Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Analisis Pengaruh: Indeks-Indeks Internasional trhdp Indeks Harga Saham

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Indeks-Indeks Internasional terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia Periode 2001-2011

 

A. Latar Belakang

Kointegrasi pasar saham antar negara telah lama menjadi area studi dalam penelitian ekonomi finansial.Ada dua pendekatan yang biasa digunakan dalam penelitian topik ini yaitu pendekatan harga aset dan pendekatan statistik (Yusof dan Majid, 2006). Menurut pendekatan harga aset, jika dua atau lebih pasar terintegrasi, maka harga sekuritas tersebut di setiap pasar harus sama karena memiliki karakteristik risiko yang sama, dimanapun lokasi perdagangannya. Pendekatan statistik mendefinisikan integrasi pasar sebagai hubungan jangka panjang menuju keseimbangan antara harga-harga saham di pasar yang terintegrasi. Dengan kata lain, dalam jangka panjang, saham-saham di pasar tersebut cenderung untuk bergerak secara bersama (Cheng, 2000). Semakin terintegrasinya perekonomian dunia, diperkuat dengan globalisasi dan tren liberalisasi pasar modal yang terjadi di berbagai negara membuat aliran modal semakin deras mengalir antar negara (Lim,2007). Hal ini sesuai dengan teori portofolio modern yang menegaskan pentingnya diversifikasi internasional untuk mengurangi risiko sistematik dalam portofolio. Tingginya potensi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang juga menjadi alasan bagi investor negara-negara maju untuk menyerbu pasar negara berkembang.

Perkembangan teknologi membuat informasi tersebar dalam hitungan detik yang akan berakibat pada penyesuaian dalam portofolio secara cepat. Hal ini sejalan dengan hipotesa pasar efisienyang menyebutkan bahwa pasar akan bereaksi terhadap setiap informasi sehingga mengakibatkan harga juga secara cepat terkoreksi menuju keseimbangan. Semua ini berkontribusi terhadap menguatnya keterkaitan antar pasar modal di dunia.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah pasar saham Indonesia terkointegrasi dengan pasar saham masing-masing negara anggota ASEAN, APEC, dan G8?
  2. Bagaimana hubungan dinamis antara pasar saham Indonesia dengan masing-masing negara ASEAN, APEC, dan G8?
  3. Apakah pasar saham negara-negara ASEAN terkointegrasi secara bersama?

 

C. Tinjauan Literatur

Investasi

Investasi merupakan suatu komitmen penanaman sejumlah dana atau sumber daya lain dengan harapan mendapat keuntungan di masa yang akan datang (Bodie, Kane & Marcus, 2010). Keuntungan yang didapat biasanya sebanding dengan risiko yang diterima, semakin besar potensi keuntungan, semakin besar risiko, begitu juga sebaliknya.

Saham

Saham, sebagai salah satu bentuk investasi dalam bentuk aset finansial, merupakan suatu bentuk surat berharga yang merepresentasikan kepemilikan dalam suatu perusahaan (Mishkin, 2012). Karena itu saham memberikan hak klaim atas sebagian aset dan pendapatan perusahaan. Keuntungan dari berinvestasi pada saham dapat berupa capital gain dan/atau dividen. Capital gain adalah keuntungan yang didapat ketika saham dijual kembali pada harga yang lebih tinggi dari harga belinya.

 

Indeks Harga Saham

Dijelaskan oleh Frensidy (2005), tujuan dibentuknya indeks adalah untuk menggambarkan pergerakan seluruh saham di satu bursa tertentu atau di satu sektor atau industri di suatu bursa. Untuk memenuhi tujuan itu, sampel yang dipilih harus representatif, meskipun tidak harus banyak. Sebagai perbandingan, IHSG Indonesia mengambil seluruh saham tercatat sebagai sampel, sedangkan Dow Jones Industrial Average (Amerika Serikat) hanya mengambil 30 saham yang representatif sebagai sampel.

 

D. Metodelogi Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa nilai penutupan harian dari masing-masing indeks periode 1 Januari 2001 sampai dengan 31 Desember 2011 dengan total 2870 pengamatan.

Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah uji kestasioneran menggunakan uji Unit Root dengan Augmented Dickey-Fuller, uji kointegrasi menggunakan menggunakan metode Johansen, dan Uji Impulse Respone Function dan Granger Causality, baik dalam bentuk VAR maupun VECM.

Dijelaskan oleh Juanda dan Junaedi (2012) model VAR dibangun dengan pendekatan yang meminimalkan teori agar mampu menangkap fenomena ekonomi dengan baik. Model VAR ini disebut juga sebagai model yang tidak teoritis. Menurut Sorenson (2005), suatu variabel xt disebut Granger cause yt jika xt membantu memperkirakan nilai yt di masa depan.

 

E. Kesimpulan

  1. Secara bivariat, Indonesia terkointegrasi dengan Amerika Serikat dan Singapura. Ini berarti pasar sahamnya memiliki hubungan jangka panjang yang menuju keseimbangan.
  2. Goncangan pada pasar saham Amerika Serikat dan Singapura (negara yang terkointegrasi dengan Indonesia) akan memberi dampak jangka panjang sedangkan goncangan dari pasar saham negara lainnya yang tidak terkointegrasi dengan Indonesia hanya akan memberi dampak jangka pendek. Nilai-nilai lampau dari indeks harga saham negara Amerika Serikat, Singapura, Chili, Peru, Rusia, Meksiko akan mempengaruhi nilai kini dari indeks harga saham Indonesia.
  3. Hasil uji kointegrasi multivariate menunjukkan bahwa pasar saham negara-negara yang tergabung dalam ASEAN saling terkointegrasi.

 

Contoh Tesis Analisis Pengaruh

  1. Analisa Pengaruh Nilai Superframe Order dan Beacon Order terhadap Kinerja Jaringan Nirkabel Multihop pada Protokol IEEE 802.15.4
  2. Analisa Pengaruh Pemberian Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) terhadap Nilai Ekspor Indonesia
  3. Analisis Pengaruh Fund Size, Jumlah Investor, dan Beta Reksadana terhadap Kinerja Reksadana Saham
  4. Analisis Pengaruh Indeks-Indeks Internasional terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia Periode 2001-2011