Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Analisis Rasio Keuangan: Potensi Kebangkrutan Bank melalui Analisis Rasio Keuangan

Judul Tesis : Deteksi Dini Potensi Kebangkrutan Bank Melalui Analisis Rasio Keuangan: Model Regresi Logistik Multinomial

 

A. Latar Belakang

Rasio keuangan CAMEL menggambarkan capital adequacy ratio yang identik dengan kemampuan bank menyediakan modal agar mampu mengantisipasi kemungkinan risiko kerugian; assets quality, management, earnings ratios, berkenaan dengan kemampuan bank mengelola aktiva produktif, beroperasi secara efisien sehingga mampu menghasilkan peningkatan laba; dan liquidity ratio berorientasi pada kemampuan bank untuk dapat memenuhi kewajiban-kewajiban yang segera ditagih, dan dapat memenuhi permintaan kredit tanpa terjadi penangguhan.

Satu aspek yang turut berkontribusi terhadap kemungkinan kebangkrutan bank adalah data cash flow—cash flow from operations atau operating cash flow (OCF). Banyak penelitian membuktikan secara empiris bahwa OCF memang memberikan incremental information. Beaver (1966); Rujoub, Cook, dan Hay (1995); Catanach (2000) mencoba mengangkat isu prediksi kebangkrutan (business failure) melalui kemampuan operating cash flow. Catanach (2000) menyatakan bahwa OCF memuat informasi mengenai risiko kegiatan operasional perusahaan sehingga dapat menjadi tolok ukur potensi kesulitan keuangan perusahaan. Dechow (1994) melakukan pembandingan antara accounting earnings dan cash flow dalam upaya menilai kinerja perusahaan. Ditemukan Dechow (1994) bahwa earnings masih lebih dominan dalam merefleksikan kinerja perusahaan, yaitu sebagai akibat earnings mampu menangkap kesesuaian antara inflows dan outflows terkait dengan aktivitas ekonomi perusahaan. Earnings memang harus dilaporkan dengan konsep accrual basis. Namun, terdapat satu lagi pelaporan, yaitu pelaporan arus kas, khususnya operating cash flow atau cash flow from operations, yang bisa digunakan sebagai alternatif pengukuran kinerja (Schilit dan Perler, 2010).

 

B. Masalah Penelitian

Terdapat 3 kategori bank survival yang ingin diteliti, yaitu bank sehat (bank survive) (BS), bank dalam penyehatan (BDP), dan bank likuidasi (BL), berpedoman pada rasio keuangan berbasis CAMEL, operating cash flow, dan rasio penilaian pasar. Ingin diketahui adakah kontribusi rasio keuangan dalam mendeteksi secara dini potensi kebangkrutan bank. Model prediksi yang dibentuk melalui seperangkat prediktor berupa rasio keuangan diharapkan mampu menjawab kebutuhan analisis tingkat kesehatan bank.

 

C. Tinjauan Pustaka

Dinamika Perbankan di Indonesia

Indonesia memasuki era pertumbuhan perbankan tercepat pada masa pemberlakuan Paket Deregulasi Keuangan Moneter dan Perbankan (Pakto: Paket 27 Oktober 1988). Sejarah perbankan Indonesia berubah—bank-bank bertumbuh dengan pesat. Konsekuensi ini adalah sebagai akibat terbitnya peraturan yang memudahkan: pembukaan kantor bank, pendirian dan usaha bank perkreditan rakyat, pendirian bank campuran, usaha bank asing dan pembukaan cabang pembantu bank asing (Mintorahardjo, 2001). Sasaran yang ingin dicapai demi kelancaran pembangunan nasional, yaitu pertumbuhan ekonomi menjadi semakin baik sebagai akibat masuknya investasi asing dan investasi domestik di sektor perbankan, serta memperlancar transaksi pembayaran demi peningkatan ekspor nonmigas.

Perkembangan Model Prediksi Potensi Kebangkrutan

Dalam rangka mencoba memprediksi dan menjelaskan suatu fenomena kebangkrutan, timbul isu mengenai praktik akuntansi yang berlaku di dunia nyata. Hal yang menarik adalah apabila angka akuntansi dalam suatu organisasi (perusahaan, bank) bisa merefleksikan kondisi kesehatan keuangan dari organisasi tersebut, diduga angka akuntansi akan bermanfaat untuk mendeteksi potensi kebangkrutan secara lebih dini. Model prediksi potensi kebangkrutan ini biasanya menggunakan data akuntansi, yaitu dalam bentuk analisis rasio keuangan (Watts dan Zimmerman, 1986). Ini menyiratkan bahwa angka akuntansi, yang tercermin dalam laporan keuangan, memiliki kandungan informasi yang berunsur prediksi. Bernstein (1989) menjelaskan bahwa penilaian kondisi perusahaan periode lalu dan saat ini bisa berasal dari analisis laporan keuangan, dengan tujuan utama memprediksi kinerja perusahaan masa mendatang.

Camel

Andersen (2008) berpendapat bahwa asumsi yang mendasari konsep CAMEL adalah berkenaan dengan kondisi yang dapat menyebabkan bank rentan mengalami kegagalan, yaitu capital adequacy yang rendah, begitu pula assets quality dan aspek management, earnings dan liquidity yang menurun. “As a bank or firm becomes more and more insolvent, it gradually enters a danger zone. Then, changes to its operations and capital structure must be made in order to keep it solvent” (Kumar dan Ravi, 2007, 1)

 

D. Metode Penelitian

Model prediksi yang dicoba dibangun dalam penelitian ini adalah mengangkat isu kemampuan prediksi yang dimiliki rasio keuangan dalam mendeteksi potensi kebangkrutan bank.

Populasi penelitian adalah bank go public (listing di BEI), melalui pertimbangan ketersediaan data laporan keuangan (unsur transparansi sudah lebih diutamakan), dan telah diaudit.

Sumber data variabel dependen berasal dari laporan tahunan bank, laporan tahunan LPS, dan majalah Infobank berkenaan dengan rating bank.

 

E. Kesimpulan

Identifikasi potensi kebangkrutan bank merupakan proses yang terus berkelanjutan. Tidak jarang prediktor tersebut selalu bersandar pada informasi laporan keuangan—firm-specific information, yaitu berupa rasio-rasio keuangan. Prediktor tersebut bermuara pada rasio CAMEL—menggambarkan aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, rentabilitas, dan likuiditas.

Berbicara industri perbankan, erat kaitannya dengan keberlangsungan stabilitas perekonomian suatu negara, sebagai akibat kepercayaan masyarakat dipertaruhkan di dalamnya. Inilah pemicu menjadi penting kajian mengenai prediksi potensi kebangkrutan bank, agar tindakan penyelamatan dapat segera dilakukan, sehingga bank terhindar dari risiko rush (bank run).

 

Contoh Tesis Analisis Rasio Keuangan

  1. Deteksi Dini Potensi Kebangkrutan Bank melalui Analisis Rasio Keuangan Model Regresi Logistik Multinomial
  2. Analisis Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Bank Go Public Terhadap Harga Saham (Suatu Studi Pada Bank-Bank Go Public di Bursa Efek Jakarta (Bej))
  3. Analisis Pengaruh Tingkat Profitabilitas, Leverage Keuangan dan Rasio Harga Saham terhadap Return Saham yang Diharapkan Investor di Bursa Efek Jakarta