yang melatarbelakangi dipilihnya wacana cerita rakyat yang bersifat komedi sebagai objek penelitian.

Cerita rakyat Si Kabayan “Memancing Ikan di Atas Pohon Kelapa” merupakan salah satu cerita rakyat dari Jawa Barat dan sudah sangat populer di masyarakat, hal ini dikemukakan Suryadi (1999) dalam artikel internet menyatakan bahwa 62,05% masyarakat Sunda sudah mengenal cerita Si Kabayan “Memancing Ikan di Atas Pohon Kelapa” dalam dua versi yang berbeda mengenai asal ikan yang didapatkan oleh Kabayan. Kedua versi itu menceritakan bahwa Kabayan akhirnya mendapatkan ikan karena seekor elang yang melintas menjatuhkan seekor ikan gabus dan versi yang kedua menceritakan bahwa Kabayan mendapatkan ikan dari atas pohon kelapa karena pada saat itu sungai sedang banjir dan membanjiri areal sawah tempat ia memancing di atas pohon, sehingga ia bisa mendapatkan ikan yang ikut hanyut bersama banjir. Cerita Si Kabayan ini mengisahkan kepandiran tokoh Kabayan yang pemalas namun kocak dan banyak akal dalam menghadapi masalah di dalam keluarganya. Tokoh pendukung utama dalam cerita ini adalah Iteung (istri Kabayan), Abah dan Ambu (mertua Kabayan).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Jenis tindak tutur perlokusi apa saja yang terdapat dalam wacana cerita rakyat Si Kabayan “Memancing Ikan di Atas Pohon Kelapa”?
  2. Fungsi tuturan perlokusi apa saja yang terdapat dalam wacana cerita rakyat Si Kabayan “Memancing Ikan di Atas Pohon Kelapa” ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pragmatik

Leech (dalam Purwo 1990:2) menyatakan bahwa pragmatik adalah studi mengenai makna di dalam kaitannya dengan situasi tutur, sehingga dapat dikatakan bahwa makna sangat bergantung pada situasi tutur. Leech menambahkan bahwa pragmatik adalah kajian komunikasi linguistis menurut prinsip-prinsip percakapan. Pendapat tersebut merupakan pengembangan dari pendapat sebelumnya yang dilandasi oleh pengakuan adanya prinsip percakapan yang dikemukakan oleh Grice (1975).

Tindak Tutur

Teori tindak tutur pertama kali diungkapkan oleh Austin (1962). Teori tersebut dikembangkan kembali oleh Searle pada tahun 1969. Menurut Searle, dalam semua komunikasi kebahasaan terdapat tindak tutur. Ia berpendapat bahwa komunikasi bukan hanya sekedar lambang, kata atau kalimat, tetapi lebih merupakan hasil dari perilaku tindak tutur (Searle 1969 dalam Suwito 1983:33). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tindak tutur merupakan inti dari komunikasi.

Vernakuler dan Seremonial

Berdasarkan sudut pandang kelayakan pelakunya, Fraser (dalam Rustono 1999: 47) mengemukakan dua jenis tindak tutur lagi, yaitu vernakuler dan seremonial. Tindak tutur vernakuler adalah tindak tutur yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat tutur, yang menandai tindak tutur ini antara lain verba meminta, mengucapkan terimakasih, dan memuji.

 

D. Metode Penelitian

Pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan pragmatis sebagai pendekatan teoretis serta pendekatan deskriptif dan kualitatif sebagai pendekatan metodologis.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode dan teknik pengamatan dan pencatatan.

Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif yang penggunaannya didasarkan pada fakta atau fenomena yang ada, meliputi ciri tuturan perlokusi, jenis tuturan perlokusi, fungsi tuturan perlokusi, efek tuturan perlokusi, serta merumuskan hubungan antara fungsi perlokusi dengan efek yang terjadi pada mitra tuturnya.

 

E. Kesimpulan

  • Jenis perlokusi yang terdapat dalam wacana cerita rakyat Si Kabayan

“Memancing Ikan di Atas Pohon Kelapa” meliputi jenis tindak tutur perlokusi konstatif, performatif, lokusi, ilokusi,representatif, direktif, ekspresif, komisif, isbati, langsung, tak langsung, harfiah, tak harfiah dan vernakuler.

  • Fungsi perlokusi dalam wacana cerita rakyat Si Kabayan “Memancing Ikan di Atas Pohon Kelapa” meliputi fungsi representatif menyatakan, menunjukkan, mengakui, menyebutkan, meyakini dan memberitahukan. Fungsi direktif menyuruh, meminta, memohon, mengajak, mendesak dan menyarankan. Fungsi ekspresif memuji, menyalahkan, bersyukur, mengeluh, dan berharap. Fungsi komisif berjanji, fungsi isbati melarang dan mengabulkan.

 

Contoh Tesis Bahasa dan Sastra

  1. Sosok Tokoh Saridin dalam Seni Kethoprak terhadap Penanaman Budi Pekerti Siswa
  2. Struktur Cerita dan Nilai-Nilai Pendidikan yang Terdapat dalam Cerita Saridin Versi Kethoprak
  3. Tindak Tutur Perlokusi dalam Wacana Cerita Rakyat si Kabayan
  4. Variasi Tindak Tutur dalam Kursus Panatacara Permadani Semarang
  5. Akunin Shoki Model Penyelamatan Manusia Menurut Agama Budha Jepang Jodoshinshu
  6. Pemilihan Metode Ceramah, Drill, dan Game dalam Pembelajaran Bahasa China di Kelas X SMA N 1 Karanganyar
  7. Vebra Bervalensi Dua Dalam Kalimat Bahasa Jawa (Kajian Struktur Dan Makna)
  8. Peranan Penting Siaran Bahasa Mandarin di Radio Metta Fm Solo Sebagai Media Sosialisasi
  9. Cerita Rakyat Ki Kerta Bangsa di Dukuh Prampogan Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten
  10. Cerita Rakyat Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking di Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen