Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Aplikasi Laporan: Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Penerimaan Pengguna Aplikasi Laporan

Judul Tesis : Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pengguna Aplikasi Laporan PP 39/2006 di Kementerian/Lembaga Republik Indonesia

 

A. Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.39 Tahun 2006 (PP 39/2006), telah ditetapkan, diatur, dan dijelaskan mengenai kewajiban setiap Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah tingkat provinsi (Bappeda Provinsi) di pemerintahan Republik Indonesia untuk melakukan pelaporan terhadap pencapaian dan penggunaan dana APBN yang diberikan kepada K/L dan Daerah setiap tahunnya. Pengumpulan laporan PP 39/2006 dilakukan setiap triwulan melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas. Hasil pelaporan yang diberikan K/L dan Daerah akan menjadi bahan evaluasi dan masukan terhadap perencanaan pembangunan nasional di tahun berikutnya. Pengumpulan laporan PP 39/2006 yang tepat waktu dan akurat merupakan suatu hal yang sangat penting, maka dibangunlah sebuah aplikasi berbasis web offline untuk membantu K/L dan daerah dalam mengumpulkan laporan PP 39/2006 dan menyeragamkan bentuk laporan yang disesuaikan dengan form pelaporan yang terdapat pada lampiran peraturan pemerintah No.39 tahun 2006.

Aplikasi PP 39/2006 terdiri dari 2 Aplikasi Utama, yaitu:

  • Aplikasi PP 39/2006 untuk KL (Pelaporan penggunaan dana APBN)
  • Aplikasi PP 39/2006 untuk Daerah (SKPD) (Pelaporan penggunaan dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon dan TP)).

 

B. Rumusan Masalah

“Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap Aplikasi PP 39/2006 di lingkungan Kementerian Lembaga Republik Indonesia”

 

C. Landasan Teori Tesis

Theory of Reasoned Action (TRA)

Theory Reasoned Action pertama kali dicetuskan oleh Ajzen pada tahun 1980 (Jogiyanto, 2007). Teori ini disusun menggunakan asumsi dasar bahwa manusia berperilaku dengan cara yang sadar dan mempertimbangkan segala informasi yang tersedia. Dalam TRA ini, Ajzen menyatakan bahwa niat seseorang untuk melakukan suatu perilaku menentukan akan dilakukan atau tidak dilakukannya perilaku tersebut (Ajzen et al, 1980).

 

Technology Acceptance Model (TAM)

Dari berbagai model yang telah diteliti, Technology Acceptance Model (TAM) yang diadopsi dari Theory of Reasoned Action (TRA) menawarkan sebagai landasan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perilaku pemakai dalam penerimaan dan penggunaan sistem informasi (SI) (Davis, F.D, 1989). Model TAM berasal dari teori psikologis untuk menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi yang berlandaskan pada kepercayaan (beliefs), sikap (Attitude), minat (intention) dan hubungan perilaku pengguna (User Behavior Relatioship).

 

Structural Equation Model

Strutural Equation Model adalah sebuah multivariate technique untuk menguji hubungan antara variabel yang kompleks untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan model. Selain itu SEM juga mengkombinasikan pengujian hubungan antar variabel dependen dan analisa faktor untuk mengestimasi hubungan dependen-independen secara simultan (David Gefen et all, 2000). Dengan penggabungan kedua model tersebut memungkinkan peneliti untuk menguji kesalahan pengukuran dan melakukan analisis faktor bersamaan dengan pengujian hipotesis.

 

D. Metodelogi Penelitian

Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah case study dengan 5 tahap penelitian. 5 tahapan penelitian tersebut terdiri dari studi pendahuluan, konseptualisasi model, pengumpulan data, analisa dan pembahasan, dan kesimpulan dan saran.

Proses pengumpulan data meliputi proses jenis dan sumber data, penentuan populasi dan sampel, pembuatan kuisioner, metode penyebaran kuisioner, dan penjelasan mengenai proses pengolahan data.

Data yang akan digunakan pada penelitian ini adalah data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengguna Aplikasi PP 39/2006 di lingkungan Kementerian/Lembaga Republik Indonesia.

Desain kuesioner pada penelitian ini akan terbagi kedalam dua bagian, yaitu: bagian identitas dan bagian pertanyaan penelitian. Bagian identitas akan meliputi identitas responden meliputi nama, jenis kelamin, umur, nama Kementerian/Lembaga, nama sub bagian tempat bekerja.

Metode pengumpulan data primer yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode angket (kuisioner).

 

E. Kesimpulan

1. Job Relevance: Aplikasi PP 39/2006 diharapkan mampu meningkatkan kualitas performa sesorang dalam menyusun laporan PP 39/2006 maupun menunjang pekerjaannya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Job relevance memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Usefulness.

2. Output Quality : Penelitian ini juga memperhitungkan Output Quality dari Aplikasi P 39/2006 sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi penggunaan Aplikasi PP 39/2006. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan Aplikasi PP 39/2006 hasl yang didapatkan sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan PP 39/2006. Selain itu dengan Aplikasi PP 39/2006 didapatkan format pelaporan yang sama antar Kementerian/Lembaga. Hasil penelitia menunjukkan bahwa Output Quality merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap Aplikasi PP 39/2006. Output Quality berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Perceived Usefulness.

3. Self Efficacy: Self Efficacy merupakan derajat ukuran untuk menilai Keyakinan bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan perilaku tertentu. Berdasarkan hasil uji CFA, didapatkan hasil bahwa konstruk variabel self efficacy tidak fit. Maka harus dihapuskan dari dalam model. Hal ini membuat Self Efficacy bukan merpakan faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap Aplikasi PP 39/2006.

 

Contoh Tesis Pengguna Aplikasi Laporan

  1. Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna aplikasi Laporan PP 39 2006 di Kementerian Lembaga Republik Indonesia